Sering kita dengar, dalam menjalani kehidupan ini kita harus menjadi diri sendiri. 

Kita dituntut menjadi diri kita sendiri dalam menghadapi berbagai masalah, baik itu dalam pertemanan, berpendidikan, hingga hidup bersosial. Kepribadian sering dikaitan sebagai kunci kesuksesan seseorang dimasa yang akan datang.

Apa itu Kepribadian?

Kepribadian merupakan suatu pola yang relatif permanen dimiliki oleh seseorang berupa watak atau karakteristik yang memberikan konsistensi pada perilaku seseorang. 

Kepribadian dapat digambarkan sebagai sebuah data yang mengatur dan menuntun seseorang dalam berperilaku, berbicara, berinteraksi, hingga memutuskan suatu hal.

Di masa dewasa ini, sering terlintas bagaimanakah cara agar kita menjadi manusia. Manusia yang bisa menjalani kehidupan ini sesuai harapan kita, kehidupan yang dapat kita jalani dengan nyaman, kehidupan yang disekitar kita terdapat kumpulan orang yang membuat kita nyaman.

Permasalahan itulah yang sering merubah pola pikir seseorang. 

Terdapat seseorang yang rela merubah pribadinya agar mereka mendapatkan lingkungan untuk mencari jati dirinya. Terdapat juga seseorang yang tetap menjaga keorisinalan dirinya, memilah dan berhati-hati dalam memilih lingkungan.

Sejak Kapan Kepribadian terbentuk pada diri manusia?

Semakin lama seseorang menjalani hidup, semakin banyak pula hal-hal yang terjadi, dialami, dan dirasakannya. 

Kepribadian seseorang mulai terbentuk sejak dia kecil dan memulai sebuah interaksi dengan dunia. Kepribadian seseorang dapat terbentuk dari beberapa faktor, diantaranya kondisi kehidupan keluarga hingga kualitas hubungan pertemanan.

Keluarga merupakan sebuah tempat yang menjadi awal seseorang mengenal beberapa hal, entah itu kasih sayang, hingga semua permasalahan yang mengikuti dalam sebuah kata keluarga.

Seorang anak yang tumbuh dan berkembang dari keluarga yang harmonis cenderung dapat memiliki kepribadian yang sesuai dengan kondisi keluarganya tersebut. 

Sedangkan seorang anak yang tumbuh dan berkembang dari keluarga dengan kondisi yang kurang harmonis atau bisa disebut broken home bisa jadi membuat anak tersebut memiliki kepribadian sebaliknya. 

Bagaimanakah konsep dari tipe ekstrovert dan introvert? 

Kepribadian seseorang dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu ekstrovert dan introvert.

Seorang ekstrovert merupakan seseorang yang cenderung memiliki kepribadian aktif, bekerja cepat namun kurang teliti, dan lebih senang dalam bekerja kelompok.

Sedangkan, seorang introvert merupakan orang yang memperlihatkan kecenderungan sebagai seorang pendiam, mudah tersinggung, lebih suka bekerja sendiri, tidak mudah bergaul, dan memiliki intelegensi yang relatif tinggi. 

Seorang introvert umumnya akan memilih teman yang dianggapnya dapat membuatnya nyaman entah itu nyaman dalam mengutarakan pendapat, pengalaman, hingga masalah pribadi.

Termasuk tipe manakah aku?

Namun, sebutan apakah yang cocok untuk seseorang yang merasa dirinya ekstrovert namun dia juga memiliki sifat-sifat yang dimiliki seorang introvert.

Seseorang yang dalam kesehariannya hanya menghabiskan waktu dirumah, namun dia sangat ingin untuk berkelana di dunia luar. Seseorang yang mudah dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Seseorang yang sering melakukan hal-hal baik dan cenderung menghindari konflik namun terkadang juga melakukan hal-hal buruk.

Seseorang yang tidak suka memihak kepada sebuah golongan tertentu dan membenci semua bentuk perpecahan.

Seseorang yang kalau diajak main ya hayuk, namun disisi lain lebih nyaman jika sendirian.

Seseorang yang mudah diajak sebagai tempat curhat dan pintar menyimpan rahasia namun dirinya tidak tau cara untuk mengutarakan permasalahan yang ia miliki kepada orang lain.

Bila dari temem-temen memiliki kemiripan diatas, ternyata ada loh sebutan dari kepribadian yang kalian miliki itu. 

Menurut Ilmu Yunani Kuno terdapat penggolongan mengenai kepribadian manusia, dan kepribadian yang dijabarkan diatas termasuk kedalam tipe kepribadian Phlegmatis.

Phlegmatis merupakan seorang yang pesimis meski berwajah tenang, mencintai perdamaian, selalu merasa nyaman, keras kepala, selera humor rendah, sangat simpatik, mau mendengarkan, peduli dan menyenangkan meskipun pendiam, tidak mau merendahkan atau menyakiti orang lain.

Ternyata selain ekstrovert dan introvert juga terdapat tipe kepribadian lain yaitu ambievert

Carl Gustav Jung Seorang Psikolog, mengelompokan kepribadian manusia menjadi tiga yaitu introvert, ekstrovert, dan ambievert

Ambievert dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki tipe gabungan antara ekstrovert dan introvert.

Seorang ambievert cenderung mudah dalam berkomunikasi kepada semua orang entah itu dengan seorang tipe introvert maupun ekstrovert. Seorang ambievert merupakan orang yang fleksibel namun sifat pada dirinya itu mudah berubah-ubah sehingga terkesan moody.

Jadi, jika kalian memiliki kemiripan seperti yang dijabarkan tadi bisa jadi kalian merupakan seorang phlegmatis atau seorang dengan tipe ambievert. 

Diambil dari pengalaman hidup seorang remaja yang hampir menginjak dewasa, menjadi seseorang dengan tipe ambievert tidaklah mudah.

Dia sering merasa bahwa dirinya sendirian, meski dalam kesehariannya dia selalu dikelilingi oleh teman-temannya. 

Dia berusaha untuk memberikan interest terhadap semua orang, namun disisi lain tidak ada yang mengerti dengan keadaannya. Berusaha menjadi seseorang yang baik kepada semua orang entah yang membencinya ataupun tidak.   

Jangan berusaha untuk menyenangkan semua orang namun tetaplah berbuat baik kepada semua orang. 

Pesan untuk teman-teman.

Jangan paksa diri kalian untuk menjadi seseorang yang mau menampung masukan-masukan dari orang lain dengan harapan agar kalian dapat disenangi oleh semua orang. Jadilah diri kalian sendiri dan jangan lupa mengambil ilmu secukupnya saja. 

Terlalu baik tidaklah baik.

Bangun dan semangat. Semoga hari kalian bahagia selalu.