Mahasiswa baru memiliki banyak masalah dan keperluan yang harus diatur. Masyarakat memandang mahasiswa sebagai seseorang yang sudah dewasa, sehingga dapat mengatur hidup sendiri. Mahasiswa sering mengalami masalah dalam mengatur pengeluaran keuangan saat kuliah.

Mahasiswa terkadang kalap mata dengan membeli hal-hal yang tidak diperlukan terutama bagi mahasiswa rantau jauh dari tempat tinggal. Mereka yang merantau sulit me-manage segala kebutuhan pribadi dan kuliahnya karena mereka memiliki lebih banyak pengeluaran keuangan daripada mahasiswa yang tinggal dengan orang tuanya.

Manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan keputusan pengelolaan keuangan dan aset keuangan (dikutip dari Wikipedia). Mahasiswa dituntut untuk sepintar mungkin dapat memanajemen keuangannya agar terus hemat. Mereka harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Mahasiswa dapat me-manage keuangan dengan menyeimbangkan antara pemasukan serta pengeluaran dengan baik. Mereka harus menghindari masalah yang mengakibatkan banyaknya pengeluaran yang dikeluarkan.

Masalah keuangan yang sering ditemui mahasiswa dalam memanajemen uang yaitu seringnya nongkrong dengan teman di cafe. Mereka yang sering nongkrong dianggap membuang-buang waktu karena melakukan hal yang tidak bermanfaat. Selain itu, nongkrong juga memiliki dampak sosial yang positif. 

Kita dapat bertemu teman, bertukar pikiran, menambah relasi, dan menyegarkan pikiran dari segala jenis masalah. Mahasiswa perlu mengatur waktu dan memperhatikan perilaku konsumtif saat nongkrong agar menghemat pengeluaran.

Mahasiswa kerap membeli hal-hal yang tidak dibutuhkan, dengan alasan barang yang lucu, menarik dan tidak memikirkan jangka panjang kegunaan barang tersebut.

E-commerce yang memudahkan para mahasiswa untuk berbelanja juga menjadi salah satu alasan pengeluaran keuangan yang boros. Mahasiswa dengan mudah menghabiskan pengeluaran uangnya dengan melihat-lihat apa yang lucu dan menarik dilihat, lalu di-check out dengan praktis dan cepat melalui e-commerce

Mahasiswa juga kerap dihadapkan dengan tugas-tugas kuliah yang tidak jarang menghabiskan uang yang cukup banyak karena harus dicetak dan diberi kover. Setiap mahasiswa rata-rata mengelola keuangan pribadinya belum cukup baik.

Mereka akan terjebak dalam berbagai macam kesulitan keuangan. Hal tersebut membuat keuangan mahasiswa berantakan terutama bila sudah akhir bulan. 

Kemampuan pengelolaan keuangan harus dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Mereka bisa meminimalisasi perilaku konsumtif yang dapat menjadi bekal hidup pada masa depan dengan melakukan pengelolaan keuangan. Mereka dapat melakukan tips dan trik mengelola keuangan di masa perkuliahan.

Pertama, mahasiswa dapat mencatat setiap pengeluaran sehari-hari selama sebulan penuh. Bon-bon belanja dikumpulkan agar memudahkan dalam melakukan pencatatan. 

Hal tersebut menjadikan mahasiswa tahu perhitungan biaya yang dibutuhkan setiap bulannya. Mencatat pengeluaran juga membantu mahasiswa belajar untuk disiplin dalam mengeluarkan biaya.

Kedua, memisahkan sedikit uang untuk ditabung setiap harinya. Menabung dilakukan dengan cara menyisihkan sedikit uang saku sehari-hari secara konsisten setiap bulannya tetapi tidak menjadikannya beban. 

Mahasiswa menabung sedikit uang dari hasil yang didapat untuk digunakan sebagai simpanan bila sewaktu-waktu ada kebutuhan yang mendesak. Dengan menabung juga dapat membiasakan mahasiswa untuk belajar hidup hemat dan dapat digunakan untuk investasi kecil-kecilan, seperti membeli printer agar tidak perlu keluar untuk menge-print tugas.

Ketiga, mahasiswa juga bisa meminimalisasi pengeluaran yang kurang penting, dengan mengutamakan biaya yang bersifat prioritas terlebih dahulu. Mereka sebaiknya tidak terlalu sering nongkrong di cafe dengan teman. Mahasiswa yang terlalu sering nongkrong dapat menyebabkan keuangannya mengalami godaan. Hal tersebut berakibat merusak pengelolaan keuangan yang sudah dibuat.

Kempat, mahasiswa dapat mencari pekerjaan sampingan atau part time ringan dan tidak membebani. Mereka  meluangkan sedikit waktunya untuk melakukan freelance dengan menulis artikel atau berita di portal daring atau media sosial.

Hal tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa karena secara tidak langsung karena mereka banyak membaca referensi untuk bahan tulisannya. Mahasiswa menjadi lebih produktif dan mendapat penghasilan untuk menambah simpanan keuangannya. Hal itu menjadikan pengelolaan keuangan mahasiswa akan teralokasi lebih bagus.

Kelima, mereka dapat menerapkan metode budget jar untuk me-manage keuangannya. Budget jar merupakan membagi-bagi uang menggunakan stoples, amplop atau barang yang lain untuk menyimpan uang sesuai dengan kategori yang dibutuhkan. Mahasiswa bisa mengatur apa yang diperlukan untuk kebutuhan prioritas, untuk memberi treat diri sendiri, dan bisa juga untuk ditabung. Keuangan mahasiswa akan tertata, tidak tercampur-campur lagi, dan meminimalisasi perilaku boros.

Pengelolaan keuangan oleh mahasiswa rantau pada masa perkuliahan sangat penting untuk dilakukan. Mereka dapat menyimpan uang untuk digunakan jika terdapat keadaan genting yang tidak terduga dengan mengelola keuangan.

Mahasiswa yang boros dapat mengelola keuangan dengan baik dan benar agar terbiasa untuk berhemat. Mereka dapat belajar mengutamakan apa yang menjadi prioritas kebutuhan terutama dalam hal keuangan. Mahasiswa bisa berpikir apa saja hal-hal yang penting untuk dibeli serta berpikir kegunaan jangka panjang barang yang dibelinya.