Jakarta - Setiap hari manusia pada umumnya sudah menggunakan smartphone atau ponsel digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang lebih praktis dan bisa dibawah kemana-mana. Secara sadar pengguna smartphone telah merampas hak orang sekitar terutama sahabat dekat dan keluarga kita sendiri, seperti pernah kita dengar slogan orang pengguna smartphone "menjauhi yang dekat dan mendekatkan yang jauh" yang saat ini sudah menjadi kebiasaan kita semua.

Memang kenyataan begitu? Namun yang harus digaris bawahi bagaimana saling menghargai saat menggunakan smartphone dalam acara pertemuan tertentu, acara kumpul bersama keluarga dan acara bincang santai dengan beberapa rekan atau sahabat yang sedang membahas hal yang penting atau hanya silatuhrahmi biasa. Ya intinya bergabung bersama sembari canda tawa sebagai ikatan batin dan emosional dengan menjaga saat diajak berbicara tidak menggunakan smartphone.
*** 
"Hal ini sudah terbuai dan pura-pura lupa dalam penggunaan smartphone tersebut" karena merasa tidak menjadi persoalan serius saat orang lain bicara kita menggunakan handphone. Namun dalam hati orang tersebut terkesan "cuek dan apatis" saat ada orang bicara sibuk dengan dirinya sendiri, entah itu sedang telponan, whatsApp, sedang main game dan lain sebagainya. Ini sering terjadi dan pernah kita lihat dan rasakan kepada sahabat yang kurang menyadari hal tersebut.

Makna Jauh Terbilang Dekat Menghilang :

Jauh terbilang merupakan menjalin hubungan jarak jauh agar tetap menjaga tali silaturahmi satu sama lain. Karena pada dasarnya manusia jauh lebih terasa dekat saat berkomunikasi jarak jauh baik dengan keluarga dan sahabat yang sudah lama tidak bertemu atau berjumpa secara langsung. Orang sekitar menilai seakan-akan lebih romantis dibandingkan orang yang berada disekitar saat itu,mungkin itu hanya perasaan saja tapi kenyataan begitu walaupun jarang kita ungkapkan secara langsung.
*** 
Sedangkan dekat menghilang lebih kepada pendekatan perasaan dan persepsi orang yang berada disekitar kita merasa tidak nyaman dan berpikir negatif karena tidak menghargai saat melanjutkan komunikasi. Apalagi respon terhadap lawan bicara terlalu berlebihan baik dari gaya bahasa, intonasi suara dan gaya komunikasi lainnya. Sehingga suasana yang ada tidak terbangun dengan positif bisa saja teman dekat kita akan satu persatu akan pergi meninggalkan acara pertemuan atau perkumpulan tersebut. 

"Jauh terbilang dekat menghilang" ada hubungannya juga dengan "menjauhi yang dekat dan mendekatkan yang jauh" lebih terasa dekat saja berkomunikasi dengan menggunakan smartphone. Berbeda dengan 14 tahun yang lalu lebih sulit untuk melakukan komunikasi karena belum banyak orang menggunakan smartphone, bagi yang merasakan menggunakan wartel tentu sama dengan saya mengalami hal yang sama.
*** 
"Dulu sebagai perantauan sekarang masih juga sih, dalam waktu satu bulan terasa satu tahun di perantauan sedangkan sekarang satu tahun di perantauan terasa satu bulan". Karena zaman sudah berubah dengan menggunakan teknologi digital "smartphone" sudah bisa telpon setiap hari dengan aplikasi yang menarik bisa whatsAppan dan video call setiap waktu, sehingga jauh lebih mudah menghilangkan rasa rindu terhadap kedua orang tua, kampung halaman dan keluarga lainnya.

Ketergantungan Dengan Smartphone:

Ketergantungan menggunakan smartphone sudah melekat seperti lem yang tidak terpisahkan lagi dari jiwa manusia, setiap detik megang ponsel, setiap menit membuka ponsel dan setiap jam bermain dengan ponsel jadi kesimpulannya tiada hari hanya berteman dengan handphone. Handphone ini melebihi keluarga kita sendiri baik anak, suami maupun istri seperti contoh kecil saja bangun tidur mencari handphone bukannya mencari yang lain tapi tetap mau melihat handphone.
*** 
Artinya secara tidak langsung smartphone sudah mencuci otak masyarakat umumnya yang serba ketergantungan apapun kegiatan ataupun aktivitasnya terasa hampa bila handphone tidak berada ditangan kita. Sengaja maupun tidak ini lah perubahan zaman semua sudah serba teknologi online, jadi handphone selalu ditangan dengan mudah melakukan komunikasi maupun transaksi lainnya. Sehingga tingkat ketergantungan tidak bisa kita cegah karena pada prinsipnya setiap manusia sosial lainnya sudah menggunakan handphone juga.

Ketergantungan lainnya ponsel digunakan untuk dalam pekerjaan, usaha, bisnis dan kegiatan lainnya. Dalam kesempatan lain banyak hal juga bahwa handphone banyak aplikasi yang membuat kita semakin betah dan nyaman dalam menggunakan handphone tersebut seperti google, map, facebook, instagram, telegram, twitter, dan media sosial lainnya. Selain itu juga banyak aplikasi penunjang yang membuat kita untuk menggunakannya seperti permainan game, mbangking, alat petunjuk dan alat bantu lainnya dan sebagainya.

Tidak hanya orang-orang yang mempunyai kepentingan menggunakan handphone, anak dewasa, lanjut usia dan anak kecil juga sudah pandai bermain handphone terutama untuk bermain game. Moderinasai zaman peran orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak berlebihan dalam penggunaan handphone tersebut, artinya diberikan waktu untuk dibatasi untuk menggunakan handphone. Sehingga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan bisa saja untuk kepentingan sekolah atau belajar lainnya.

Bahkan, yang perlu diantisipasi adalah penggunaan smartphone bisa digunakan untuk transaksi kriminal atau tindakan kejahatan seperti penipuan dan lain sebagainya. Kecanduan game online oleh anak kecil, pinjaman online yang terus marak mencari untuk dijadikan korban dalam pinjaman tersebut. Sebetulnya harus diwaspadai karena bunga pinjaman terlalu besar namun itu semua tergantung terhadap individu yang melakukan pinjaman online tersebut.

Dengan demikian tetap melakukan pencegahan terhadap penggunaan handphone karena semua masalah bisa datangnya dari handphone. Walaupun sudah menjadi kebutuhan dan ketergantungan tetap bisa dikendalikan agar bisa tepat guna terhadap pemakaian smartphone tersebut. Semoga kita semua senantiasa dijauhi situasi dan kondisi negatif dari zaman yang serba online saat ini dan masa akan datang.