To “Introduction

Pendahuluan –atau dalam istilah lain dikenal mukaddimah– memang bagian pertama dalam segala hal, baik penelitian akademis, buku, artikel jurnal, skripsi, thesis dan disertasi dan lain-lain. Ia bahkan termasuk bagian penting sebab menjadi gambaran awal dalam memberikan informasi kepada pembaca tentang isi yang akan ditulis. Tujuannya ialah membangun kerangka penelitian sehingga pembaca dapat memahami bagaimana penelitian itu berhubungan dengan penelitian yang lain.

Pendahuluan bisa saja berisi opini atau fakta, baik subjektif atau objektif secara teori maupun praktis. Pendahuluan juga mungkin memuat suatu isu yang sedang ramai atau wacana lama yang masih bisa dibahas dari sisi atau perspektif yang berbeda. Oleh karenanya, pendahuluan menghantarkan kepada isi dan substansi penelitian yang dimaksud.

Masalah penelitian menjadi isi utama dalam pendahuluan, ia adalah masalah atau isu yang menuntun kepada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. Sedangkan sumbernya bisa berasal dari mana saja, misalnya pengalaman pribadi, perdebatan dalam literatur, kebijakan pemerintah, kasus atau kejadian di luar negeri dan lain sebagainya.

Saya pribadi condong kepada saran Creswell terkait model defisiensi pendahuluan yang ia sebut sebagai pola umum dalam menulis pendahuluan yang baik, ia terdiri dari lima bagian yaitu (1) masalah penelitian, (2) penelitian sebelumnya yang meneliti masalah yang sama, (3) kekurangan dalam penelitian sebelumnya, (4) pentingnya untuk audiens atau pembaca, (5) dan tujuan penelitian. 

Akan tetapi saya cenderung menyebutkan karakteristik dalam penelitian sebelumnya dibanding penggunaan kekurangan, karena akan terdapat perbedaan satu sama lain antar penelitian begitu pula dengan yang akan dibahas dalam penelitian yang dimaksud. Kelima bagian penting ini adalah komponen utama yang saling melengkapi satu sama lain sesuai urutannya yang menurut Creswell itu idealnya masing-masing bagian tersebut terdiri dari satu paragraf.

Saya masih ingat dahulu bahwa masalah penelitian mestilah spesifik dengan penggambaran dalam pendahuluan dituturkan berurutan dari yang umum atau global menuju ke aras terperinci atau detail hingga menyentuh masalah penelitian yang spesifik itu, bahkan dalam beberapa literatur diakhiri dengan sebuah pertanyaan agar menjadi bentuk dari kritisme yang jawabannya akan ditemukan dalam substansi isi penelitian di bagian setelah pendahuluan.

To “Application of Theory

Salah satu komponen terpenting dalam melakukan penelitian adalah menentukan teori apakah yang akan digunakan untuk mengeksplorasi rumusan masalah. Ketika mengeksplorasi masalah tersebut, tentu saja para peneliti memiliki tujuan masing-masing tentang penggunaan teori. Diantaranya –yang pertama– teori sering kali digunakan oleh peneliti sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap tertentu, teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabel, konstrak dan hipotesis penelitian. 

Lalu –yang kedua– para peneliti kualitatif sering kali menggunakan perspektif teoretis (theorical lens or perspective in qualitative research) sebagai panduan umum untuk meneliti gender, kelas dan ras atau masalah tentang kelompok marginal, pandangan ini menjadi perspektif transformatif dan dapat membantu peneliti untuk merancang rumusan masalah, mengumpulkan dan menganalisis data serta membentuk suatu ajakan melakukan aksi atau perubahan (call for action or change), perspektif teoretis ini juga menuntun peneliti pada masalah-masalah yang perlu diteliti juga orang-orang yang perlu diteliti serta menunjukkan posisi peneliti berada di luar atau di dalam objek penelitiannya tersebut. Beberapa perspektif yang dapat digunakan diantaranya feminis, wacana rasial, teori kritis, teori queer dan studi disabilitas. 

Kemudian –yang ketiga– teori sering kali digunakan sebagai poin akhir penelitian, oleh karena itu peneliti menerapkan proses penelitiannya secara induktif yang berlangsung mulai dari data, tema-tema umum dan menuju teori atau model tertentu. 

Terakhir –yang keempat– beberapa penelitian kualitatif tidak menggunakan teori yang terlalu eksplisit, penyebabnya ada dua hal yaitu (1) karena tidak ada satupun penelitian kualitatif yang dilakukan dengan observasi yang benar-benar murni dan (2) karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memeberikan starting point bagi keseluruhan observasi.

