Pengajar
2 tahun lalu · 213 view · 4 menit baca · Ekonomi pangan_2.jpg
Foto: koran.bisnis.com

Sistem Ekonomi Pangan yang Tangguh

Dalam perkembangan ekonomi, semua negara mencari formula yang akan dijadikan dalam mempertahankan kekuatan ekonomi negaranya. Sistem ekonomi yang paling tangguh di jagat raya ini adalah sistem ekonomi kapitalis di mana beberapa dekade menguasai perekonomian dunia. Dengan kekuatan modal maka bisa menguasai dunia.

Dalam peribahasa Indonesia “Tak selamanya mendung itu kelabu” dalam perhelatan ekonomi dunia, tidak bisa lagi hanya mengandalkan modal tetapi pemenuhan kebutuhan pokok menjadi inti dari ketananan ekonomi dunia, sistem ekonomi kapitalis tidak lagi menjadi primadona, negara-negara maju sudah mengubah haluan dari sistem ekonomi kapitalis menjadi sistem ekonomi pangan.

Dengan perubahan sistem ini menjadi peluang untuk negara Indosia sebagai kekuatan sistem ekonomi pangan, karena memiliki dareah yang sangat luas dan memiliki laut yang begitu luas dari sabang samapai merauke. Penguatan sistem ekonomi pangan menunjukkan bahwa kekayaan alam dan potensi daerah menjadi focus utama.

Sistem ekonomi pangan adalah suatu sistem yang terintegrasi dari kekayaan alam yang menjadi potensi yang berkelanjutan dalam pertumbuhan ekonomi. Pemenuhan pangan sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, pangan tidak bisa pandang sebelah mata, karena sistem ekonomi pangan inilah yang menjawab keberlangsungan hidup manusia.

Sistem ekonomi pangan merupakan memanfaatkan potensi alam menjadi kekuatan ekonomi yang digunakan mepertahankan kehidupan. Dalam pencapaiaanya kita harus melakukan terobosan baru dalam mengolah kekayaan alam kita.

Ada beberapa hal yang dilakukan untuk menciptakan sitem Ekonomi pangan yang kuat:

Tekno ekonomi pangan

Tekno ekonomi adalah bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengolahan pangan yang terintegrasi, mulai dari desa dan kota jadi ada pengolahan yang modern dalam meningkatkan kualitas pangan, dalam memanen jagung, padi, gandum, ubi dan lain berbasis teknologi, sehingga dalam memanen kita lebih efektif dan efesien.

Kelemahan selama dalam memanen hasil pertanian masyarkat Indonesia 60 persen masih menggunakan alat tradisional dalam memanen, sehingga untuk memanen saja mengeluarkan biaya yang banyak, Jangan bebankan petani untuk produksi saja petani harus berhutang, jadi ada solusi teknologi dalam hasil produksi. Tekno ekonomi yang saya maksud adalah bagaimana teknologi dapat mempermudah dalam memanen hasil pertanaian.

Infrastruktur ekonomi pangan

Menjadi persoalan selama ini dalam peningkatan kualitas produksi pangan kita adalah infrastruktur, akses antara desa dan kota yang tidak effesien, dalam pengingkatan ekonomi pangan infrastruktur menjadi urusan yang penting, kita tidak bisa merajai sistem ekonomi pangan kalau jalan-jalan terhubung dengan baik, Indonesia harus memanfaatkan momen ini menjadi negara keuatan ekonominya kuat.

Bagaimana infrastruktur pertanian seperti irigasi yang modern, sehingga menurunkan tingkat kegagalan panen, bagaimana membuat petani tidak hanya menunggu air hujan dari langit untuk mengairi lahan peraniannya. Kita telah ketinggalan jauh dengan negara Malaysia, Thailand, Cina dan Korea. Mereka telah lama mengutamakan infrastruktur dalam peningkatan kualitas ekonomi mereka. Kita baru memulai.

Revitalisasi Pertanian

Kekuatan bangsa ini dalam merajai sistem ekonomi Pangan adalah ekonomi pertanian pangan, banyak potensi pangan yang ingin di kembangkan seperti Ubi, ubi saja banyak jenisnya ada Ubi kayu, ubi talas, ubi Jalar dan lain-lain. jadi dalam Ekonomi pangan adalah bagaimana mengkombinasikan ubi yang menjadi kekuatan pangan yang sama dengan padi.

Selama ini padi merupakan kekuatan pangan nasional padi menjadi ukurannya, dalam sistem ekonomi pangan bagaimana menbuat ubi dan gandum menjadi kekuatan pangan. Dalam perhelatan ekonomi modern sistem ekonomi kapitalis sudah mulai menurun.

Karena sumber alam sudah terkuras sehingga stok tinggal sedikit, negara Cina, Jepang dan Thailand menjadi keuatan baru dalam perhelatan seitem ekonomi pangan, Cina sudah mengekspor jeruk cina yang manis, sehingga jeruk berastagi kalah. Thailand mengeluarkan Jagung yang diekspor ke Indonesia, Jepang mengeluarkan beras jepang untuk bahan kosmetik bangsa ini,

Promosi Ekonomi pangan

Saya miris melihat iklan yang ada di TV yaitu bagaimana beras Jepang dikenalkan untuk pemutih kulit, saya jadi berpikir kenapa tidak beras Cianjur atau beras deli serdang yang promosikan? Padahal potensi masih sama, kualitas juga tidak kalah, tetapi kenapa selalu beras Jepang yang di promosikan.

Promosi ekonomi pangan perlu digalakkan untuk memperkenalkan kepada masyarakat dunia bahwa kita mempunyai beras, ubi, gandum dan jagung yang berkualitas melalui indudtri pengolahan, masyarakat kita hanya tahu menjual yang dipanen. Pengolahan hasil panen menunjukkan kita sanggup bersaing selain pengolahan pengemasan hasil panen juga perlu supaya menciptakan brand yang untuk dipromosikan

Harus dipikirkan bagaimana mempromosikan Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Aceh, Jeruk Berastagi Jeruk Sidikalang, Jeruk Suka bumi dan lainnya menjadi kekayaan ekonomi pangan Indonesaia

Walaupun banyak orang pesimis, akan kekuatan perekonomian Indonesia, kita belum terlambat, Indonesia bisa merajai ekonomi dengan Sistem Ekonomi pangan yang terintegrasi mulai dari desa sampai ke Kota. Kekekayaan alam kita sangat mendukung kita dalam merajai ekonomi. Peralihan sistem ekonomi kapitalis kepada sistem ekonomi pangan menunjukkan kekuatan ekonomi capital sudah mulai menurun.

Kesempatan bagi Negeri memanfaatkan penurunan sistem ekonomi kapitalis yang selama ini menjajah perekonomian kita, negeri ini tidak berdaya, selama ini dihantam oleh gempuran sistem ekonomi kapitalis yang memaksa negara ini untuk berhutang. Kesempatan ini harus kita manfaatkan mulai dari pembenahan sistem pertanian.

Pemerintah telah melakukan program nawacita yang didalamnya adala pembenahan sistem pertanian. Perwujudannya yang harus kita kerjakan membenahi pertanian dari desa, integrasi pertanian dari desa ke desa, desa ke kota dan desa ke pusat pemerintahan, sehingga tercipta kekuatan ekonomi yang diawali dari desa untuk sistem pangan yang tangguh.