Siapa yang tidak kenal dengan Online Shop? Di mana barang-barang yang kita inginkan mudah ditemukan melalui Smartphone kita. Seperti yang kita ketahui, Online Shop di Indonesia ada berbagai macam. Mulai dari Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya. 

Mereka menyajikan promosi, serta menjual barang dengan harga yang murah. Hal itu membuat para pelanggan menjadi bingung memilih ketiga marketplace ini.

Menurut saya, Marketplace di Indonesia semuanya bagus dan aman dalam segala aspek. Namun, saya membandingkan dengan promosi yang dilakukan marketplace tersebut sehingga bisa menjadi acuan, mana yang menurut saya lebih baik. 

Salah satunya ialah sistem "Flash Sale" yang menjadi salah satu metode efektif untuk menurunkan persediaan barang dengan kurun waktu yang sangat cepat.

Dengan adanya Flash Sale ini, semakin banyak omzet yang akan didapatkan oleh penjual, dan terjadi peningkatan transaksi dari konsumen. Lalu, apakah setiap marketplace atau e-commerce ini memiliki strategi yang sama, atau berbeda?

Perbandingan Strategi Promosi Antar Marketplace

Shopee dalam promosi-nya menyajikan sebuah Flash Sale, harga barang yang dijual sebelumnya mahal menjadi murah dengan batas waktu tertentu. Namun, dengan adanya Flash Sale bukan berarti strategi promosi mereka itu saja, ada namanya penjualan tanggal dan bulan, seperti 12.12. 

Mereka bekerja sama dengan brand ternama, dan menjual harga barang dengan diskon yang sangat besar. Hal inilah yang dapat menarik perhatian para pelanggan. 

Shopee juga berkolaborasi dengan artis dan atlet dunia, seperti Cristiano Ronaldo. Selain itu, mereka menggunakan Brand Ambassador, yakni  Joe Taslim, bahkan aktor terkenal Jackie Chan juga turut menjadi brand ambassador dari Shopee.

Tokopedia pun sama seperti Shopee, mereka juga ada "Traktiran Pengguna Baru" di mana mereka memberikan barang secara gratis kepada pengguna, atau pelanggan baru. Lalu, ada "Kejar Diskon Spesial" yang sama seperti Flash Sale pada umumnya. 

Selain itu, ada juga "WIB" (Waktu Indonesia Berbelanja) di mana mereka memberikan diskon kepada pelanggan melalui potongan harga yang cukup fantastis dengan brand-brand terkenal. Tokopedia juga mempunyai Brand Ambassador yang memiliki fans di mana-mana, yaitu Blackpink dan BTS.

Lazada juga tidak mau kalah nih, mereka pun memberikan Flash Sale kepada pelanggan mereka. Selain itu, mereka sering memberikan potongan harga yang cukup fantastis, dan membuat event yang sama seperti Shopee, yakni 12.12 atau tanggal kembar. Seperti biasanya, mereka akan memberikan diskon besar-besaran agar menarik konsumen mereka.

Adapun strategi dalam bisnis mereka ada dua, yakni Business to Consumer (B2C) di mana Lazada menarik perhatian konsumen dengan barang yang dijual di marketplace, tapi dengan harga yang sangat ramah. 

Selain itu, ada Business to Business (B2B) di mana pihak Lazada bekerja sama dengan perusahaan lain dalam meluncurkan produk, atau barang mereka ke Lazada. Tak kalah saing dalam mempromosikan barang, Lazada juga mempunyai Brand Ambassador, yaitu Lee Min Ho, Hyun Bin, dan Agnes Monica.

Target Pasar Jawara Marketplace di Indonesia : Shopee, Tokopedia, dan Lazada

Dari riset yang dilakukan oleh Kredivo dan KIC, menunjukkan bahwa transaksi di e-commerce itu lebih banyak dilakukan oleh perempuan, dibandingkan pria meski secara nilai lebih kecil. 

