Malang memiliki berbagai macam destinasi wisata yang tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Mulai dari atraksi wisata buatan hingga wisata alam dapat dengah mudah ditemukan di kota yang juga terkenal dengan julukan Kota Apel ini.

Salah satu destinasi yang sangat terkenal yang juga menjadi ikon pariwisata di Malang adalah Kota Batu. Mayoritas wisatawan yang datang ke Malang menjadikan Kota Batu sebagai tujuan utama destinasi wisata yang menyajikan suasana sejuk dan segarnya udara pegunungan.

 Di sisi barat Kota Batu, terdapat sebuah desa wisata yang kini tengah naik daun dan banyak diperbincangkan. Desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Pujonkidul. 

Desa Wisata Pujonkidul saat ini tengah menarik banyak minat wisatawan karena destinasi wisatanya yang populer yaitu Cafe Sawah. Cafe yang berlokasi di Desa Wisata Pujonkidul ini dapat ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan dari Kota Batu.

Keunikan dari destinasi ini ada pada suasana serta pemandangan indah yang disuguhkan. Cafe Sawah menjadi sangat terkenal sejak pertengahan tahun 2018 dan menjadi tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. 

Cafe Sawah menjadi trend baru di kalangan masyarakat daerah Jawa Timur yang mampu mendatangkan ribuan wisatawan setiap minggunya. 

Selain keindahan alam yang di tawarkan di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul memiliki banyak atraksi wisata lain yang tak kalah menarik dari Cafe Sawah dan belum banyak diketahui wisatawan.

 Desa Wisata Pujonkidul juga menawarkan berbagai macam paket wisata live in untuk wisatawan. Paket live in yang ditawarkan juga memiliki banyak varian harga tergantung dari seberapa banyak aktivitas yang akan dipilih wisatawan nantinya.

Konsep live in di Desa Wisata Pujonkidul berarti wisatawan dapat merasakan bagaimana kehidupan desa sehari-hari dengan melibatkan wisatawan ikut beraktivitas bersama warga desa secara langsung.

Live in di Desa Wisata Pujonkidul menawarkan pengalaman dan manfaat yang akan memberikan kesan berbeda bagi wisatawan.

Desa Wisata Pujonkidul terdiri dari 3 dusun yang masing-masing  memiliki keunikannya tersendiri. Apabila wisatawan memilih paket wisata live in di Desa Wisata Pujonkidul, wisatawan akan diajak berkeliling ke setiap dusun sambil diberikan informasi-informasi penting yang terkait dengan dusun tersebut.

Berikut adalah gambaran setiap dusun dan aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan yang mengambil paket wisata live in di Desa Wisata Pujonkidul.

Pertama adalah Dusun Krajan yang menjadi pusat kegiatan wisata karena Cafe Sawah berlokasi di dusun ini sehingga mobilitas pengunjungnya sangat tinggi. 

Selain Cafe Sawah, wisatawan di sana juga dapat menikmati banyak atraksi wisata lain yang ditawarkan seperti permainan ATV, wisata air, taman bermain dan sebagainya.

Selain dapat bermain dan menikmati pemandangan pegunungan yang disuguhkan di Cafe Sawah, wisatawan juga dapat berbelanja sayur-sayuran segar dan bahkan dapat memetik sendiri sayuran yang diinginkan.

Wisatawan juga dapat memasak permen susu di pusat oleh-oleh yang ada di Dusun Krajan. Dusun Krajan juga merupakan pusat homestay yang biasa digunakan untuk menginap wisatawan live in.

Selanjutnya adalah Dusun Maron sebagai pusat produksi oleh-oleh yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai peternak sapi. Di sana juga terdapat kumpulan ibu-ibu PKK yang menjalankan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diusung oleh ibu ibu PKK setempat dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi warga desa. Di setiap halaman rumah di Dusun Maron memiliki sepetak kebun kecil yang ditanami sayur-sayuran dan buah-buahan.

Wisatawan yang datang ke Dusun Maron akan diberikan informasi mengenai jenis-jenis sayuran yang ada dan diajak untuk berkebun bersama pemilik lahan. 

Selain berkebun, wisatawan akan diajak mengujungi kandang sapi dan memerah susu sapi secara langsung. Wisatawan juga akan diajak untuk mengetahui bagaimana pemrosesan susu sapi di Koperasi Pujonkidul.

Keunikan lain yang dimiliki oleh Dusun Maron adalah  hampir sebagian besar warga di Dusun Maron merupakan keturunan asli Madura. Sehingga saat memasuki dusun ini, wisatawan akan menemukan banyak sekali warga yang mengenakan pakaian tradisional khas Madura lengkap dengan ikat kepalanya.

Terakhir adalah Dusun Tulungrejo yang dijadikan sebagai kampung budaya karena tradisi-tradisi yang ada masih dilestarikan oleh warga dusunnya. 

Warga Dusun Tulungrejo dulunya adalah masyarakat pedalaman yang tidak memiliki akses dengan dunia luar. Sehingga suasana sakral dan tradisinya masih terasa sangat kental.

Saat memasuki Dusun Tulungrejo wisatawan akan disambut dengan keunikan bangunan rumah warga yang hampir seluruhnya beraksen bambu. Wisatawan dapat menikmati tarian-tarian yang disajikan oleh warga setempat sebagai bentuk sambutan terhadap tamu.

Wisatawan juga dapat membuat topeng yang akan diajarkan oleh pemangku adat Desa Tulungrejo. Di sana wisatawan juga dapat memainkan permainan jaman dulu seperti papan seluncur dari kayu dan egrang.

Dengan mengambil paket wisata live in, wisatawan benar-benar dapat merasakan pengalaman baru yang menarik bersama penduduk asli Desa Wisata Pujonkidul. Wisatawan akan diajak berkeliling ke setiap dusun dan diberikan penjelasan serta dapat mempraktikkan langsung setiap kegiatan yang dilakukan. 

Menarik bukan? Live in di Desa Wisata Pujonkidul dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi liburan akhir tahun nanti.