Film Dilan 1990 menjadi salah satu film yang telah merasuk sukma empat juta masyarakat di seluruh Indonesia. Semua kalangan usia berlomba-lomba untuk menonton film ini. 

Film yang menceritakan tentang hubungan pacaran antara Dilan dan Milea, membuat para penontonnya terbawa perasaan. Beragam respon muncul dari orang-orang yang telah menonton film ini.

Setiap adegan romantis dalam film ini menarik perhatian seluruh kawula muda di Indonesia. Media sosial dibanjiri dengan postingan-postingan tentang kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Dilan kepada Milea.

“Milea, jangan rindu. Rindu itu berat, kamu ngak kuat, biar aku aja”. Kalimat ini menjadi viral di media sosial, karena dinilai romantis. Ada banyak kreatifitas yang dilakukan oleh pengguna media sosial dalam meresponi kalimat ini.

“Milea jangan ngutang, berat, kamu ngak akan ngelunasinya, biar aku saja”. 

Andai Dilan jadi dosenku: “Jangan ngerjain skripsi, skripsi itu berat, kamu ngak akan kuat, biar aku saja.

"Jangan nganggur. Ini berat. Kau takkan kuat, biar aku saja"  

Tiga bentuk kalimat ini adalah fakta tentang respon masyarakat terhadap kalimat-kalimat romantis yang disampaikan Dilan kepada Milea.

Sebenarnya film Dilan 1990, tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta para remaja yang diperlihatkan melalui adegan dan kalimat-kalimat yang romantis. Ada sisi lain yang juga diceritakan dalam film ini.

Ketika menonton film ini, saya justru menemukan suatu nilai kebersamaan (common value) yang bernada kasih terhadap sesama. Seringkali kita hanya mencari makna dari setiap film yang kita tonton untuk diri kita sendiri. Kita mengabaikan common value yang sering kita hadapi dalam realita hidup kita.

“Tidak mencintai bukan berarti harus membenci”. Kalimat ini disampaikan kepada Milea, ketika ia bertanya tentang hubungan antara Dilan dan temannya.

Kalimat ini menarik untuk direfleksikan dalam setiap perjalanan hidup kita. Apakah dalam hubungan pacaran, hubungan dengan sesama di lingkungan tempat tinggal dan bahkan hubungan di tempat kerja.

“Tidak mencintai bukan berarti harus membenci”, seringkali tidak kita aktakan dalam membangun sebuah hubungan yang harmonis. Ketika kita tidak menyukai seseorang, kita meninggalkan dia, kita menghujat dia dan membenci dia selamanya.

Film Dilan 1990 mengajarkan kita untuk tidak membenci orang yang tidak kita cintai. Sebesar apapun alasan yang menjadikan kita tidak mencintai dia, itu bukan berarti kita harus membenci dia.

Dilan yang dikenal sebagai anak yang bandel, keras kepala dan sering membuat onar di sekolah, dia masih punya hati untuk mengasihi sesamanya. Sekalipun dia tidak mencintai, tapi dia tidak ingin membenci.

Pelajaran berharga dalam film Dilan 1990 ini, mestinya menggelisahkan kita untuk tidak membenci sesama kita yang tidak kita cinta dan yang tidak sama dengan kita.

Dilan 1990 ada kasih dan cinta di situ.