Kamu suka menulis dan ingin berprofesi menjadi seorang penulis? Tenang, di zaman sekarang ini, lapangan pekerjaan bagi seorang penulis banyak tersedia. Dari mulai perusahaan milik pemerintah atau swasta, perusahaan yang sudah besar atau yang masih rintisan, membutuhkan jasa seorang penulis.

Jasa seorang penulis sangat dibutuhkan oleh perusahaan, terutama untuk kebutuhan konten produk ataupun untuk marketing. Kemampuan seorang penulis dalam mengolah kata-kata dapat mendukung penjualan produk atau jasa yang ditawarkan. Tak heran, profesi sebagai penulis adalah profesi yang menjanjikan.

Profesi sebagai penulis ada beragam jenisnya. Di antaranya adalah copywriter dan content writer. Jika diperhatikan sekilas, kedua profesi itu seperti sama saja, sebagai penulis. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Jadi, ya, serupa tapi tak sama gitu.

Mengenal Pekerjaan Copywriter dan Content Writer

Biar gak makin bingung, kita akan berkenalan dulu dengan apa itu copywriter dan content writer, serta apa saja tugas dan tujuan dari kedua pekerjaan ini. Seorang copywriter adalah orang yang menulis untuk kebutuhan komersial dari perusahaan, seperti membuat materi iklan, campaign, tagline atau branding.

Copywriting sendiri merupakan sebuah seni untuk menjual ide, brand atau ideologi kepada khalayak. Copywriting yang baik adalah yang dapat menggabungkan produk dan ideologi suatu merek secara bersamaan untuk menciptakan branding.

Berbeda dengan copywriter, seorang content writer merupakan orang yang menulis konten sesuai dengan permintaan isu atau topik dari perusahaan atau klien. Content writer dapat menulis untuk kebutuhan konten produk ataupun untuk mendukung marketing.

Content writing sendiri merupakan seni untuk membuat atau menciptakan sebuah konten. Penulisan konten tersebut harus selaras dengan tujuan bisnis dan pemasaran strategis agar menarik untuk khalayak.

Antara copywriting dan content writing itu memiliki keterkaitan satu sama lain. Copywriting mengungkapkan apa sebenarnya produk dan jasa yang dimiliki perusahaan, dan content writing akan menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan produk perusahaan.

Sehingga kedua profesi ini memiliki tujuan akhir yang berbeda. Copywriter menulis untuk tujuan menjual ide produk atau jasa, sedangkan content writer menulis untuk membuat konten yang bagus dan bernilai untuk membantu khalayak memahami produk atau jasa yang ditawarkan.

Bedanya gaya tulisan copywriter dan content writer

Copywriter dan content writer juga memiliki perbedaan dalam gaya tulisan. Selain karena tujuan penulisannya yang berbeda, perbedaan gaya tulisan juga dikarenakan karena media yang digunakan dalam memublikasikan karya kedua profesi tersebut.

Seorang copywriter biasanya menulis tulisan-tulisan pendek yang sifatnya persuasif. Tulisan copywriter harus memungkinkan untuk dibaca dalam waktu yang singkat, tetapi membekas. Hal itu dikarenakan tulisan copywriter akan dipajang di poster, billboard, social media ads, atau katalog produk.

Selain itu, iklan yang ada di TV atau aplikasi streaming, seperti YouTube, juga merupakan karya seorang copywriter. Kamu pasti gak asing sama branding “apa pun makanannya, minumnya…” atau “aku dan kau, suka Dan…” Kata-kata di iklan yang membekas seperti itu merupakan contoh copywriting yang sukses.

Jika copywriter hanya menulis tulisan pendek, berbeda lagi dengan content writer. Seorang content writer menulis dengan tulisan yang panjang dan detail. Tulisan seorang content writer dituntut untuk informatif, edukatif, dan menarik. Biasanya tulisan content writer tidak terlepas dari kaidah penulisan jurnalistik 5W + 1H.

Hal itu dikarenakan tulisan seorang content writer dipublikasikan di media yang memungkinkan pembacanya untuk membaca dalam waktu yang lama dan bisa dibaca kapan saja, seperti website dan blog. Selain itu, karya content writer juga dapat berbentuk script untuk acara televisi, film, video, podcast, dan lain-lain.

Skill yang dibutuhkan Copywriter dan Content Writer

Karena tugas seorang copywriter untuk membuat materi iklan atau branding, maka skill yang harus dimiliki adalah kreativitas. Seorang copywriter harus bisa menghasilkan kata-kata unik yang bisa dengan mudah diingat oleh khalayak.

Seorang copywriter juga harus memahami untuk siapa produk atau jasa ditujukan. Sehingga seorang copywriter harus dapat meriset targetnya, memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan memiliki perspektif yang luas.

Sementara itu, selain kreativitas, seorang content writer harus mampu melakukan riset terhadap apa saja yang berkaitan dengan isu atau topik yang diminta. Dengan melakukan riset dan wawasan yang luas, tulisan seorang content writer dapat terus berkembang.

Selain itu, kemampuan teknis untuk memahami kualitas SEO juga akan menjadi nilai plus. Karena dengan memahami SEO, artikel yang dibuat untuk tujuan mendukung marketing akan memiliki traffic yang bagus di mesin pencarian.

Namun, hal yang terpenting dari keduanya adalah menjaga ide agar tetap segar dan kreatif. Modal utama bagi seorang copywriter dan content writer adalah ide. Jadi banyak-banyaklah untuk melatih mengembangkan ide.

Jenjang Karier seorang Copywriter dan Content Writer

Bagi seorang copywriter atau content writer di sebuah perusahaan memiliki jenjang karier yang cukup menjanjikan. Seorang copywriter di awal kariernya akan ditempatkan di dalam tim marketing atau tim kreatif iklan. Setelah itu, ia akan berkesempatan menjadi senior copywriter atau bahkan menjadi art director.

Sedangkan, awal karier seorang content writer bergantung pada tugasnya untuk menulis apa. Jika tugasnya menulis untuk konten produk yang ditawarkan, maka ia akan ditempatkan di tim content creative. Sedangkan, jika tugasnya menulis untuk mendukung marketing produk, maka akan ditempatkan di tim marketing.

Jika performanya meningkat, seorang content writer dapat menjadi senior content writer atau menjadi senior manager di divisi content product atau divisi marketing. Tak hanya itu, seorang content writer juga dapat menjejaki karier sebagai editor.

Nah, itulah perbedaan antara seorang copywriter dan content writer. Meskipun berbeda, keduanya memiliki masa depan yang cerah. Sekarang kamu bisa menyesuaikan passion menulismu lebih cocok untuk copywriter atau content writer. Selamat memilih profesi yang kamu suka!