Lembayung yang menghiasi sore

Menjadi keceriaan bagi insan yang lapar

Meski warnanya tak berubah sepanjang waktu

Tetap sama dan selalu begitu,  ya… selalu


Mereka menyambutnya dengan cinta

Mengisinya untuk sekedar melalaikan lapar

Namun ada juga yang memaknainya 

Dengan mengagumi kuasaNya


Ada yang tertawa di sore itu

Ada pula yang merapalkan doa doa

Saat sang penguasa siang hampir menghilang

Ada yang tertegun untuk untuk apa kita berpuasa


Senja makin memerah di ufuk Barat

Suara pujian mulai menyadarkan

Wajah wajah mengharap ridlaNya

Teringat akan saatnya tiba menggugurkan kesabaran


Saat bedug maghrib terdengar

Senja itu bagai memudar. Sirna

Dilupakannya lembayung keemasan

Keindahan itu lenyap di bibir gelas kaca