Ini nasehat buat kamu yang sekarang sedang menunggu masa kehalalan tiba. Teguran ini wabil khusus buat mereka yang dahulukan cinta di atas segalanya. Merekalah yang mudah baper alias sering membawa-bawa perasaannya, bukan salah, hanya berhati-hati saja.

Konsekuensi Jatuh Cinta

Boleh saja jatuh cinta saat tunggu sah di depan KUA, tapi kalau kamu muslim, ingat konsekuensinya. Konsekeunsi pertama dan utama, cinta itu harus dibatasi syariat sebagai pagarnya. 

Konsekuensi kedua, ada setan yang akan selalu menggoda dan akan membutakan segalanya, umumnya orang yang baru jatuh cinta tidak bisa membedakan mana yang sekedar nafsu belaka dan mana yang murni sebuah cinta. Konsekuensi ketiga, kalau kamu sering bersua rupa atau suara, hati-hati saja, dosa bisa jadi biasa. 

Pengalaman yang ada, mereka yang meletakkan 'hati' sebelum masa halal tiba, akan sangat sulit untuk melepasnya. 

Alasannya masih sama, karena "aku sudah terlanjur cinta dia", atau "sudah ada chemistry di antara kita". Kalau sudah begitu, tidak akan ada bedanya antara mereka yang awam dengan yang sudah paham agama. Kenapa? Karena mereka mendewakan rasa dan mengagungkan cinta. Sementara agama? "Ah entar aja" katanya. 

Itulah saat di mana dosa akan jadi biasa. Nasehat orang tua hanya jadi kata yang tak bermakna, nasehat saudara pun hanya jadi hiasan telinga.

Ada yang Lebih Utama Daripada Cinta

Sahabatku yang sedang menunggu masa indah bersamanya, cinta bukan segalanya. Hanya karena pertimbangan adanya cinta lalu kita memilih si dia itu hal yang biasa, tapi memilih seseorang karena agama itu baru istimewa. 

Ketika memilih si dia pun jangan sampai lupa untuk menggunakan syariat dalam menjalani prosesnya, dan ingat bahwa perasaan cinta bukanlah segalanya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan sebuah hadits yang memerintahkan kita untuk menikahi wanita karena 4 perkara, di mana ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhori dan imam muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Adapun bunyi dari hadits tersebut adalah sebagai berikut :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

(رواه البخاري و مسلم عن أبى هريرة)

Artinya :

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung." (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 no 21.)

Di zaman sekarang ini, kebanyakan dari kita sebagai seorang pemuda lebih mengutamakan kriterianya dengan melihat dari segi fisik maupun tampilan, dan ketika hal itu dirasa kurang meyakinkan untuk kita, maka sudah tidak ada lagi niat maupun usaha untuk membangun rumah tangga bersama si dia. Padahal yang dianjurkan oleh Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam yang lebih baik adalah memilih karena agamanya.

Hanya Karena Nggak Cocok

Jangan karena merasa nggak cocok atau nggak ada 'chemistry', kita langsung aja menolak si dia. Kalau ternyata agama dan akhlaknya tiada tandingnya, apa kita masih juga menolaknya? Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam sudah mengingatkan kita untuk memilih dan megutamakan agama atau akhlak di atas segalanya. Buat kamu yang mudah baper dan pengikutnya, harap hati-hati ketika menjaga dan mewujudkan rasa cinta.

Perlu Adaptasi

Sebagai manusia yang tentunya tak akan pernah 100% sama, kita juga perlu yang namanya adaptasi terhadap seseorang yang tentunya mempunyai pola pikir dan kebiasaan yang berbeda. Kesulitannya mungkin terletak pada bagaimana cara kita dalam menerima si dia apa adanya. 

Sebab kita hadir untuk menyatukan dua pola pikir yang berbeda, jangan sampai ada pertentangan yang sama-sama kuat dan tidak ada satu pun yang merasa sanggup untuk menerima. Maka diantara keduanya harus bisa mengalahkan ego agar terjalin komunikasi yang tepat.

Kita juga harus mengubah sikap ketika yang dulunya diurus oleh orang tua, sekarang harus menjadi seseorang yang mandiri dalam mengatur segalanya dan bisa bertanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain yang nantinya akan menjadi teman hidup bersama.

Jodoh Sudah Diatur

Perkara galau karena jodoh sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan para pemuda saat ini. Mulai dari khawatir jika tidak akan mendapatkan jodoh yang baik, tidak mendapatkan jodoh yang sesuai dengan ekspetasi, khawatir tidak mendapatkan jodoh yang setia, dan lain-lain. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah menentukannya sebelum kita lahir ke dunia.

Di dalam surat Yasin Ayat 36 Allah berfirman:

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui,”

Dalam ayat tersebut dapat diambil sebuah hikmah bahwa Allah telah menciptakan segalanya berpasang-pasangan. Tentunya Allah sudah menciptakan jodoh untuk setiap manusia agar hidupnya tenang dan tentram. Jadi tak perlu khawatir lagi tentang jodoh karena Allah sudah mengatur segalanya.

Namun kita harus ingat bahwa meskipun jodoh sudah ditentukan, kita sebagai manusia juga harus berikhtiar. Selain itu, ketika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik tentunya kita juga harus memperbaiki diri. Karena seseorang yang baik akan bertemu dengan yang baik.