Bagi seluruh manusia di bumi ini, tentunya semua orang beresolusi untuk lebih dekat menggapai mimpi mereka dan berharap mendapat berkah di awal-awal tahun baru ini. Namun, siapa sangka kalau tahun 2020 ini malah dipenuhi dengan berbagai macam musibah, salah satunya adalah Virus Corona yang baru-baru ini telah berhasil menjadi masalah dunia yang paling merepotkan. 

Musibah virus yang awalnya bermula di Wuhan, Cina ini justru meluas hingga ke berbagai negara lainnya, dan Indonesia pun sekarang telah menjadi salah satu penyebaran virus ini.

Tentu ketika virus ini mulai menyebar, berbagai reaksi yang berbeda muncul di masyarakat. Contohnya, berbagai macam orang panik ketika mendengar penyebaran virus ini, apalagi orang yang sedang tinggal di Wuhan atau wilayah setempatnya. 

Namun, berbagai orang malah menyepelekan masalah ini dan tetap berpergian ke berbagai negara lain seperti biasa. Apalagi, orang-orang malah menganggap virus ini sebagai lelucon dengan membuat “memes” tentang kejadian buruk ini. 

Walau memang beberapa “memes” tentang Virus Corona ini memang lucu, bukan berarti bahwa kita oleh menyepelekan masalah ini. Alhasil, kurangnya kewaspadaan menjadikan Virus Corona ini menyebar kemana-mana dan akhirnya berhasil memasuki Indonesia, dan para warga yang awalnya menyepelekan pun malah panik mendengar kabar ini.

Lalu, tindakan apakah yang tepat dalam menghadapi musibah Virus Corona ini? 

Tentunya, peningkatan penyebaran Virus Corona ini sangatlah signifikan karena kurangnya kepedulian kita terhadap musibah atau bencana yang akan datang. Sebelumnya, saat virus ini masih baru-baru saja muncul di Wuhan, China, pemerintahan di berbagai negara hanya memberi solusi dengan melakukan pengecekan di bandara internasional saja. 

Paling parah yakni hanyalah dilakukan penolakan warga atau wisatawan yang berangkat langsung dari China. Akan tetapi, seperti yang kita ketahui saat ini, kebijakan-kebijakan tersebut sangatlah kurang untuk melawan penyebaran Virus Corona. 

Banyak warga China yang berhasil mengakali kebijakan tersebut dengan terbang ke negara lain selain tujuan mereka, lalu baru terbang lagi dari negara itu ke tujuan asli. Walaupun negara China saat itu telah dilakukan lockdown, tetap saja ada warga yang berhasil lolos.

Untuk Indonesia sendiri juga kurang waspada pada saat itu, walau langkah awal yang telah diambil pemerintah sudah bagus. Salah satunya yakni melakukan pengecekan di bandara serta pengkarantinaan WNI yang berasal dari Wuhan. Pengkarantinaan yang dilakukan di Natuna dan tempat karantina yang dilokasikan cukup jauh dari pemukiman merupakan tindakan yang dapat diacungi jempol. 

Karena itulah Indonesia menjadi salah satu negara yang terlambat kemasukan Corona. Sayang, karena hal itulah Indonesia menjadi kurang waspada karena pemikiran bahwa Virus Corona tidak akan bisa memasuki Indonesia.

Sedikitnya kasus diluar China saat itu dikarenakan sifat Virus Corona yang baru memunculkan gejala-gejalanya setelah beberapa hari, banyak orang yang sebenarnya sudah terinfeksi tetapi belum terdeteksi oleh mesin maupun dokter. 

Sehingga karena itulah baru sekarang ini terdapat banyak laporan Virus Corona yang tiba-tiba saja telah tersebar di penjuru dunia, termasuk Indonesia sendiri, dan karena Indonesia tidak melanjutkan tindakan secara serius dalam melawan Virus Corona. Warga pun tidak sadar bahwa mereka telah dikelilingi orang yang terinfeksi. Jadinya, kurangnya kewaspadaan serta keseriusan dalam melawan Virus Corona baru terasa akibatnya sekarang.

Melawan musibah ini dengan kewaspadaan yang sangat tinggi jugalah bukan hal yang tepat. Sebagai contoh, adalah banyaknya orang – orang yang memborong habis semua barang kebutuhan, sehingga harga barang kebutuhan melonjak tinggi. Karena banyak orang yang takut bahwa akan dilakukannya lockdown di Indonesia, seperti penutupannya toko-toko dan habisnya kebutuhan pokok sehari-hari. 

Padahal, kegiatan memborong ini sebenarnya malah memperburuk keadaan dan menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang sama, sehingga harga kebutuhan cepat habis stocknya, yang akhirnya mengakibatkan peningkatan harga secara drastis. Salah satu contoh barang yang menjadi sangat langka adalah masker, di mana banyak orang-orang memborong masker walaupun mereka tidak sakit. 

Parahnya, munculnya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mulai menimbun masker ini, lalu menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Sehingga, orang-orang yang sebenarnya butuh masker malah tidak kebagian, padahal Virus Corona sendiri tidak menyebar lewat udara. 

Untungnya, masalah ini sudah mulai diperbaiki oleh pemerintah dengan dikeluarkannya kebijakan baru seperti harga masker yang ditetapkan menjadi 2000 rupiah, disertai pengiriman suplai masker baru ke apotik terdekat.

Dengan itulah, dapat diketahui bahwa meningkatkan kewaspadaan dan bersikap tenang dalam menghadapi Virus Corona ini adalah hal terbaik yang saat ini dapat kita lakukan. Pemerintah Indonesia sendiri juga meningkatkan kewaspadaan akan musibah ini. 

Contohnya, berbagai alat pendeteksi suhu tubuh sudah di sebarkan ke berbagai tempat, seperti mall, universitas, gedung-gedung perkantoran, dan yang lainnya. Banyak juga pembatalan acara-acara seperti konser atau perlombaan untuk menghindari potensi menularnya Virus Corona. 

Beberapa universitas pun sekarang juga diganti pembelajarannya menjadi “online class”. Bahkan, ada beberapa yang langsung diliburkan dan disarankan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Untuk kita sendiri, tindakan yang dapat kita lakukan saat ini adalah dengan selalu mencuci tangan, kurangi frekuensi bersalaman atau pergi ke tempat yang ramai, makanlah makanan yang sehat, meningkatkan olahraga, dan cobalah untuk tidak sering-sering menyentuh wajah. 

Sehingga potensi penularan oleh orang–orang yang terjangkit Virus Corona di Indonesia dapat berkurang. Serta jangan lupa, ikutilah prosedur dan bersikap kooperatif bila telah terlanjur terjangkit Virus Corona, agar penyebaran lanjut dapat dihentikan.