Brazil begitu menggilai sepak bola. Bukan hanya di rumput hijau, warga Brazil juga sering memainkan sepak bola di pantai. Saya sendiri tidak tahu kapan mulanya sepak bola pantai mulai serius dimainkan. 

Tentu saja sepak bola pantai memang tidak sepopuler dengan futsal. Tapi pada kenyataannya, olahraga ini sudah eksis sejak 1995. Saat itu sudah ada kejuaraan dunia sepak bola pantai. Tapi pada tahun ini, sepak bola pantai belum menjadi bagian dari FIFA. 

Beberapa tahun kemudian, FIFA mengakui sepak bola pantai. Pada 2005, pertama kalinya diadakan piala dunia sepak bola pantai yang dijalankan oleh FIFA. Kompetisi ini dilaksanakan pada pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brazil.

Untuk peraturannya, jika dilihat dari situs FIFA, sepak bola pantai harus dimainkan di lapangan berpasir yang minimal memiliki kedalaman pasir 40cm. Panjang lapangan adalah 35-37m, lebar lapangan 26-28, area pinalti 9m. Untuk ukuran gawangnya mempunyai lebar 5.50m dan tinggi 2.20m. Jumlah pemain sama seperti futsal, dimainkan dengan 5 orang per timnya.

Untuk durasi permainan, sepak bola pantai memiliki tiga babak. Setiap babaknya berdurasi 12 menit.  Setiap babaknya memiliki jeda istirahat 3 menit. 

Menariknya, sepak bola pantai tidak mengenal hasil imbang. Jadi, setelah 3 babak, kalau hasil tetap imbang, maka diadakan perpanjangan waktu. Jika hasilnya tetap imbang juga, maka diadakan tendangan penalti.

Untuk tendangan bebas, sepak bola pantai tidak mengenal pagar betis. Tendangan langsung diambil oleh pemain yang dilanggar. Uniknya lagi, di sepak bola pantai, setiap bola yang keluar lapangan bisa diambil dengan cara dilempar seperti sepak bola 11vs11 atau ditendang seperti futsal.

Sama seperti olahraga pantai lainnya, para pemain sepak bola pantai bermain tanpa sepatu. Ada beberapa peraturan sepak bola pantai yang sama dengan futsal, seperti tidak adanya offside dan memiliki pergantian pemain yang tak terbatas.

Karena sepak bola pantai bermain di pasir dengan kedalaman 4cm, berbeda dengan sepak bola 11vs11 yang dimainkan di rumput, dan futsal yang dimainkan di atas karpet. Ini tentu saja membuat sepak bola pantai memiliki teknik bermainnya sendiri.

Sepak bola pantai itu adalah olahraga yang memiliki pace tinggi serupa dengan futsal, dari gawang tiba-tiba bola bisa saja langsung sampai di depan gawang lawan. Ini bisa terjadi karena sepak bola pantai memiliki lapangan yang kecil sama seperti futsal. 

Karena memiliki kondisi lapangan berpasir, maka biasanya sepak bola pantai mengandalkan permainan udara. Sering kali mengoper dengan mengangkat bola ke udara. Tendangan free kick pun selalu diangkat ke udara. Karena mengandalkan bola-bola udara, maka sering kali sepak pemain sepak bola pantai melakukan bicycle kick untuk menembak ke arah gawang.

Bicycle kick atau tendangan voli adalah skill wajib yang harus dimiliki para pemain sepak bola pantai. Kemampuan lainnya yang harus dimiliki pemain sepak bola pantai adalah juggling bola karena kondisi lapangan yang menyulitkan jika memainkan bola di darat. Bisa dibilang, inilah kelebihan dari olahraga sepak bola pantai. Banyak sajian akrobatik bahkan salto dalam satu pertandingan.

Sepak bola pantai juga sangat mengandalkan tendangan bebas, atau setpiece. Karena dalam tendangan bebas di dalam sepak bola pantai tidak ada pagar betis, maka inilah kesempatan untuk mencetak angka. Tendangan keras dan terarah dalam olahraga ini adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap pemain.

Sepak bola pantai bagi saya juga memiliki kekurangannya sendiri. Kondisi lapangan dengan kedalaman pasir 4cm tentu saja menyulitkan para pemain untuk melakukan dribblingSelain itu, kondisi lapangan juga membuat para pemain sepak bola pantai sangat susah melakukan oper-operan pendek. Jangan harapkan ada tiki-taka dalam strategi sepak bola pantai. 

Susahnya mengalirkan bola membuat teknik dalam sepak bola pantai tidak semenarik saudaranya, futsal. Dalam olahraga futsal, ada strategi yang sangat mengandalkan power dan passing pendek, membuat strategi ini berbahaya untuk mencetak goal. Strategi itu bernama powerplay, strategi di mana penjaga gawang bisa maju bermain ke depan.

Strategi powerplay seperti ini sangat sulit dilakukan pada sepak bola pantai, mengingat susahnya melakukan passing pendek. Menurut saya, dalam pengorganisasian dan pergerakan pada olahraga futsal jauh lebih rumit dibandingkan sepak bola pantai.

Karena kondisi lapangan berpasir, maka di sepak bola pantai kita juga tidak bisa menemukan tackling brutal ala Sergio Ramos seperti di sepak bola 11vs11. Jadi, menurut saya, bermain sepak bola pantai seharusnya bisa lebih aman dari bermain bola 11vs11.

Sampai dengan saat ini, saya menganggap sepak bola pantai adalah permainan yang hanya mengandalkan kontrol bola atas, passing panjang, dan tembakan keras terarah. Saya belum melihat adanya kerumitan pada strategi sepak bola pantai.

Bagaimanapun juga, sepak bola pantai adalah olahraga yang tergolong masih sangat baru. Mungkin saja suatu saat nanti ada “ilmuan” sepak bola pantai yang mengembangkan berbagai strategi dalam olahraga ini.