Sinetron dan drama Korea adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Bagi generasi muda kedua hal tersebut seperti makanan sehari-hari untuk mengisi waktu luang. Kalian merupakan penonton setia sinetron? Atau penonton setia drakor? Atau bukan keduanya?

Sebenarnya apa itu sinetron?

Sinetron (singkatan dari sinema elektronik) adalah istilah untuk program drama bersambung produksi Indonesia yang disiarkan oleh stasiun televisi di Indonesia. Istilah sinetron yang digunakan secara luas di Indonesia pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono, salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakarta.

Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan.Akan tetapi, karena bertujuan komersial maka akhir-akhir ini sinetron dibuat menjadi beratus-ratus bahkan hampir mencapai ribuan episode seperti sinetron TOP (Tukang Ojek Pengkolan) yang mana hingga saat ini telah menayangkan hampir 3000 episode.

Akibat episode yang terlalu panjang tersebut, akan menurunkan kualitas cerita sehingga pada akhirnya membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik, tetapi hanya menyajikan hal-hal yang bersifat menghibur. Sinetron Indonesia yang kian hari menunjukkan kemunduran menyebabkan sebagian generasi muda cenderung bosan dan mulai beralih ke drama Korea.

Apa itu Drama Korea atau Drakor?

Drama Korea atau K-drama mengacu pada drama televisi di Korea dalam sebuah format miniseri yang diproduksi dalam bahasa Korea. Banyak dari drama Korea yang menjadi populer di seluruh Asia, Amerika Latin, dan negara lainnya termasuk Indonesia.

Kini mayoritas generasi muda khususnya remaja putri bahkan mahasiswi di Indonesia sangat menyukai bahkan dapat dikatakan sebagai fans berat garis keras drama Korea. Mereka bahkan sering menghabiskan waktu luang yang mereka miliki untuk menonton berbagai drama Korea hingga berpuluh-puluh episode. Kesukaan tersebut bukan tanpa alasan. Drama Korea memiliki nilai lebih dari sinetron yang ada di Indonesia.

Lalu apakah nilai lebih drama Korea daripada sinetron Indonesia?

Pertama, jumlah episode

Sinetron Indonesia kini dibuat menjadi beratus-ratus bahkan mencapai ribuan episode tidak terbatas seperti sinetron TOP yang telah disebut diatas yang mana telah menayangkan hampir 3000 episode sedangkan pada drama Korea umumnya dibuat dalam format miniseri yang terdiri dari 8 episode hingga 25 episode. Misalnya pada drama Korea Squid Game memiliki 9 episode, Nevertheless memiliki 10 episode, dan sebagainya. Dengan jumlah episode yang cukup dan tidak terlalu banyak, penonton tidak akan mudah merasa bosan.

Kedua, kualitas inti cerita

Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan, kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segitiga, kehidupan keluarga yang penuh lika-liku, dan cerita yang sedang tren pada masa itu. Adapun cerita atau genre yang diangkat pada sinetron Indonesia terkesan monoton dan terkesan dilebih-lebihkan.

Sedangkan di sisi lain, drama Korea justru menyajikan berbagai genre yang sangat menarik seperti romance, komedi, misteri, kolosal kerajaanfantasi, horor dan lain-lain. Selain itu, cerita yang diangkat pada drama Korea sangat inovatif dan mereka totalitas dalam mewujudkan cerita yang apik.

Contoh salah satu drama Korea terbaru yang viral di berbagai negara yaitu drama Korea berjudul Squid Game. Drama ini menceritakan tentang sekelompok orang yang mempertaruhkan hidup mereka dalam game berbahaya demi melunasi utang. Permainan tersebut menawarkan hadiah yang sangat fantastis yaitu ₩ 45.6 miliar. Drama ini diproduksi secara totalitas yang mana dalam setiap pengesetan shooting dibuat dengan sangat baik dan terkesan sangat nyata.

Dari beberapa penjelasan tersebut terlihat bagaimana tim produksi suatu drama Korea totalitas dalam memproduksi suatu karya agar karya yang ia ciptakan dapat disenangi banyak orang, memiliki kualitas yang baik serta pesan moral yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.

Ketiga, kualitas alur cerita

Sebagian masyarakat Indonesia beranggapan bahwa sinetron Indonesia memiliki plot cerita yang tidak logis dan skrip yang muter-muter nggak kelar-kelar . Hal tersebut bukan tanpa alasan. Episode yang terlalu panjang karena tujuan komersial semata menyebabkan pihak produksi berusaha untuk tetap mempertahankan sinetron tersebut sehingga diciptakanlah plot cerita dan skrip baru yang mana hal tersebut justru memperburuk jalannya cerita. Berbanding terbalik dengan alur cerita pada drama Korea.

Pada drama Korea, alur cerita yang disuguhkan tidak muter-muter dan jelas. Drama Korea juga berani untuk mengambil pengesetan waktu di masa lalu atau masa depan. Selain itu, beberapa drama menyajikan alur cerita yang tidak mudah ditebak. Hal tersebut otomatis membuat penonton penasaran, nyaman menonton , serta menikmati alur cerita yang ada dari awal hingga akhir.

Keempat, kualitas aktor dan aktris

Seperti yang kita ketahui bahwasannya semua aktor dan aktris baik di Indonesia dan Korea  pasti memiliki wajah yang ganteng atau pun cantik. Akan tetapi, hal yang membedakan antara sinetron Indonesia dan drama Korea yaitu kualitas akting dari aktor dan aktris.

Kualitas akting aktor dan aktris Korea sangat menakjubkan karena walaupun cerita yang dimainkan adalah cerita sederhana tetapi mereka mampu menghanyutkan jiwa penonton ketika sedih, marah, bahagia, dan lain-lain. Mereka mampu masuk ke dalam karakter yang dimainkan sehingga pesan moral dapat tersampaikan dengan baik. Berbeda halnya dengan sinetron Indonesia, kualitas akting aktor dan aktris terkadang terkesan asal-asalan, emosi kurang tersampaikan dan terkesan lebay.

Kelima, gaya berpakaian

Terkait gaya berpakaian, pada sinetron Indonesia masih belum sehalus drama Korea dan dalam penyusunan busana masih terkesan standar. Di sisi lain, gaya berpakaian dan makeup pada drama Korea lebih natural, sesuai dengan latar cerita, sangat modis dan tidak berlebihan. Hingga akhirnya selalu menjadi trendsetter gaya berpakaian bagi para penonton drama Korea di berbagai negara.

Terakhir, soundtrack drama

Terkait soundtrack drama, sinetron Indonesia biasanya hanya mengambil lagu yang sesuai dengan cerita tersebut sehingga tidak ada produksi khusus untuk lagu soundtrack yang akan digunakan. Sebaliknya, pada drama Korea memiliki soundtrack yang diproduksi khusus agar lagu tersebut sesuai dengan cerita pada drama. Selain itu, tak jarang mereka meminta kepada penyanyi atau idol terkenal untuk membuat lagu soundtrack.

Dilihat dari beberapa sudut tersebut, terlihat banyak kekurangan dan kemunduran dari sinetron Indonesia. Dengan begitu, sinetron Indonesia perlu dikembangkan dan ditingkatkan kembali terkait kualitas inti cerita, alur ,dan lain-lain. Untuk memperbaikinya, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak agar kualitas sinetron Indonesia serta minat masyarakat terhadap produk asli Indonesia meningkat.

Mari cintai produk lokal sebagai wujud cinta tanah air!