Masa perkembangan manusia dikelompokkan dengan berbagai kategori. Salah satunya adalah perkembangan bedasarkan usia, kategori usia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia yakni masa balita (0 – 5 tahun), masa kanak-kanak (5 – 11 tahun), masa remaja (12 – 25 tahun), masa dewasa 26 –45 tahun), masa lansia (46 –65 tahun) dan masa manula (>65 tahun).

Kategori perkembangan usia yang terlihat adanya sebuah perubahan besar dalam diri manusia adalah saat masa remaja. Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju masa dewasa. Perubahan perkembangan tersebut meliputi aspek fisik maupun psikis.

Sebagian besar orang berpendapat bahwa masa remaja adalah masa yang menyenangkan karena seseorang yang berada di masa ini mulai mencari jati diri, mulai mempelajari hal baru, mencari relasi yang lebih luas, bahkan mungkin pada masa ini seorang remaja merasakan adanya sebuah kebebasan.

Namun, tidak semua seorang merasakan masa masa remaja yang menyenangkan, rasa gelisah akan masa depan ataupun masalah masalah yang mulai berdatangan dan rasa takut mulai menghantui.

Pada saat masa transisi perkembangan remaja menuju dewasa atau emerging adulthood remaja akan dihadapkan dengan berbagai masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar dan setiap remaja pasti memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Untuk menghadapi masalah masalah yang berdatangan seorang remaja haruslah mempunyai keyakinan bahwa ia mampu menghadapi masalah tersebut. Jika tidak ada keyakinan dan kesiapan dalam diri kemungkinan akan berdampak psikis remaja mulai dari depresi atau bahkan Self Harm.

Self Harm merupakan penyakit yang berbahaya bukan hanya fisik bahkan akan mempengaruhi mental/psikis seseorang. Ketika seseorang sedang mengalami kegagalan, kegelisahan dan kesedihan atau hal hal yang menyebabkan tekanan sehingga akan menyalurkan emosinya dengan melukai dirinya sendiri seperti menyayat tangan, membenturkan kepala ke dinding, penggunaan obat obatan terlarang bahkan adanya percobaan untuk bunuh diri.

Self Harm paling banyak dilakukan oleh seorang remaja hingga dewasa yang sedang dihadapkan dengan berbargai masalah. Seorang remaja yang cenderung tertutup enggan untuk bercerita atau tidak ada tempat untuk bercerita sehingga merasa diabaikan dan kesepian. Oleh karena itu mereka menganggap dengan menyakiti diri sendiri hingga puas adalah cara untuk meredakan tekanan dalam diri yang sedang dirasakan.

Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm :

  • Untuk Melampiaskan Emosi

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan rasa emosinya yaitu sedih, marah, kecewa, dan yang lainnya akan cenderung melakukan tindakan self harm sebagai bentuk pengganti rasa sakit atau emosi yang sedang dirasakan. Hal itu dilakukan karena seseorang tidak mengetahui cara untuk mengatasi emosi, tidak mengerti cara mengontrol emosi sehingga dia menganggap self harm adalah cara yang terbaik.

  • Tidak Adanya Dukungan Dari Lingkungan Sosial

Lingkungan yang mendukung sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan semangat baik dukungan dari lingkungan teman, sahabat, kerabat dan yang paling penting dukungan dari keluarga. ketika tidak ada lingkungan dari pihak mana pun yang mendukung kemungkinan seseorang tersebut melakukan self harm.

Karena saat seseorang sedang berada dalam masalah dan tidak ada satu pun orang yang ingin mendengar keluh kesah atau tidak ada bantuan dari orang sekitar, seseorang tersebut akan merasa diabaikan dan merasa kehidupannya tidaklah penting, tekanan demi tekanan pun dipendam, hingga akhirnya frustasi dan memilih untuk menyakiti dirinya sendiri.

  • Kegagalan Hingga Membuat Depresi

Setiap orang pasti memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai, mereka bekerja keras agar bisa berhasil dan sukses. Namun, ketika mengalami kegagalan seseorang akan merasakan kesedihan yang mendalam dan kekecewaan hingga depresi saat itulah muncul tindakan untuk melakukan self harm.

  • Kecewa terhadap diri sendiri

Bagi seseorang yang merasa kecewa terhadap dirinya sendiri dan tidak tau cara mengatasi kekecewaan tersebut seseorang memilih untuk menyakiti diri sendiri. Contoh kekecewan pada diri sendiri misalnya gagalnya meraih mimpi, mengalami pelecehan, dan sebagainya.

Cara Untuk Mengastasi Self Harm

  • Mengenali Dan Memahami Kondisi Diri

Mencoba untuk memahami kondisi diri sangatlah penting. Dengan menghindari suatu hal yang menyebabkan melakukan tindakan self harm misalkan menjauhkan benda benda tajam seperti pisau, jarum, cutter, dan benda tajam lainnya.

  • Don’t Judge 

Bagi seseorang self harm tentunya akan merasa waspada jika dihakimi, ataupun dinilai buruk oleh orang lain. Jangan menghakimi atau menilai seseorang buruk karena akan memicu tindakan self harm. Karena hal tersebut seseorang akan enggan untuk terbuka dan bercerita ketika ada masalah.

  • Mencoba Untuk Berbicara Kondisi Diri Dengan Orang Yang Dipercaya

Terkadang bercerita kondisi diri kepada orang yang dipercaya akan meringankan tekanan yang ada dalam diri. Memanglah susah untuk bercerita keluh kesah kepada orang lain namun bisa mencoba dengan perlahan agar semua beban yang terpendam berkurang.

  • Mendekatkan Diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Kurangnya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah penyebab seseorang melakukan self harm. Karena seseorang yang melakukan self harm belum paham bahwa tindakan tersebut adalah hal yang dilarang. Maka berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang.

  • Pergi Ke Psikolog

Karena dengan bertemu psikolong seseorang dapat bercerita keluh kesah. Seorang psikolog adalah orang yang dapat memahami kondisi dan bisa menangani dengan tepat.

'' Berhentilah melakukan self harm lakukanlah self love, sayangilah dirimu janganlah kamu melukai dirimu sendiri ''