Jadi, shopee di sini menargetkan pemasarannya pada wanita, maka dari itu Shopee fokus pada kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan dengan wanita, seperti produk kecantikan dan fashion.

Namun, tidak hanya Shopee, target pasar Tokopedia saat ini masuk dalam usaha kecil menengah (UKM). Tokopedia di sini bertujuan membantu para pebisnis UKM dalam memasarkan produk yang mereka miliki. 

Sedangkan target pelanggan Tokopedia ada dua, yaitu penjual yang ingin menjual barang melalui marketplace tanpa biaya, dan pembeli yang memiliki rutinitas padat dan suka berbelanja seperti itu.

Adapun Lazada, sedikit berbeda dengan Shopee dan Tokopedia, Lazada memiliki target pasar yang lebih luas meliputi kebutuhan bayi hingga orang tua, karena Lazada memiliki ribuan pilihan produk dengan kategori yang bermacam-macam. 

Maka mereka menargetkan pemasaran dari anak remaja, ibu rumah tangga hingga orang-orang yang sudah tua. Dengan ini, Lazada akan sangat membantu dalam mencari kebutuhan sehari-hari.

Flash Sale, Gratis Ongkir, Voucher Diskon hingga Cashback : Strategi Utama Mempermainkan Psikologis Pembeli

Pengaruh Flash Sale pada permintaan konsumen memang sangat meningkat pesat. Jika saya lihat di kondisi nyata, harga-harga memang dipangkas jauh dari harga normal yang membuat orang-orang menjadi sangat tertarik untuk memiliki barang tersebut. 

Jika  dikaitkan dengan teori ekonomi, salah satunya yaitu hukum permintaan, di mana saat harga turun maka permintaan pun naik dan saat harga naik permintaan pun turun.

Dengan adanya Flash Sale ini juga, terdapat permainan psikologis yang bisa memerangkap mereka, karena penawaran harga yang jauh dari biasanya terus mendesak mereka untuk harus membeli barang itu juga sebelum waktunya berakhir. 

Bukan sebatas itu, Flash Sale di berbagai marketplace tidak akan menghapus berbagai produk yang habis terjual, dan tetap menampilkannya. Namun, sudah diberi label sold-out.

Nah, kondisi inilah jika mereka gagal untuk mendapatkan produknya, bisa membuat mereka berpikir untuk mendapatkan produk itu seandainya jika lebih cepat. Pada akhirnya, mereka menunggu kesempatan Flash Sale selanjutnya.

Alasan menggunakan timing tersebut karena strategi pemasaran Flash Sale memang dibuat seperti itu, agar lebih mudah memengaruhi konsumen untuk bisa cepat membeli barang tersebut tanpa berpikir panjang lagi. 

Dengan memberi batasan waktu yang singkat atau diskon yang hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu, seperti event-event bulanan tentunya akan memperbanyak pembeli. 

Melalui Flash Sale ini, konsumen atau pembeli akan tertarik pada situs atau aplikasi jualan online tersebut. Apalagi diskon yang diberikan gila-gilaan, seperti Shopee yang membuka Flash Sale pada 12 Desember (event 12.12).

Dengan contoh itu, pembeli akan meningkat pesat pada event-event tertentu, dan tentunya konsumen pun akan menggunakan aplikasi-aplikasi yang memiliki banyak event seperti Flash Sale, selagi menunggu event-event atau Flash Sale yang akan datang.

Begitulah permainan-permainan dari beberapa marketplace, agar menjerat konsumen untuk bisa membeli barang-barang tersebut. 

Ketiga marketplace tersebut pada intinya sama dalam memikat konsumen, yaitu dengan pengurangan harga dalam waktu yang singkat, gratis biaya kirim, hingga voucher-voucher lainnya yang menarik. Walaupun begitu, mereka sudah memiliki target pasar, dan segmentasi pasarnya masing-masing.