Pernah nggak sih dengar istilah quarter life crisis? dalam norma tatanan kehidupan sosial kita, usia 20 tahunan itu merupakan awal mula menjejak karir. Jadi kebanyakan mulai membanding-bandingkan nih capaian kita dengan teman atau orang lain dan ini yang sering menjadi sebab adanya quarter life crisis.

Kalau ada capaian teman yang lebih tinggi menurut standar kita, lantas bisa dengan mudah banget kita dihantam insecurity vibes. Iyekan? Seberapa sering sih kita jadi ngerasa rendah atau inferior hanya perkara perbandingan yang seringnya enggak apple to apple.

Dari case quarter life crisis ini saya jadi pingin banget mengajak kita semua buat fokus pada apa yang bisa kita lakukan biar bisa sama-sama sukses. Of course, kita bebas nentuin defenisi sukses buat kita. Intinya, dari pada terbelenggu dengan personal crisis kita, yuks fokus dengan apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

Hasil contekan dari riset  Bapak Thomas J. Stanley yang bisa kita baca lengkapnya di tulisan psychology development, ternyata ada beberapa faktor yang sangat esensial banget dalam menentukan kesuksesan seseorang. Dan beberapa diantaranya patut sekali kita coba jika dan hanya jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita.

Nah, ini yang kudu menjadi fokus kita dan pastinya harus kita biasakan dalam hidup kalau mau meraih hidup yang sukses dan bahagia terbebas dari insecurity vibes yang bikin hidup lemes dan enggak bergairah.

  • Jujur pada semua orang

Jujur guys, nilai luhur abadi yang tidak akan tergerus jaman. Tapi sadar enggak sih, mudah sekali saat ini kita bertindak tidak jujur, dan parahnya merasa baik-baik aja dengan semua itu. Coba cek, how many fake stories we made in our social media? Seberapa sering kita berbohong demi gengsi? Kita tidak hidup dengan jujur bahkan terhadap diri kita sendiri.

Mulai saat ini, coba berkata dan bersikaplah yang jujur, dalam pekerjaan, sekolah, keluarga, pertemanan, semuanya. Kalau dirasa berat, cobalah untuk diam daripada harus berkata yang tidak benar. Kejujuran akan selalu mendapat posisi terhormat dalam pandangan Tuhan dan manusia. Karena itu, sadari baik-baik betapa pentingnya sikap jujur ini. Jika kita sudah terbiasa hidup jujur, percayalah kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Sikap jujur juga akan mengundang berbagai hal baik datang dalam hidup kita. Trust me!

  • Disiplin dalam Kebaikan

Kalau ngomongin disiplin berarti ngomongin konsistensi. Karena sesuatu yang dilakukan dengan disiplin akan menghasilkan profesionalitas. Enggak peduli apapun itu. Kalau kita berdisiplin dalam melakukan kebaikan, seperti disiplin dalam pola tidur dan pola makan, maka tubuh dan pikiran kita akan jauh lebih sehat. Jika saat ini kita sudah punya pekerjaan atau hendak merintis usaha, sikap disiplin dalam menjalankan pekerjaan akan menumbuhkan profesionalisme, kita akan mampu menganalisa kendala dengan cermat, membentuk branding (baik personal maupun group) lebih kuat jika pekerjaan semua dilakukan dengan disiplin.

Ini juga bentuk komitmen dan tanggungjawab kita. Apalagi buat kalian yang lagi early 20 dan baru membangun karir, pastikan disiplin. Disiplin dari hal yang paling sederhana. Mengasah bakat dan kemampuan juga perlu disiplin. If you can do it, you can achieve success!

  • Bekerja sama dengan baik dengan orang lain

Di era sekarang ini, sekedar pinter aja enggak cukup. Kita juga perlu untuk mampu bekerja sama bersama orang lain. Yes, karena sukses itu tidak diraih sendirian. Faktanya kita butuh support system di sekitar kita. Dan itu berarti kita harus bisa membangun hubungan yang baik dengan siapapun.

