Minggu lalu teman saya bercerita kalau ia menemukan fenomena unik di daerah Pakualaman, yaitu tercecernya poster tentang kampanye #dognotfood dengan jumlah yang cukup banyak. Yang mana kampanye tersebut dilatar belakangi karena merasa risih dengan aktivitas manusia yang mengkonsumsi daging anjing.

Terlepas dari haramnya daging anjing menurut agama mayoritas, yang digaris bawahi adalah cara penyembelihannya, bukan dagingnya. Penyembelihan daging anjing dianggap tidak manusiawi karena ada penyiksaan di dalamnya.

Nah, berbekal fenomena tersebut, teman saya akhirnya cerita banyak hal yang intinya semua hewan harusnya berhak hidup layak, atau kalau memang mau dikonsumsi setidaknya harus disembelih dengan baik.

Saya sangat setuju dengan kampanye tersebut, namun saya tidak setuju kalau semua hewan berhak hidup layak. Bagi saya ada satu hewan yang tidak berhak hidup layak di muka bumi, yaitu kecoak.

Memang bukan hal baru jika banyak orang membenci kecoak. Bahkan jika ada orang yang mengungkapkan ketidaksukaan pada kecoak bukanlah sebuah aib atau hal tabu yang perlu ditutup-tutupi.

Meski demikian, saya bukan kelompok orang yang takut dengan kecoak, saya hanya membenci hal-hal jahat saja. dan kecoak adalah hewan paling jahat.

Berikut saya paparkan beberapa alasan kenapa kecoak adalah hewan paling jahat dan tidak berhak hidup layak di muka bumi:

Pertama, kecoak suka terbang dengan random. Ini adalah suatu bentuk kejahatan yang terstruktur.

Ketika saya mengatakan demikian, teman saya yang merupakan pecinta hewan tersebut mengelak dengan mengatakan “kecoak bukan jahat, dia hanya mengganggu.”

Argumen tersebut memang ada benarnya, namun mungkin ia lupa kalau perbuatan mengganggu adalah suatu bentuk kejahatan. Karena di Undang-Undang sendiri ada pasal tentang perbuatan tidak menyenangkan. Dan bisa dipidanakan.

Artinya jika memang pengin, saya bisa saja melaporkan kecoak ke polisi dengan pasal tersebut. Namun saya urungkan karena bagi saya penjara bukan satu-satunya solusi untuk tindak kejahatan. Ckakkzz.

FYI, Seperti kebanyakan hewan lainnya yang memiliki mode pertahanan diri, kecoak menggunakan mode terbang secara random saat ia merasa terancam. Jadi ia menggunakan firasat yang sangat subjektif tersebut untuk menggunakan mode terbang yang sangat mengerikan. Fix kecoak jahat.

Kedua, kecoak itu memiliki sensor untuk mendeteksi rasa takut. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa kecoak memiliki sistem motorik yang sangat baik, sehingga mampu mendeteksi rasa takut seseorang.

Jadi si kecoak ini sebenarnya tahu kalau kita punya rasa takut terhadapnya, dan semakin kita takut, maka semakin agresif kecoak akan mendekat kepada kita. Benar-benar hewan psikopat.

Katsaridaphobia merupakan sebutan untuk orang yang phobia dengan kecoak. Tentunya jangan salahkan orang tersebut, ini merupakan efek dari tindakan psikopat si kecoak. Ya, gimana, harusnya kalau mau mendekati orang itu kira-kira dulu.

Saya saja ketika mau mendekati seseorang harus melewati proses yang bertahap, di mulai dari berpenampilan menarik, selalu menyempatkan waktu untuk memberi pujian serta tempat curhat, sesekali bahkan memberikan hadiah. Itupun tak jarang masih ditolak.

Nah ini si kecoak kayak kurang ajar banget gitu, main deketin aja. Bahkan ia sudah tahu kalau targetnya akan takut kalau dideketin. Lantas, alasan logis apalagi kecoak tetap melakukan perbuatan tersebut selain demi kepuasan diri? Dan perlu diketahui bahwa hanya psikopat yang memiliki pemikiran seperti itu. Waspadahlah.

Ketiga, tidak menerima takdir tuhan. Kecoak disebut sebagai hewan yang paling dimungkinkan bakal selamat saat terjadi perang nuklir. Ia juga akan tetap hidup berminggu-minggu meski kepalanya putus.

Kepala yang terputus dari badan pun tetap bisa hidup dan menggerakan antena untuk beberapa saat. Padahal kita tahu bahwa kematian adalah hal yang sifatnya pasti dan tidak bisa ditentang. Artinya kecoa sudah menentang takdir tuhan, ia benar-benar berdosa besar.

Keempat, kecoak suka hidup di tempat yang tersembunyi, bau, dan kotor. Ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa berteman dengan pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli minyak wangi, atau minimal engkau dapat baunya.

Sekarang coba bayangkan, si kecoak ini hidup di lingkungan yang kotor dan bau. Artinya tentu saja si kecoak sudah kecipratan bau di lingkungan kotor tersebut. Dan yang paling berbahaya adalah kecoak hidup dipersembunyian. Bisa saja kecoak sudah terpapar radikalisme atau kelompok ekstrim lainnya. Hal ini benar-benar meresahkan.

Kelima, kecoak adalah pemakan segala, termasuk sesamanya (kanibal). Padahal Islam sendiri sudah mengatur untuk memakan yang halal saja karena makanan yang haram akan merusak tubuh. Terlebih jika yang dimakan adalah sesama.

Artinya bisa disimpulkan bahwa si kecoak ini tidak hanya bermasalah pada otaknya saja, melainkan juga hatinya. Karena itu untuk semua kecoak di muka bumi, khususnya yang sedang membaca tulisan ini, muhasabah diri Anda.