Masing-masing orang pasti memiliki sosok yang dikaguminya. Ketika mendengar kata “inspirasi”, mungkin kebanyakan orang memikirkan sosok tokoh atau motivator. Tapi tidak begitu denganku. Aku memiliki sosok panutan yang perjuangannya benar-benar begitu nyata di dalam hidupku, untuk hidupku.

Sosok panutan di dalam diriku ini sangatlah berarti bagiku, bahkan bukan hanya untuk dikenang atau dibanggakan. Dia adalah kedua orang tuaku Ayahanda H. Ahmad Tosepu dan Ibunda Hj. Hasni Bani sosok yang begitu penting di dalam hidupku. Begitu berarti, sehingga aku menyematkan kata dan makna pahlawan untuknya.

Sedari aku lahir, mereka yang merawatku, selalu membersamai setiap tumbuh kembangku, sampai aku dewasa. Kasih sayangnya tidak akan pernah mampu untuk kubalas dengan apapun. 

H. Ahmad Tosepu dan Ibunda Hj. Hasni Bani merupakan sosok yang menjadi sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan. Bahkan dalam berkarya, juga jadi sumber inspirasi.

Keduanya adalah sosok yang mengajarkan aku untuk dapat berkembang dengan baik, berhasil dan sukses. Perjuangan dan pengorbanan mereka menjadi motivasi dan inspirasi bagiku dalam menghadapi kerasnya dunia ini

Sososk yang selalu memberikan aku semangat hidup, terus berjuang serta pantang menyerah seperti apa yang telah mereka ajarkan.

Hj. Hasni Bani, bukan saja seorang ibu karena telah melahirkanku, tapi begitu besarnya pengorbanannya. Menjaga, merawat. membesarkan, dan juga mendidiku. Menasehati dan memberikan contoh bagaimana menjadi seseorang yang kuat dan sabar menjalani kehidupan.

Ibu yang suka humor denganku, yang telpon aku kalau lama aku tak menghubunginya, menanyakan keadaan anak-anak ku, keadan rumah tanggaku, dan banyak lagi perhatian yang tak bisa dilukiskan dengan kata kata.

Ibu mengajarkan arti ketulusan, melalui kasih sayang. Meski marah, tetep peduli dan tak penah hilang tulus kasihnya. Tempat bersandar, pengingat, dan rumah tempat kembali segala suka dan sedih. Hidup aku. Segalanya buat anak anaknya.

Kasih sayangnya tulus, tak terhingga sepanjang masa. Sosok wanita penyayang yg akan melakukan apapun demi anaknya. Meski mama telah tiada, masih terasa kaih sayangnya.

Suatu hari sebenarnya aku sudah menyerah menjalani kehidupan dengan kondisi pikiran yang kacau-balau, tapi senyuman dan respon perempuan yang melahirkanku membuat segala sesuatunya menjadi tenang.

Mama menjelaskan kata-kata itu kepadaku. Bahwa setiap manusia diuji dengan cara dan waktu yang berbeda-beda. Menyelesaikan ujiannya juga beragam. Maka aku tidak seharusnya mengeluh dan putus asa tapi tetap sabar dan berusaha.

Mama, perempuan mulia yang tidak pernah mengeluh. Sepanjang hidup membantu papa bekerja untuk mencukupkan kebutuhan anak anaknya.

Aku mengagumi pola pikirnya yang selalu positif. Salah satu ciri khasnya yang telah melekat di dalam pikiranku yakni mengenai rejeki hidup. Ibu selalu berkata “Rezeki nggak akan kemana, yang penting tetap berusaha dan sabar”.

Begiupula H. Ahmad Tosepu, sosok pekerja keras. Sampai kini aku selalu mengenang pergobanan dan perjuangannya bagaimana ia bekerja keras mengais rezeki, bekerja kantoran, bertani, masak gula berpuluh-puluh tahun demi anak anaknya dan keluarga. Aku sungguh menyaksikan bagaimana kesusahan yang papa alami demi memenuhi kebutuhan anak anaknya.

Sejak tamat STM, aku melanjutkan studi di Makassar. Saat itu menjadi lebih susah bertemu keduanya, karena semenjak aku kuliah papa atau mama hanya sesekali ke Makassar atau bahkan satu tahun sekali.

Aku selalu meluangkan waktu untuk menghubungi mereka melalui telepon. Aku menanyakan kabar, begitu juga papa dan mama yang selalu menanyakan bagaimana keadaanku, bagaimana kesehatanku, apakah aku sudah makan, bagaimana kuliahku, dan sebagainya,.

Sewaktu kuliah, saat aku sedang tergoda dengan kemalasan, terbebani dengan tugas dan jadwal organisasi yang menumpuk, papa dan mama selalu memberi semangat diriku untuk terus giat kuliah.

Aku selalu menangis jika mengingat kata-kata motivasi dari papa. “Pesikola meambo, pepokondau sawatu’u, biarmi ku peutangge gadingu.., biarmi kitaa ponggaa yang penting ai mbesikola.” Yang artinya “Sekolah dengan baik, belajar sungguh sungguh, biar kita tidak makan yang penting kalian sekolah.” 

Keinginan papa hanya itu. Anak anaknya harus jadi orang pintar dan sukses. baginya, Pendidikan untuk anak-anaknya adalah hal paling penting bagi kedua orang tuaku. 

Baca Juga: Maha Inspirasi

Padahal aku mengetahui bahwa untuk memasuki dunia kampus membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Agar anaknya bisa kuliah dengan lancar, kesana-kemari papa dan mama mengumpulkan pundi-pundi rejeki.

