Banyak hal tentang filsafat kemerdekaan berpikir lahir dari para pegiat petualangan alam bebas, termasuk atlet segala medan asal Spanyol, Kilian Jornet. Mulai dari alpinisme klasik yang dikembangkan oleh Reinhold Messner hingga alpinisme modern yang dikembangkan oleh Kilian Jornet dan kawan-kawan. 

Kemerdekaan berpikir merupakan kemampuan untuk mempertimbangkan segala sesuatu secara jernih dan mandiri. Bebas dari tekanan apa pun ketika mempertimbangkan pilihan maupun tindakannya. Tentunya juga bebas dari paksaan moral tradisi ataupun agama, ketika mempertimbangkan keputusannya dan jalan hidupnya. 

“Jornet is not normal, my mission is to make Kilian tired. Always, I was tired, but Kilian, no.”

Pengakuan sang ibu di atas cukup mewakili semangat perjuangan kemerdekaan rakyat Catalan, atau umumnya dikenal sebagai Catalunya, sebuah negara yang berusaha merdeka di Semenanjung Iberia dari intervensi Pemerintahan Madrid. Semangat separatis itu senapas dengan petikan Kilian Jornet: 

‘’To be free is no following no one. Get used to pain.”

Perjuangan tak lepas dari rasa sakit dan kemandirian serta kekuatan keyakinan berdiri di atas kaki sendiri. Sebagaimana rivalitas Real Madrid versus Barcelona yang selalu membawa semangat kemerdekaan separatis. 

Dalam sejarahnya, Catalonia atau Catalunya adalah wilayah independen Semenanjung Iberia yang terletak di antara Spanyol dan Portugal, dengan bahasa, undang-undang, dan kebiasaannya yang berbeda.

Catalonia merupakan daerah terkaya di Spanyol yang menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol. Sedang Madrid hanya 17,6 persen. Dengan produk domestik bruto sebesar US$ 314 miliar menurut perhitungan OECD, menjadikan ekonomi Catalonia terbesar ke-34 di dunia yang akan mengalahkan Hong Kong dan Portugal. 

Sedang PDB per kapita akan menjadi US$ 35.000 juga akan membuat Catalonia lebih kaya daripada Korea Selatan, Israel atau Italia. Tak pelak lagi, kontribusi Catalonia terhadap ekonomi Spanyol dua kali lipat dari Skotlandia kepada Inggris. Wajar saja Madrid mati-matian mempertahankan Catalan. 

Semangat separatis Catalan sepertinya diabadikan dan dilestarikan oleh Kilian Jornet Burgada, seorang atlet segala medan (all terrains human) yang cukup mencengangkan dunia petualangan alam bebas.

Lahir dari keluarga Catalan, Jornet dibesarkan di daerah Pyrenees, Spanyol, sebuah pegunungan dengan ketinggian 6.500 kaki. Bakat alami ini membuatnya mampu mendaki Gunung Everest sebanyak dua kali hanya dalam seminggu tanpa bantuan tabung oksigen dan peralatan lainnya. 

Sebagaimana pendahulunya, Reinhold Messner, dengan khas bakat alami, Jornet mampu membawa roh kebebasan alpinisme yang terus gemilang memberikan inspirasi dan semangat kepada pendakian modern dan kegiatan petualangan alam bebas beserta doktrin-doktrinnya. 

Hanya dalam delapan tahun, Jornet telah memenangkan lebih dari 80 pertandingan, serta meraup sekitar 16 gelar. Jornet mampu mencetak setidaknya selusin rekor kecepatan dan berhasil melintasi seluruh daratan Corsica dan pegunungan Pyrenees, hampir tanpa jeda!

Alpinisme klasik yang dibawa oleh Reinhold Messner secara etimologi berasal dari “alpinist” yang berarti orang yang berada di pegunungan Alpen. Kata ini berkembang, yaitu keinginan untuk berusaha menjadi sesuatu yang baru, atau gagasan baru dan atau setiap hari seorang alpinis harus selalu berusaha untuk mengambil bentuk-bentuk inovasi, rencana, serta cita-cita yang terus-menerus diuji berkali-kali untuk mendapatkan hal yang bermanfaat.

Alpinisme modern yang dikembangkan oleh Jornet berbasis pada pengembangan ketahanan manusia hingga di luar batas dan mampu beradaptasi di  medan apa pun dengan alat yang minimal.

Ketika lahir dan dibesarkan di ketinggian sebuah daerah pegunungan, seseorang cenderung memiliki volume darah yang lebih tinggi dan jumlah sel darah merah. Hal ini erat kaitannya dengan kapasitas pembawa oksigen. Inilah kunci alami para manusia super di jalur-jalur pacu pendakian dan trek lari.

Begitu pun Jornet, ia mempunyai daya tahan yang luar biasa. Hal ini diteliti oleh Stacy Sims, seorang peneliti di Stanford yang memegang gelar doktor dalam bidang olahraga, ilmu fisiologi dan gizi. 

VO2 maks Jornet adalah 89,5 - merupakan salah satu rekor tertinggi. Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh Daniel Brotons Cuixart, spesialis olahraga di Universitas Barcelona.

Jornet mampu berlari dengan mudah selama delapan jam tanpa air minum. Secara teratur pula, berlari sepanjang hari hanya dengan energi dari makan buah beri liar serta minum air dari sungai. 

Dengan berbagai filosofi gunungnya, Kilian Jornet produktif membuat tulisan-tulisan segar dalam bukunya tentang alam dan semangat kebebasan. Kilian Jornet cukup menarik kekaguman dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. 

Menurut pandangan alpinisme modern, pendakian gunung adalah kembali ke bentuk tradisional. Artinya, menikmatinya dengan bantuan alat yang minimal. Hanya dengan cara itulah mendaki gunung menjadi sah bagi Kilian Jornet. Filosofinya mirip sekali dengan pendahulunya, Reinhold Messner. 

Filosofi alpinisme modern lainnya adalah tentang separatisme dalam sebuah persaingan. Bagi Jornet, bersaing dalam mendaki gunung adalah hal yang tak masuk akal. Itulah mengapa dia tidak mempersoalkan hal yang berbau rekor. 

Inti dari separatisme alpinis modern terletak pada bagaimana kemajuan penerapannya. Kilian Jornet telah mendorong tubuhnya melampaui garis batasnya, sudah terbiasa menderita banyak luka serta mampu menerima dan menghadapi risiko besar

Bagi Jornet yang terpenting adalah menghormati satu sama lain. Serta banyak bersyukur ketika memiliki kesempatan dan kemungkinan untuk menghabiskan sisa umur dengan napas-napas kemerdekaan dan kebebasan berpikir.