Mahasiswa
6 bulan lalu · 42 view · 3 menit baca · Olahraga 14927_67179.jpg
kiblat.net

Sepakbola Berdarah

Mengapa Kekerasan ini Terus Terjadi?

Baru baru ini dunia sepakbola tanah air sedang ramai dibicarakan akibat adanya pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum supporter PERSIB Bandung yang menyebabkan terbunuhnya seorang supporter PERSIJA Jakarta (Haringga Sirla, 23 tahun). Pengeroyokan terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( GBLA ) Bandung, minggu (23/9/2018).

Pengurus The Jak Mania, telah memverifikasi bahwa benar adanya Haringga merupakan anggotanya yang datang dari Jakarta ke Bandung untuk menyaksikan laga tersebut.

Setibanya di Bandung korban dijemput temannya dan pergi ke stadion menggunakan sepeda motor. Namun baru saja masuk Kawasan GBLA, korban terkena penggeledahan/ razia yang dilakukan beberapa oknum Bobotoh(sebutan pendukung PERSIB Bandung)  dan ditemukan korban tercatat dalam KTP merupakan warga Jakarta. Melihat KTP Haringga, beberapa oknum Bobotoh langsung meneriakinya sebagai Jakmania. Padahal, kala itu Haringga tidak memakai atribut Persija satupun.

Setelah itu Haringga dikejar oleh para Bobotoh dan sempat meminta tolong saat dikejar, bahkan kepada tukang bakso. Namun naas aksi anarkis para pendukung Persib tidak terelakkan.

Korban diketahui dipukul memakai balok kayu, piring, dan botol dengan bertubi-tubi. kejadian ini berlangsung di area parkir gerbang biru

Sudah diumumkan tertangkapnya keenam pelaku oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/10/2018). Para pelaku berinisisal A (21) , S (17), TD (16) , AF (16), K(16) , dan AP (15). Lima diantaranya masih dibawah umur.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi? 

Jika kita lihat dari sisi hukum maka para pelaku bisa dipidana atas dasar penganiayaan, yang diatur dalam Bab XIX kejahatan terhadap nyawa pasal 338 hingga 350 KUHP. Khususnya dalam kasus ini pasal 338,339,340 paling lama pidana seumur hidup atau dua puluh tahun penjara.

Melihat beratnya hukuman yang telah tertulis, mengapa tindak kekerasan dalam laga sepak bola tetap terjadi?

Menurut Akmal Marhali, selaku Koordinator Save Our Soccer #SOS “ini  bukan kejadian petama dalam sepakbola Indonesia. Hukuman yang tidak tegas selama ini dan terkesan tebang pilih dijadikan para pelaku sepakbola untuk mengulanginya”

Save Our Soccer (SOS) melaporkan, bentrok antara Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu meninggalkan duka. Sejak 2012, Haringga merupakan Supporter yang tewas ketujuh akibar rivaltas penuh gengsi kedua supporter klub ini.

Sepak bola adalah sportivitas, mengakui kekalahan, menerima keputusan wasit, memberi banatuan kepada lawan bertanding. Semangat boleh memanas, tapi pikiran harus tetap dingin.

Kondisi sepak bola Indonesia sebenarnya sedang terpuruk, seharusnya ini menjadi saat yang tepat untuk membenahi elemen elemen dalam sepakbola, baik itu para pemain atau klub dan juga supporter. namun belakangan ini dengan kasus meninggalnya Haringga, dan juga kasus kasus lainnya yang pernah terjadi akibat gesekan gesekan antar mereka, sepertinya Indonesia masih jauh untuk menjadi supporter ideal.

Contoh paling ideal adalah adalah klub liga Inggris, mereka sangat fanatik terhadap klub sepakbola, namun fanatisme itu bukan alasan bagi mereka untuk berbuat anarkis, mereka tahu betul dampaknya karena mereka berpikiran panjang. Fakta mengejutkan lain, dalam liga pertandingan sepakbola di Inggirs sama sekali tidak ada pagar antara tempat duduk penonton dengan lapangan stadion, semua orang bisa masuk dan menghampiri pemain lawan dan berbuat anarkis. Namun nyatanya tidak ada bukan?

Berikut adalah faktor faktor mengapa supporter Indonesia sering berbuat anarkis yang sudah saya ringkas.

Pendidikan tidak memadai

Jika mereka punya pendidikan yang memadai, mereka akan bepikir dengan pikiran dan pandangan yang baik bagaimana caranya mendukung klub sepakbola yang mereka sukai dengan benar, tidak berbuat semaunya. ini adalah salah satu faktor yang nyata dijumpai dalam setiap pertandingan sepak bola bahwa kebanyakan supporter adalah dari kalangan tidak berpendidikan.

Fanatisme buta 

Dari fanatisme yang berlebihan ini akan muncul perilaku perilaku yang menyimpang dari agama, seperti rela mati demi klub sepakbola dan contoh contoh dampak negatif lainnya. Dampak dampak negatif inilah yang muncul dalam pikiran para oknum bobotoh yang menganiyaya Haringga hingga tewas.

Sikap primordialisme 

Sebuah penelitian di jurnal Evolution & Human Behaviour menunjukkan, kericuhan yang sering dilakukan oleh supporter tim sepak bola disebabkan karena adanya ikatan sosial serta keinginan untuk saling melindungi antar pendukung lainnya.

Ikatan sosial ini bisa memiliki dampak positif dan negatif. Dampak negative nya merupakan munculnya sifat primordialisme.

Apa itu Primordialisme? Primordialisme merupakan suatu ikatan sosial yang berlebihan yang diberikan individu/oknum kepada kelompoknya. Karena ikatan sosial yang diberikan berlebihan ini, mereka merasa bahwa tidak ada yang lebih baik dari kelompok mereka. Apalagi, ketika melihat anggota dari kelompok lawan, mereka langsung menganggap bahwa dia adalah musuh yang harus dihabisi.