Yang paling sederhana tentu saja bersikap sopan dan santun terhadap siapapun. Usahakan untuk memberi sapa duluan, menghargai pendapat orang lain walau kita tidak setuju, menegur dengan cara yang baik dan santun, jangan pernah terlalu membenci seseorang karena sesuatu yang remeh, karena bisa jadi di lain waktu kita bakal membutuhkannya. Jadi, perlakukanlah orang sebagaimana kita ingin diperlakukan. Respect other, so they will respect you. Belajarlah dari orang lain, cobalah untuk bekerja bersama-sama. Jangan egois, jangan merasa paling benar sendiri.

  • Bekerja lebih keras dari orang lain

Kamu punya mimpi jadi milyarder tapi bukan anak sultan? Tapi masih hobi marathon nonton film berjam-jam? Ayolah! Setiap orang pasti udah tau dengan pasti, kalau mau sukses kita harus kerja keras kerja cerdas. No other ways! Ini sama dengan keyakinan umum kita kalo satu ditambah satu sama dengan dua. Kisah keberhasilan Mark Zuckerberg, Thomas Edison, atau Nadime Makarim setelah melewati berbagai kegagalan dan tanpa lelah berusaha bukanlah dongeng semata. It is real! Mereka bekerja sangat keras jauh sebelum berada di top position saat ini. Ada banyak malam-malam yang mereka habiskan buat berusaha berkarya, belajar, dan berusaha. Bukan untuk asyik tidur atau bahkan nonton doank.

Semangat dan persisten mereka ini patut kita contoh jika kita mau menapaki kesuksesan serupa. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Kalo usaha kita udah maksimal paripurna, sukses pasti diraih. Jadi kalau, kita hanya menghabiskan berjam-jam hanya untuk stalking akun orang lain dan tiba-tiba feel insecure sendiri, ini saatnya kita bertobat dan menyudahi kebiasaan itu. Move on guys, waktu untuk stalking gunakan untuk melakukan sesuatu yang berfaedah untuk masa depanmu, berkarya, belajar, atau bekerja.

Kita harus bekerja lebih keras jika ingin meraih sukses yang lebih baik dari orang di sekitar. Manfaatkan setiap waktu dengan optimal. Jangan sampai your golden twenties berlalu begitu saja dan meninggalkan penyeselan kemudian.

  • Loving your career/business

Satu lagi yang bisa menjadi fokus kita di era twenties adalah mencintai pekerjaan. Kita tidak akan bisa all out atau mengupayakan yang termaksimal dari potensi kita apabila kita tidak benar-benar mencintai pekerjaan kita. Kita enggak bakal rela lembur kerja di kantor jika kita tidak senang dengan kerjaan kita, saya enggak bakal menghabiskan malam-malam saya di depan laptop untuk menulis jika saya tidak secinta itu dengan karir menulis saya. Iya seperti itu, so you have to love it.

Kalau saat ini, kita berada di karir yang tidak kita sukai. Resign, find others! Daripada kita terjebak dan terpenjara disana bertahun-tahun ke depan. Toh kita nggak akan bisa berkembang juga. Kalo misal kita udah mendapat pekerjaan bagus tapi hati kita masih belum disitu, coba renenungi lagi dan catat hal-hal baik apa yang bisa kita lakukan dengan bekerja disitu. Bisa jadi dengan menemukan hal baik yang bisa kita kembangkan di tempat kerja, kita bakal cinta dan semangat untuk bekerja disitu.

So, saat ini temukan pekerjaan apa yang kita sukai dan jalani dengan sukacita. Kerja kerasmu tidak akan terasa melelahkan karena ada cinta disitu.

Nah, stop insecure yah dalam hal apapun juga. Stop saling membandingkan karena tidak ada kehidupan yang percis sama. Setiap orang punya jalannya sendiri. Cukup fokus dan kembangkan diri kita semaksimal mungkin agar nanti tiada sesal di kemudian hari.