Berbagi sebuah pangalaman luar biasa yang pernah dilalui. Saya lulus SMA di usia 17 tahun, usia yang cukup muda dari teman-teman lainnya yang kebanyakan berusia 18 tahun. Meskipun begitu, saya tidak kalah dalam bersaing secara akademik dengan teman-teman yang lain, bahkan saya masuk ke dalam ranking 10 besar di angkatan 2014 di SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung.

Itu saja tidak cukup. Saya mempunyai tekad untuk meneruskan masuk ke perguruan tinggi negeri favorit, waktu itu pilihan saya adalah Universitas Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia dengan jurusan Psikologi.

Berbagai seleksi masuk telah saya lewati dan semuanya gagal, saya dinyatakan tidak diterima di Universitas Indonesia maupun Universitas Pendidikan Indonesia. Kemudian saya memilih untuk berhenti dulu selama satu tahun, menunggu tahun berikutnya untuk mengikuti seleksi kembali di perguruan tinggi negeri yang lain.

Satu tahun menunggu, saya putuskan untuk bekerja terlebih dulu. Saya mencoba melamar ke berbagai perusahaan maupun rumah industri dengan bermodalkan ijazah SMA dan sedikit pengetahuan tentang dunia kerja.

Pertama kali saya bekerja di sebuah tempat usaha toko online yang menjual pakaian dan saya ditempatkan sebagai pegawai staff gudang area packing barang. Bekerja sebaik mungkin agar menjadi pegawai yang baik dan layak untuk benar benar bekerja telah saya lakukan.

Saya bekerja hanya beberapa bulan di tempat tersebut. Kemudian selama beberapa minggu saya bekerja di sebuah tempat makan dengan menu utama fried chicken. Terakhir, saya bekerja di suatu tempat usaha dengan gaji yang cukup besar untuk seorang lulusan SMA, dengan job desk yang lumayan mudah dan simpel.

Bekerja dalam jangka waktu cukup lama di tempat tersebut, walaupun beberapa bulan saja sebenarnya, tetapi saya merasa betah. Meskipun saya sering bekerja sendiri, jarang sekali ditemani orang lain sebagai partner.

Saya berada di titik nyaman dalam keadaan saya bekerja. Bahkan saya terlintas untuk tidak meneruskan ke perguruan tinggi. Tapi, banyak teman masa SMA yang terus memberi masukan agar saya melanjutkan ke perguruan tinggi.

Setelah memikirkannya selama beberapa minggu, saya memutuskan untuk kembali ke tujuan awal, melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Saya memilih masuk fakultas keguruan dan ilmu pendidikan di Universitas Siliwangi. Saat itu, semua jalan untuk masuk kuliah terasa begitu dimudahkan dibanding tahun sebelumnya.

Masukan untuk adik-adik angkatan 2016 yang akan memasuki dunia yang sebenarnya, memilih bekerja ataupun kuliah, semua itu tergantung tujuan hidup kalian masing masing. Tentukan pilihannya minimal sejak sebelum kalian lulus sekolah.

Pilihan apapun itu, mau bekerja ataupun kuliah, tergantung kemauan dan tujuan hidup kalian. Yang penting kalian menjalankannya dengan ikhlas. Jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tapi terkendala biaya, jangan khawatir karena ada banyak beasiswa di perguruan tinggi. Coba saja tanyakan ke pihak sekolah kalian, karena saya pun kuliah menggunakan beasiswa.

Cobalah fokus pada tujuan dan mimpi kalian. Kuliah pun sebenarnya, buat saya, bukan berarti akan pasti sukses di masa depan. Semua itu tergantung usaha yang kalian lakukan dan tekad yang kalian miliki.