Media sosial memang menjadi solusi untuk menghilangkan kejenuhan selama masa pandemi saat ini, tetapi media sosial juga dapat menjadi ‘bumerang’, jika seseorang salah menggunakannya.

Saat ini sedang hangat diperbincangkan beberapa orang yang memiliki popularitas, tetapi populernya mereka dengan cara yang berbeda. Ada yang popular dengan prestasi maupun sensasi. 

Seperti pada aplikasi yang sedang booming saat ini, yaitu aplikasi Tiktok dan Youtube. Ada seorang wanita yang popular dengan membuat sensasi di tiktok. Selain itu, ada seorang wanita popular berhasil meraih prestasinya di youtube.

Denise Chariesta, seorang wanita muda pengguna aplikasi tiktok, tetapi sayangnya aplikasi tersebut menjadi bumerang untuk dirinya, karena salah dalam memanfaatkan dan berujung dihujat oleh netizen Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan Denise memposting sebuah video yang memperlihatkan ia dan teman-temannya  sedang berkumpul di suatu cafe didaerah Jakarta. Dalam video tersebut berisikan kesombongan gaya hidup mewahnya, dan juga dia yang menyindir banyak orang dan seolah-olah mengecam bahwa tidak ada orang yang bisa sesukses dan kaya seperti dia.

“Hai gaes, kalian malam minggu makan dimana? Di pinggir jalan ya? Maaf ya ga level nih, kita-kita makan di cafe dong”. Karena hal itu Denise mendapat panggilan unik yaitu ‘mbak rrr’. Panggilan tersebut sengaja dilontarkan oleh warganet karena Denise cadel (tidak bisa berbicara huruf ‘R’). 

Hujatan yang diterima oleh Denise bukan hanya berasal dari aplikasi tiktok saja, Denise juga mendapatkan hujatan dari berbagai media sosial yang lain, seperti instagram, twitter, dan youtube.  Karena kontennya di tiktok yang sangat viral dan bisa dibilang kontroversi.

Tak dipungkiri bahwa sensasi adalah cara instan untuk mendapatkan ketenaran sekaligus bisa mendapatkan materi dengan bertambahnya followers diakun media sosial. 

Tidak cukup sampai situ, Denise diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta dalam acara talkshow yang bernama “Rumpi No Secret” acara tersebut dibawakan oleh satu host bernama Feni Rose. Semenjak Denise tampil di acara tersebut, makin banyak yang mengenalnya dan bisa dibilang dia menjadi artis pendatang baru karena kontroversinya.

Berbeda dengan Denise Chariesta, Nadhira Afifa merupakan seorang youtuber atau orang yang aktif membuat video dan membagikannya di channel youtube yang dia punya.

Nadhira Afifa merupakan alumni mahasiswi dari Universitas Indonesia lulusan S1 Kedokteran dan melanjutkan S2 nya di “Department of Global Health and Population” Harvard T.H. Chan School of Public Health. Sebelum melanjutkan pendidikannya di Harvard, Nadhira sempat membuka praktik dokter umum di Nusa Tenggara Barat.

Baru-baru ini, Nadhira menjadi sorotan dunia karena merupakan mahasiswi asal Indonesia yang beruntung yaitu mendapat kesempatan mewakili angkatannya untuk menyampaikan pidato dalam acara wisuda S2 Harvard T.H. Chan School of Public Health pada 28 Mei 2020 lalu. 

Dalam pidatonya, Nadhira menceritakan pengalaman pertamanya masuk kampus, beradaptasi dengan lingkungannya, hal-hal yang menjadi motivasinya, hingga apa yang dia inginkan untuk mengubah dunia. Sayangnya, sosok Nadhira yang berprestasi ini hanya dikenal oleh segelintir orang saja, bahkan Nadhira tidak sampai diundang oleh acara stasiun televisi.

Nadhira, yang merupakan sosok sangat membanggakan negeri kita tercinta ini ternyata tidak seterkenal seperti Denise, sosok yang viral karena konten sensasinya. Hal tersebut sangat disayangkan, bagaimana bisa orang-orang diluar sana lebih peduli dan mengomentari hal-hal negatif yang sama sekali tidak ada manfaatnya dan melupakan hal yang sangat positif. 

Media sosial yang saat ini sedang maju penggunaannya, tidak dimanfaatkan dengan baik oleh penggunanya. Sehingga, generasi yang disebut ‘generasi zaman now saja bahkan tidak mengenal sosok Nadhira yang sangat berprestasi.

Bukan hanya di media sosial saja menampilkan berita kontroversi, tetapi siaran televisi saat inipun lebih memilih untuk menampilkan sesuatu yang berbau kontroversional untuk sekedar menaikkan rating acara. Padahal dengan menampilkan sosok berprestasi seperti Nadhira di acara televisi bisa meningkatkan moral bangsa yang saat ini makin menurun karena disuguhkan berita yang tidak ada manfaatnya.

Fakta yang bisa di dapat dari hal tersebut, yaitu masyarakat lebih tertarik dengan hal kontroversial yang bersifat sensasi dibanding prestasi. Walaupun mereka berdua sama-sama merupakan seorang wanita, orang lain akan berpikir “sosok kontroversi akan lebih disukai publik dibanding sosok berprestasi”.

Contoh dari dua wanita tersebut sudah menggambarkan mirisnya media sosial saat ini. Sensasi dapat dicari dengan begitu mudahnya secara instan, tetapi berbeda dengan prestasi, yang namanya prestasi juga tidak bisa didapatkan secara instan. Semuanya harus melalui proses serta upaya yang terus dilakukan tanpa kenal lelah dan putus asa. 

Manfaat yang bisa kita dapatkan, yaitu bijaklah dalam menggunakan media sosial. Saringlah hal-hal yang bermanfaat untuk diviralkan agar semua orang tau, bahwa Indonesia tidak hanya berisikan sensasi tetapi terdapat juga prestasi yang sangat membanggakan di kancah dunia.