Sebagai seorang pegawai rendahan, pendapatan papa tidak seberapa. Kadang papa mendapat rezeki tambahan dari bertani dan masak gula aren. Lagi-lagi demi sekolah anak anaknya.

Semakin kesini semakin aku sadari bahwa perjuangan papa dan mama untuk pendidikanku sangatlah besar. Bisa dikatakan bahwa mereka tidak punya modal atau tabungan sama sekali untuk menempatkanku hingga di bangku kuliah.

Aku ingat betul, setelah aku tamat dari STM, papa menyuruh aku untuk melajutkan kursus komputer di Makassar. Dan setelah selesai kursus, saya akhirnya minta untuk lajut kuliah, walaupun jelas-jelas papa dan mama tidak memiliki biaya cukup untuk kuliahku. Tapi papa tidak putus semangat, ia tetap mendukung saya untuk melanjutkan kuliah.

Saat tiba pembayaran kuliah, papa dan mama mulai ketar-ketir mengusahakan bagaimana mendapatkan uang untuk pembayaran kuliahku. Padahal saat itu papa hanya berharap gaji untuk membiaya pendidikan kami, jelas bahwa penghasilan ayah saat itu selalu pas-pasan.

Sekali lagi papa tidak pernah mengeluh mengenai bagaimana nantinya anak anaknya bisa membayar sekolahnya. Yang kulihat dari raut wajah papa adalah bahwa beliau optimis akan kesuksesan anaknya, bahwa beliau tidak apa-apa akan bekerja lebih keras lagi demi kuliah anaknya.

Begitu juga terlihat jelas raut wajah mama, begitu senang anaknya bisa kuliah entah itu bagaimanapun caranya, walaupun di sisi lain mama juga tetap berusaha membantu papa dengan jualan kue.

Doa mama selalu dilantunkan agar kesuksesan anaknya tercapai. Harapan mama adalah agar kelak anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta mulia, bisa mengangkat derajat orang tua dan bisa mengubah nasib keluarga ke arah yang lebih baik.

Saat ini aku telah menikmati buah kerja keras dan perjuangan papa dan mama. Walau untuk mencapai impianku masih butuh proses dan perjuangan besar. Tapi perjuangan keras dari mereka telah mengantarkan aku untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik .

Selalu terpatri dalam dadaku akan kerja keras dan perjuangan mereka dalam mendukung segala kebutuhan pendidikanku baik secara finansial maupun mental.

Alhamdulillah berkat kerja keras serta doa dan perjuangan mereka, saat ini aku telah meraih cita cita pendidikan yang kuimpikan. Mungkin ini bukan apa-apa, tapi pencapaianku dalam pendidikan telah memberikan kebahagiaan buat papa dan mama.

Sejak pertama aku memakai toga sarjana, begitu bangga dan bahagianya aku, karena dibalik toga yang aku pakai ada sosok yang sungguh sangat luar biasa.

Ada orang tua yang begitu bangga karena kerja keras dan perjuangan keduanya bisa terwujudkan. Setiap langkahku untuk menciptakan sebuah karya, aku selalu terinspirasi oleh perjuangannya yang luar biasa.

Banyak nasehat dan pelajaran yang berkesan setiap engkau datang berkunjung di rumah Makassar. kita duduk berdua berdiskusi, bercerita banyak hal tentang kehidupan dan pekerjaan.

Engkau mengajar aku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan bahwa setiap orang punya kelemahan. Engkau ajarkan aku kerja keras dan kesabaran. 

Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah engkau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah engkau lakukan untukku.

Di setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata “Terima Kasih mama dan papa”. Peluh dan Perjuanganmu demi anak anak mu bisa meraih masa depan.

Hari ini aku bukanlah siapa siapa jika tanpa perjuangan dan kasih sayangmu. Kalian adalah sosok yang sangat  berpengaruh besar dalam setiap proses hidupku dan dalam setiap pencapaianku.

Disetiap tetes keringatmu, di derai lelah nafasmu, di penuhi kasih sayang yang luar biasa. Terima Kasih atas segala kerja keras dan pengorbananmu. Allah Swt akan membalas setiap tetesan keringat untuk anak anak dan keluarga.

Papa dan mama..., Jihadmu telah sempurna ...

Beribu kata telah kau ucapkan..

Beribu cinta telah kau berikan ..

Beribu kasih telah kau curahkan..

Hanya untuk anak mu..

Kau ajarkan ku tentang kebaikan..

Kau tunjukan ku tentang kerja keras..

Kau jelaskan ku tentang makna kehidupan..

Betapa mulianya Jihad mu..

Kau korbankan segalanya demi anak mu..

Kau banting tulang hanya untuk anak mu..

Kini ku berjanji untuk semua kerja keras mu..

Ku berjanji untuk semua kasih sayang mu..

Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu..

Aku akan selalu menjaga amanah mu..

Aku akan selalu mendoakan mu hingga akhir hidup ku..

Kan ku jaga setiap nasehatmu. Di setiapnafas ku .

Di relung hati dan setiap doa ku hangatkan namamu. .

Terima kasih Papa dan mama atas kasih sayang, kerja keras, perjuangan dan pengorbananmu..., Aku rindu menikmati senyum-mu di setiap mendengar dan melihat kesuksesan anak-anakmu.

Tak ada kata lagi untuk menuliskan pengorbanan dan perjuanganmu…, hanya air mata yang terus berlinang mengenang semua perjuangan dan pergobanan untuk anak anakmu.

Semoga Allah Swt memberikan tempat yang layak disisiNya. Mengganti segala jerih payah perjuanganmu dengan surgaNya. Aamiin.

Doa ku:

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al Israa’:24)

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim:41)

Aamiin Ya Rabbal Allamiin. Alfatehah.