Plastik merupakan jenis makromolekul yang dibentuk dengan proses polimerisasi. Polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (polimer atau makromolekul)

Menurut Surono (2013) merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah Karbon dan Hidrogen. Apabila terpapar panas dan tekanan, bahan yang terbentuk dari bahan polimer ini mampu dibentuk ke berbagai bentuk sesuai kebutuhan.

Seiring perkembangan IPTEK, plastik menjadi salah satu bahan baku pembuatan barang-barang publik. Penggunaan plastik di Indonesia menjadi masalah lingkungan yang ada di masyarakat. 

Penggunaan plastik dari tahun ke tahun terus meningkat karena kebutuhan masyarakat terhadap barang berbahan dasar plastik. Jika pengelolaan sampah plastik tidak dikelola dengan daur ulang yang maksimal maka, sampah-sampah plastik hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). 

bahkan sungai-sungai yang menjadi aliran bersih dapat terkena imbas dari limbah plastik. Hal ini terjadi atas tindakan mereka yang tidak sadar akan tanggung jawab. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Sampah plastik menjadi hal yang rumit dalam melestarikan lingkungan. Seiring perkembangan IPTEK, plastik menjadi salah satu bahan baku pembuatan barang-barang publik. 

Seperti contoh plastik cup yang digunakan di berbagai kedai minuman. Apalagi di zaman sekarang bisnis minuman sedang naik daun di kalangan remaja.

Plastik dan Alternatifnya bagi Coffee Shop

Seperti yang kita ketahui, sekarang ini, banyak sekali orang membangun usaha cafe atau warung kopi. Kebanyakan bisnis ini didirikan oleh pengusaha muda, dan inovasi yang di kembangkan dalam berbisnis kopi dalam bentuk usaha cafe. 

Hal ini terbilang cukup bagus dan menarik, strategi marketing yang digunakan sangat baik sekali. Namun, ada satu hal yang belum berubah dan tepatnya ini sudah seperti budaya bagi orang Indonesia, di mana menggunakan plastik dalam hal berbisnis adalah hal yang lumrah.

Mereka menemukan bahwa ini adalah cara yang mudah, tidak menyulitkan atau dalam bahasa inggris disebut convenient dan kita juga tahu sendiri bahwa bahan dari plastik ini sangat kuat dan awet untuk digunakan sebagai wadah, entah itu dijadikan tas plastik, cup minuman ataupun menjadi sedotan.

Ini memang sesuatu hal yang tepat untuk digunakan sebagai wadah maupun alat minum, tetapi ada satu hal yang perlu di ingat bahwa penggunaan plastik yang terlalu sering dapat menyebabkan penumpukan sampah plastik yang sangat banyak.

Dan kita tahu bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbanyak didunia. Melihat hal ini seharusnya kita sadar bahwa perlu dan pentingnya untuk melakukan suatu perubahan. 

Dimulai dari perubahan bisnis cafe yang menggunakan plastik sebagai wadah cup minuman plastik dan tas plastik juga sedotan yang terbuat dari plastik, menjadi ke bahan yang lebih ramah lingkungan seperti menggunakan tas dari paper bag, cup minum dari paper cup dan sedotan yang terbuat dari paper.

Ini dapat memberi sedikit perubahan dari jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh cafe-cafe yang ada di Indonesia. Setidaknya dari cara ini kita dapat mengurangi 2% dari jumlah sampah plastik yang dapat dihasilkan setiap hari nya dari industri makanan, terutama pada cafe. 

Hal ini sangat baik sekali dan untuk sebagai inovasi dari bisnis cafe, ini juga dapat menguntungkan karena paper cup memiliki desain simpel dan elegan jika digunakan sebagai cup minuman kopi dan paper bag dengan berbagai bentuk juga desain yang bisa disesuaikan.

Ini juga dapat membantu membawa perubahan pada inovasi bisnis cafe ini. Kita bisa mengambil contoh dari Cafe Starbucks yang di mana mereka sudah melakukan perubahan pada bisnis cafe dengan menggunakan paper bag sebagai wadah untuk membawa pesanan.

Cup minuman dari paper cup dan bahkan sedotan sudah berubah menjadi sedotan yang terbuat dari paper. Bahan dari paper di sini sendiri bukan menggunakan sembarang kertas namun menggunakan jenis kertas Kraft. 

Kertas Kraft ini adalah kertas yang memiliki lapisan lebih tebal daripada kertas umumnya yang berwarna putih. Kertas Kraft ini juga memiliki warna coklat yang memberikan kesan aesthetic dan tenang, cocok untuk digunakan dalam bisnis cafe yang kebanyakan menunya terbuat dari kopi. 

Bahan kertas Kraft ini juga mudah untuk didaur ulang dan ramah lingkungan. Namun, bahan ini lebih pantas untuk digunakan sebagai paper bag sedangkan untuk cup minuman dapat menggunakan jenis kertas yang sama dengan Kertas Kraft.

Namun, bedanya terdapat lapisan plastik PE atau polyethylene yang di mana ini membuat paper cup tersebut menjadi waterproof atau anti air. Walaupun masih mengandung sedikit plastik pada bahan nya, bahan ini masih aman untuk digunakan.

Selanjutnya, untuk sedotan sendiri terbuat dari bahan karton yang permukaannya halus. Sedotan dari bahan ini masih aman digunakan walaupun agak mudah untuk menjadi lunak jika terkena air.

Paper sebagai pengganti Plastik

Plastik merupakan hal yang sulit terlepas dari kehidupan kita sehari-hari, dan menimbulkan sering kali menimbulkan permasalahan. Namun, bukan berarti kita tidak ada solusi untuk hal itu. Ada banyak cara untuk mencari solusi atau memanfaatkan barang pengganti bahan plastik. 

Dengan adanya berbahan dasar paper, dapat menjadi solusi dari pengganti bahan plastik. Paper ini berbahan khusus kertas kraft, serta mempunyai banyak keuntungan. Paper ini dapat didaur ulang serta ramah lingkungan. 

Serta penggunaan paper ini aman digunakan bagi kesehatan kita. Dengan adanya solusi ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan bahan plastik.