Freelancer
1 bulan lalu · 10630 view · 3 min baca menit baca · Politik 29128_33767.jpg
Okezone

Serangan Mematikan Kubu Prabowo di MK

Ada hal menarik dan menakjubkan yang akan disajikan oleh kubu Prabowo-Sandi saat sidang di Mahkamah Konstitusi nantinya. Banyak juga nyinyiran dan juga tindakan meremehkan oleh para ahli hukum tata negara maupun ahli lainnya serta netizen maupun masyarakat terhadap bukti yang mereka ajukan.

Sekitar 51 (lima puluh satu) bukti mereka ajukan dalam permohonan gugatan di MK waktu lalu. Para politisi maupun tim hukum mengatakan itu masih permulaan. Akan ada bukti lainnya yang akan membuat rakyat tercengang.

Sebagaimana anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo, mengatakan, "Kemarin kita di-bully, 51 alat bukti yang kami maksud itu pengantar. Itu hanya pengantar sebagai prasyarat kita bisa mendaftar," ucap Nicholay di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (29/5). 

"Pada saat pembuktian di persidangan, teman-teman lihat sendiri. Pasti akan tercengang," lanjutnya (CNN Indonesia, 29/5).

Pernyataan ini akan begitu kita nantikan. Tim hukum dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga tim hukum pihak terkait, yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin, pun harus bersiap-siap untuk tercengang. 

Tim hukum Prabowo-Sandi tentunya akan membuat kejutan yang mungkin akan dapat mengubah pikiran dan putusan MK untuk memenangkan pemohon atau Prabowo-Sandi dalam gugatan hasil pemilihan umum tersebut. Kita tak tahu dan tak boleh meremehkan mereka. Hukum di Indonesia dibentuk untuk keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi semua. 


Hukum tak boleh diintervensi karena hukum lahir di negeri ini untuk mengatur tingkah laku dan tindakan masyarakat demi terciptanya ketertiban dan keamanan. Jadi, MK adalah lembaga hukum yang diamanatkan untuk menciptakan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan tersebut.

Jadi, MK akan membuat putusan sesuai fakta persidangan dan bukti yang valid demi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan. 

Jika tim hukum Prabowo-Sandi mampu membuktikan kecurangan hasil pemilu tersebut melalui bukti-bukti yang ada, melalui bukti yang menunjukkan kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif) yang ada di tiap TPS yang dapat mengubah hasil pemilu, maka bisa jadi gugatan pemohon akan diterima.

Apalagi bila tim hukum Prabowo-Sandi bisa melampirkan bukti formulir C1 yang telah terverifikasi, mulai dari TPS hingga provinsi. Ditambahkan adanya saksi, petunjuk, dan ahli, maka bisa jadi MK akan memenangkan mereka.

Memang, MK tidak punya kewenangan untuk mendiskualifikasi pasangan yang unggul, yakni Jokowi-Ma’ruf Amin, karena memang hal tersebut bukan kewenangan MK. Bisa jadi adanya pemilu ulang di berbagai daerah atau membatalkan hasil pemilu oleh KPU dan banyak hal yang bisa kita nantikan bersama.

Kita menantikan saja bukti yang mencengangkan tersebut. Apakah itu hanya gertak sambal atau omong kosong belaka atau memang betul-betul terjadi kecurangan TSM tersebut. Semua pihak harus menantikan serangan tim Prabowo-Sandi di MK.

Bermimpi?

Pertanyaannya adalah, apakah tim hukum Prabowo-Sandi bermimpi di siang bolong untuk memenangkan gugatan di MK? Apakah yang mereka katakan akan mengajukan bukti mencengangkan saat sidang di MK dimulai akan benar adanya? Patut kita nantikan bersama. 

Apa pun itu, kita biarkan saja tim hukum Prabowo-Sandi memimpikan sebuah kemenangan dengan menggugat di MK.

Bagaimanapun, setiap orang boleh bermimpi. Namun, menjadi pertanyaan juga buat kita apakah mereka dapat memenangkan gugatan hasil pemilu, di mana keunggulan Jokowi-Ma’ruf Amin berjarak sekitar  16 juta suara? Apakah bukti yang akan diajukan oleh Prabowo-Sandi dapat mengubah hasil pemilu itu?

Itu adalah hal realistis yang dipikirkan oleh tim hukum Jokowi-Ma’ruf dan KPU bahwa tim hukum Prabowo tak akan sanggup membuktikan kecurangan, di mana selisih suara yang begitu jauh. Oleh karena itu, tim Jokowi merasa meremehkan tim hukum Prabowo karena sulit membuktikan kecurangan dengan selisih suara yang jauh itu.

Tak memungkinkan mimpi dari Prabowo-Sandi untuk menang di MK akan terjadi. Sejauh pengalaman yang ada, gugatan pilkada maupun pemilu yang berjarak selisih suara jauh minim menang di MK. 


Karena itulah saya berpikiran bahwa kejumawaan dari pihak terkait, yaitu tim Jokowi-Ma’ruf Amin terhadap gugatan tim hukum Prabowo-Sandi akan ditolak.

Namun, sidang belum dimulai, maka hindarkan budaya saling meremehkan. Tunggu saja sidang akan berlangsung dan kita saksikan bersama opini yang dibangun dalam gugatan dan bukti akurat lainnya yang dapat memengaruhi hati nurani dari hakim MK.

Kemenangan dalam sidang bisa terjadi. Semuanya tak bisa kita prediksi, kawan. Lembaga hukum seperti MK punya kewenangan penuh dalam memutus dan memenangkan pihak yang berperkara. Bisa jadi mimpi kemenangan dari tim hukum Prabowo-Sandi terwujud dan tim Jokowi-Ma’ruf akan menangis.

Kita saksikan bersama serangan mematikan tim hukum Prabowo-Sandi dengan bukti akurat yang akan disajikan di MK. Untuk saat ini, jangan terlalu remeh dengan gugatan tim Prabowo-Sandi. Sebaiknya, siapkan dalil-dalil yang dapat mematahkan opini yang dibangun tim Prabowo-Sandi tersebut.

Pihak termohon juga perlu membawa bukti juga untuk mematahkan bukti mencengangkan tersebut. Jika tidak siap melawan pemohon, maka bersiaplah untuk tersungkur.

Artikel Terkait