Saya suka bagian tips yang diajukan Creswell tentang penggunaan teori dalam penelitian kualitatif, yakni (1) pastikan apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam penelitian kualitatif atau tidak, (2) jika bisa, maka identifikasi bagaimana teori tersebut akan dijabarkan dan digunakan dalam penelitian, apakah fungsinya akan menjadi penjelasan up-front, end point penelitian, atau sebagai perspektif advokasi, (3) tempatkan teori tersebut dalam proposal penelitian, baik di bagian awal atau akhir.

Ketika menjabarkan cara menerapkan teori dalam penelitian kualitatif, ia menjelaskan bahwa penggunaan teori mempengaruhi penempatan teori tersebut dalam sebuah penelitian kualitatif. 

Lalu menunjukkan dua contoh terkait teori yang diletakkan di bagian awal seperti penelitian yang menggunakan tema kultural atau perspektif teoretis, lalu teori yang diletakkan di bagian akhir seperti penelitian grounded theory di mana secara empiris membutuhkan relasi timbal balik antara data dan teori lalu diolah secara dialektik menghubungkan variabel-variabel penelitian agar menghasilkan preposisi baru yang memunculkan kerangka teoretis baru.

To “Literature Review

Tinjauan Pustaka dilakukan setelah peneliti mengidentifikasi satu topik yang dapat atau perlu untuk dikaji dan diteliti, setelah topik itu ditemukan dan ditentukan barulah peneliti bisa melakukan tinjauan pustaka atas topik tersebut. 

Beberapa tujuan tinjauan pustaka diantaranya untuk menginformasikan kepada pembaca tentang hasil penelitian sebelumnya yang saling berkaitan, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur sebelumnya yang telah ada, mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya, menyediakan kerangka kerja dan tolak ukur untuk mempertegas pentingnya penelitian guna memperbandingkan hasil-hasil dari penemuan sebelumnya.

Saya tertarik pada tinjauan pustaka dalam penelitian kualitatif dimana peneliti dituntut untuk konsisten menggunakan literatur berdasarkan asumsi-asumsi yang berasal dari partisipan dan tak mencampuradukkan dengan pandangan pribadi peneliti dengan mempertimbangkan bahwa penelitian haruslah eksploratif. 

Dalam buku dijelaskan tentang tiga model penempatan tinjauan pustaka dalam penelitian kualitatif, saya pribadi cenderung berat kepada model kedua di mana tinjauan pustaka diletakkan di tempat terpisah dibentuk dalam sub-bab tersendiri, bukan terdapat dalam pendahuluan (model pertama) dan di bagian akhir (model ketiga/terakhir).

Di bagian teknik-teknik rancangan dalam buku ketika membahas tinjauan pustaka ini, saya merasa sepakat atas penjelasan John Creswell dari langkah-langkah melakukan tinjauan pustaka, database terkomputerisasi, prioritas memilih literatur, hingga mengabstraksikan literatur yang ditemukan, kecuali di bagian peta literatur penelitian yang menurut saya –karena tidak terbiasa- agak sulit dilakukan.

Terkait penjelasan tentang penggunaan petunjuk gaya dalam penulisan yang terkadang berbentuk in-text atau istilah literatur referensinya yang terletak dalam badan teks, terkadang berbentuk end-of-text atau literatur referensinya terletak di akhir tulisan dan terkadang berupa footnote atau endnote

Karena terbiasa dengan gaya turabian, jadi dalam penggunaan gaya tulisan saya suka memakai yang end-of-text atau berupa literatur referensinya berada atau diletakkan di akhir teks dan bukan di badan tulisan. Akan tetapi, sebenarnya tujuan utama penggunaan gaya penulisan ilmiah adalah konsistensi dalam sepanjang tulisan.

Terakhir, definisi istilah yang saya condong setuju karena dijelaskan di awal adalah yang berkaitan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat induktif di mana melibatkan rancangan metodologis serta meletakkan beberapa istilah di bagian awal penelitian seperti pendahuluan meskipun definisi itu bersifat tentatif.

Definisi-definisi istilah dijelaskan ketika pertama kali muncul, oleh karenanya tak dibuatkan tempat terpisah dalam sub-bab tertentu akan tetapi dikemukakan secara tentatif di bagian awal sebelum masuk ke bagian inti persoalan atau permasalahan dalam penelitian.


Identitas Buku;

Book : Research Design: Pendekatan dalam Metode Kualitatif,

Kuantitatif & Campuran

Author : Jhon W. Creswell

Tahun Terbit : 2014, Penerbit : Pustaka Pelajar 

Tempat Terbit: Yogyakarta, ISBN : 978-1-4522-2610-1