Anak merupakan suatu titipan dari sang pencipta, dan yang diinginkan beberapa kalangan keluarga baru saja yang menikah namun disisi lain berkeluarga yang harmonis merupakan harapan semua orang tanpa terkecuali.

Tetapi dalam berkeluarga ada saja problem atau permaalahan-permasalahan yang ada, baik itu dari segi ekonomi maupun perselingkuhan, sehingga terjadilah perceraian.

Perceraian sendiri suatu pernikahan yang tidak diharapkan oleh semua orang yang berkeluarga, dikarenakan perceraian sendiri akan berdampak pada anak-anaknya perceraian sendiri akan timbul permasalahan-permasalahan baru seperti anak akan berpengaruh terhadap masa depannya.

Anak yang merupakan hasil perceraian atau anak broken home sendiri biasanya berdampak yang sangan signifikan atau berubah drastis, yang biasanya anak tersebut periang maka akan menjadi pendiam namanya anak itu selalu menginginkan keluarga yg bahagia , tidak ada konflik, tidak mau ayah ibunya bercerai.

Perceraian ayah ibu itu hampir gak diinginkan setiap anak dan juga pasti mengganggu psikologinya apalagi kalau orang tua nya menikah lagi karena menurut orang-orang peran ayah ibu kandung tida bisa digantikan oleh siapapun.

Anak akan bahagia jika tidak ada perceraian atau perpisahan antara kedua orang tuanya adanya perceraian itu akan menimbulkan efek trauma ke anak dimasa depan yang akan dating hampir rata-rata, kalau orang tua bercerai anak itu suatu saat menikah atau membina keluarga pasti akan cerai juga.

Tapi itu tidak semua yang mengalami keluarga broken home anak broken home sendiri sangatlah sensitif terhadap pembahasan-pembahasan tentang keluarga.

Hubungann antara keluarga seperti ibu dan anak memang telah terikat sejak anak masih di dalam kandungan bisa kita lihat bagaimana sang ibu merawat sang anak ketika masih di dalam kandungan dan ketika melahirkan pun sang ibu bahkan mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan sang anak tercinta.

Ketika beranjak remaja bahkan dewasa hubungan antara ibu dan anak biasanya terjalin sangat erat antara keduanya baik dalam berkomunikasi, berperilaku dan lainnya.

Hal yang paling penting dalam sebuah keluarga adalah komunikasi yang baik antara ibu dan anak sebab Ibu merupakan tempat di mana anak menyampaikan segala hal yang mereka keluh kesahnya ibu menjadi tempat mereka bercerita, dan ibu merupakan seorang pendengar yang baik bagi anak-anaknya.

Maka dari itu, hubungan antara ibu dan anak ini tidak bisa dipisahkan sampai kapan pun. Itulah mengapa komunikasi merupakan faktor terpenting dalam sebuah hubungan antara ibu dan anak.

Jika salah satu di antaranya tidak terjalin dengan baik, maka akan dikhawatirkan kedekatan ibu dan anak tidak akan terjalin dengan baik namun beda cerita dengan kalangan kasus Broken Home yang menjadi faktor penyebab rusaknya hubungan antara ibu dan anak.

Tak dapat dipungkiri jika orang tua memiliki hak untuk bertindak sesuai dengan kepentingannya dan dapat menentukan kebijakan atau membuat aturan yang di inginkan maka dari itu ada baiknya ketika hendak melakukan sesuatu komunikasikanlah dulu dengan anak untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Karena pada dasarnya Setiap manusia yang terlahir ke dunia pasti mempunyai impian memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia. salah satu kemungkinan terburuk yaitu ketika keluarga mengalami perpecahan yang berakibat kesenjangan sosial dalam keluarga inilah yang dinamakan “Broken Home”.

Orang tua perlu berpikir dua kali saat hendak melakukan sesuatu yang berdampak pada anaknya kelak Broken Home merupakan kondisi di mana keluarga mengalami perpecahan atau adanya kesenjangan dalam rumah tangga entah itu berawal dari pertengkaran kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian.

Kita ambil salah satu contoh yang pada umumnya terjadi yaitu perselingkuhan, perselingkuhan merupakan dampak yang sering dirasakan oleh anak yang mengalami itu di mana anak tidak akan percaya terhadap orang-orang dewasa anak tidak akan percaya yang namanya pernikahan dan masih banyak lagi.

Dampak dari perceraian ini sangatlah berpengaruh pesat terhadap anak dan anak broken home juga akan memunculkan sikap sinis dan rasa tidak percaya terhadap sebuah hubungan baik terhadap orangtua saya kira faktor ini juga menjadi salah satu penyebab rusaknya hubungan antara orang tua dengan anak.

Jika hal itu terjadi, sudah pasti keharmonisan antara orang tua dan anak tidak lagi baik seperti biasanya kedekatan antara keduanya pun tidak sedekat dulu lagi maka, dari itu banyak sekali faktor yang ditimbulkan akibat Broken Hone tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas kita telah mengetahui beberapa penyebab yang ditimbulkan karena Broken Home yang terjadi di dalam keluarga dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan dari hasil tinjauan mengenai hubungan yang terjadi antara orang tua dan Anak khususnya pasca Broken Home atau setelah kedua orang tua mereka berpisah.

Apakah hubungan yang dimaksud tersebut baik-baik saja, atau malah sebaliknya. Oleh karena itu keluarga broken home harus memperhatikan dampak yang terjadi pada anaknya kelak.