1 bulan lalu · 48 view · 3 menit baca · Ekonomi 51433_28618.jpg

Semangat Bersama Membangun Delima

Delima adalah desa yang lokasinya berbatasan langsung dengan PT Wirakarya Sakti. Desa ini adalah hasil pemekaran dari Desa Purwodadi pada tahun 2011. 

Awal pendirian Bumdes di Desa Delima didorong oleh peraturan pemerintah yang mengharuskan setiap desa memiliki BUMDes. Inisiatif ini kemudian didukung dengan adanya program CSR PT Wirakarya Sakti.

Di tahun 2015, Desa Delima membangun BUMDes Karya Bersama. Di awal pendirian, banyak terjadi permasalahan yang menyebabkan pergantian struktur organisasi. BUMDes kembali mengalami kekosongan jabatan Direktur pada tahun 2017. 

Kantor Desa yang dipimpin oleh Suhono menyepakati jabatan Direktur sementara diberikan kepada Zuvita Erdaningsih, S.pd yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris BUMDes. Ia seorang wanita muda, energik, dan berpendidikan. Wanita kelahiran 17 Mei 1994 ini adalah sarjana pendidikan lulusan Universitas Jambi.

Di masa kepemimpinannya, Zuvita diminta PT Wirakarya Sakti mengikuti program studi banding ke berbagai daerah. Ia mendapatkan banyak pengalaman baru.

“Ternyata menjadi Direktur BUMDes bisa buat saya jalan-jalan,” kata Zuvita.

Satu bulan masa percobaan berlalu, Kepala Desa Delima Suhono meminta Zuvita melanjutkan kepemimpinannya sebagai Direktur. Dengan banyaknya pertimbangan, akhirnya Zuvita bersedia menduduki jabatan sebagai Direktur BUMDes Karya Bersama.

Berawal dari bantuan dana desa sebesar Rp135.000.000, BUMDes membuka usaha depot air minum dan penjualan sembako. Tak selang beberapa waktu, PT Wirakarya Sakti memberikan bantuan CSR berupa 20 ekor sapi, sarana produksi kompos, sarana produksi hortikultura, dan 2000 bibit ikan lele.

Kurangnya respons masyarakat menjadi kendala yang paling berat dialami oleh BUMDes. Tak hanya memberikan bantuan sarana, tetapi  PT Wirakarya Sakti juga melakukan pendampingan kepada masyarakat, salah satunya dengan mengajak masyarakat belajar ke desa sekitar yang sudah lebih dulu berhasil.

Kegagalan di awal membuat Zuvita dan Suhono terus memacu masyarakatnya agar terus berkreativitas melakukan perubahan. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelolaan bibit ikan lele membuat mereka mencari tahu solusi pengelolaan ikan lele.

“Kami dulu hanya nunggu lahir anaknya saja, Bu. Tetapi sekarang, kotorannya kami gunakan untuk bahan pembuatan pupuk kompos,” kata Suhono Kades Desa Delima. 

Proses belajar yang didapat masyarakat membantu mereka untuk bisa mengelola bahan yang ada di sekitar mereka menjadi hal yang berguna. Pembuatan kompos yang baru dimulai 2017 kemudian berkembang pesat. 

Di awal permintaan hanya 350 ton. Kini BUMDes mendapatkan permintaan sebanyak 3500 ton kompos untuk dikirim ke perusahaan.

Dari kegiatan kompos ini pun Zuvita dan Kepala Desa membuka pikiran masyarakat untuk mencoba menghasilkan sendiri mesin pencacah sawit yang berguna dalam proses produksi kompos. Tak hanya untuk desanya sendiri, desa sekitar pun turut serta membeli mesin pencacah sawit hasil produksi BUMDes Karya Bersama.

Kegiatan hortikultura menjadi salah satu andalan Desa Delima juga. Tanamannya berupa kacang panjang, terong, dan cabe. Masyarakat juga kini menanam tanaman tumpang sari di sekitar tanaman pokok mereka. 

Minat masyarakat sekitar terhadap hasilnya membuat kegiatan ini mampu menyumbang penghasilan besar pada Bumdes. Zuvita juga berharap ke depannya terong bisa menjadi makanan olahan yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Desa Delima.

Banyaknya inovasi yang dilakukan Zuvita selaku direktur yang membuat BUMDes Karya Bersama maju dan berkembang. BUMDes kini dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp690.690.138 yang kemudian dana tersebut dikelola guna kepentingan masyarakat dan desa itu sendiri.

Dari hasil keuntungan yang didapat BUMDes, Kades berinisiatif untuk membeli mobil truk yang digunakan untuk mendukung operasional angkut kompos. Dulu mereka harus menyiapkan dana untuk menyewa mobil truk, tetapi kini sudah tidak lagi.

BUMDes kembali membuka usaha baru, yaitu BUMDes Mart yang berlokasi tak jauh dari Kantor Desa. Kegiatan ini dikelola oleh anggota BUMDes. 

Usaha ini terbilang cukup baru, dibuka pada awal Januari 2019. Hingga kini, keuntungan yang didapat sungguh mengejutkan. Belum genap sebulan, BUMDes Mart telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp20 juta.

Awal dibangunnya BUMDes Mart ini banyak yang menolak. Masyarakat berpikir bahwa Kantor Desa sengaja membuka BUMDes Mart untuk mematikan toko-toko yang dibuka masyarakat. Kades berinisiatif mengumpulkan masyarakat dan memaparkan bahwa hasil dari BUMDes Mart ini dipergunakan untuk kepentingan bersama.

Perubahan terus terjadi pada desa ini. Awalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja masyarakat sulit, tetapi sekarang masyarakat sudah bisa membeli kendaraan sendiri. Tidak hanya di bidang ekonomi, BUMDes pun memajukan di bidang pendidikan dan akan mencoba memajukan di bidang pariwisata.

BUMDes Karya Bersama mendapatkan undangan dalam acara Expo dan Festival BUMDes Nasional 2018. Banyak desa yang menghadiri acara tersebut. 

Zuvita pun turut hadir mewakili Desa Delima. Dengan paparan rincian aliran dana yang didapat dan dikeluarkan BUMDes secara jelas dan terperinci membawa Desa Delima menjadi BUMDes Terbaik Nasional.