Pada 16 Oktober 2018, Anies Baswedan akan genap satu tahun memimpin DKI Jakarta. Setelah kemenangan besarnya di DKI Jakarta, tentu akan banyak sekali sorotan ke Anies dan berharap bahwa semua janji dapat terealisasi secara nyata membawa perubahan terhadap DKI Jakarta. Berikut beberapa kebijakan dan polemik yang selama satu tahun ini memimpin Ibu Kota.

1. Menutup Jalan Jatibaru Tanah Abang

Langkah Pemprov DKI Jakarta menutup Jl Jatibaru, Tanah Abang untuk lapak jualan pedagang pernah mendapat kritikan keras dari Direktorat Lalu lintas Mapolda Metro Jaya. Penutupan hanya dilakukan setengah hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat itu Kombes Halim Pagarra saat itu menolak penutupan jalan terus dilakukan karena menimbulkan kemacetan yang lebih parah pada daerah lainnya.

Karena kebijakan tersebut, Anies dilaporkan ke kepolisian daerah Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia dengan nomor: TBL/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tanggal 22 Februari 2018. Pelapor menilai keputusan mantan Mendikbud itu dinilai mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan bertentangan dengan Pasal 12 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dengan ancaman pidana 18 bulan atau denda Rp1,5 miliar.

2. Mempercantik Kota Jakarta

Tepatnya di tengah area tanah berumput yang di kelilingi jalan raya, berdiri karya seni bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Seni bambu itu diberi nama Getah Genih, seni instalasi dari bambu menambah cantik wajah ibu kota. Anies juga menata jalan di jantung Ibu Kota di Simpang Sarinah-Thamrin. Jalan protokol tersebut dilengkapi dengan jalur pedestrian lebar, zebra cross dan Yellow Box Junction (YBJ).

Namun lagi-lagi kebijakan Pemprov ada yang dikritik polisi, kali ini terkait pengecetan separator dan pembatas jalan dengan warna-warni. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf kala itu mempertanyakan maksud dan tujuan tersebut. Sebab, Yusuf mengatakan, berdasarkan aturan warna, seharusnya adalah hitam-putih. Cat warna-warni kala itu dalam momen Asian Games. Karena mendapat kritik, akhirnya dikembalikan ke warna hitam dan putih.

3. Menghidupkan kembali becak

Pemprov DKI Jakarta berencana kembali menghidupkan angkutan tradisional becak. Ide itu pertama kali diutarakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ide itu langsung ramai diperbincangkan dan menjadi polemik. Sebab, becak sudah dihapuskan dari Jakarta.

Namun Anies menyatakan pihaknya akan mengatur kebijakan pengoperasian becak di Jakarta. Dia menyebut nantinya becak tidak akan kembali di jalan protokol seperti bayangan beberapa pihak. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyatakan kebijakan itu untuk memberikan keadilan untuk seluruh warga Jakarta. Sehingga pemberian fasilitas dapat diberikan secara merata.

4. Menutup Kali Item dengan waring

Kali Item di depan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat dikenal dengan baunya yang menusuk hidung. Satu cara yang diambil adalah memasang waring untuk mencegah aroma tak sedap menyebar hingga ke Wisma Atlet. 

Namun, pemasangan waring hitam di Kali Item ini menuai pro dan kontra. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mau disalahkan. Sebab dipasangnya waring untuk mengurangi bau saat penyelenggaraan Asian Games beberapa waktu lalu.

5Menghentikan reklamasi

Kurang dari satu tahun Anies menepati janjinya mencabut izin reklamasi. Dimulai dari menarik rancangan peraturan daerah (Raperda) Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara dari Program Legislatif Daerah (Prolegda) yang akan dibahas bersama DPRD DKI pada 2018. Dengan alasan dia ingin memberikan rasa keadilan pada warga dengan adanya pembangunan di kawasan pesisir.

Setelah menarik raperda reklamasi, Anies juga kemudian meminta badan Pertanahan Nasional (BPN) menarik seluruh surat terkait reklamasi, termasuk Hak Guna Bangunan (HGB) untuk Pulau C, D dan G. Usai permintaan pencabutan HGB, Anies mengerahkan anak buahnya dari Satuan Polisi Pamong Praja ke Pulau D reklamasi. Anies memerintahkan agar tiga ratusan bangunan yang ada di sana disegel. 

Akhir perjalanan reklamasi benar-benar tamat ditangan Anies. Mantan Menteri pendidikan ini memutuskan mencabut izin 13 pulau reklamasi di pesisir utara Jakarta. Dia mengatakan proyek reklamasi hanya menjadi bagian sejarah Ibu Kota saja.

"Reklamasi bagian dari sejarah, tapi bukan bagian dari masa depan Jakarta," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (26/9

6. Menghentikan operasi Hotel Alexis

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan seluruh operasi di Hotel Alexis. Keputusan ini diambil setelah Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan mencabut izin usaha mereka.

Anies mengatakan, pihaknya telah mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) milik PT Grand Ancol Paragon. Di mana PT Grand Ancol Paragon menaungi Hotel Alexis. "Tanggal 22 Maret telah dikirimkan surat pencabutan TDUP atas nama PT Grand Ancol Hotel," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/3) lalu.

7. KJP plus bisa ditarik tunai

Anies Baswedan membuat program Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus. Jika sebelumnya KJP tidak bisa ditarik tunai, KJP plus ala Anies memberikan kemudahan bagi penerima di mana KJP Plus bisa ditarik tunai. Tarik tunai ini hanya bisa dipergunakan untuk kursus-kurus di luar sekolah, sarapan pagi bagi siswa-siswi ataupun untuk transportasi ke sekolah.

Adapun besaran KJP Plus berdasarkan tingkatannya dan porsi penarikan tunainya sebagai berikut: Siswa SD, senilai Rp250.000, dapat ditarik tunai Rp 100.000 per bulan. Siswa SMP, senilai Rp300.000, dapat ditarik tunai Rp150.000 per bulan. Siswa SMA, senilai Rp420.000, dapat ditarik tunai Rp200.000 per bulan. Siswa SMK, senilai Rp450.000, dapat ditarik tunai Rp200.000 per bulan

8. Bongkar JPO HI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat bundaran Hotel Indonesia (HI). JPO itu dinilai menghalangi pemandangan patung selamat datang. 

"Sekarang dengan JPO nanti diturunkan, semua orang yang lewat dari Jalan Thamrin ke arah Sudirman akan bisa melihat patung ini juga seperti semula," Kata Anies.

Kendati dibongkar, Pemprov DKI Jakarta telah membangun Pelican crossing. Pelican Crossing merupakan fasilitas penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Biasanya dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan lampu lalu lintas, bila tombol dipencet maka beberapa saat kemudian lampu bagi pejalan kaki diaktifkan dan menjadi hijau bagi pejalan kaki, dan merah untuk lalu lintas kendaraan.