Sebuah kado istimewa di acara Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati tanggal 25 November 2020 seminggu lalu di tengah pandemi Covid-19. Peringatan HGN tahun ini mengambil tema “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”.

Tema ini benar-benar telah membangkitkan semangat guru honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) menuju kemerdekaan yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun dengan status naik kasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini langsung disampaikan oleh Mas Menteri Penddidikan dan Kebudayaan RI (25/11/2020) yang disiarkan langung channel Youtube Kemendikbud RI dengan judul; “Pengumuman Seleksi Guru PPPK tahun 2021”

Berbagai media cetak dan online yang berskala daerah dan nasional menurunkan berita utama di halaman depan (headline) tentang Satu Juta Lowongan PPPK yang mengutamakan GTT yang memenuhi kualifikasi akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ambil bagian menjadi salah peserta seleksi PPPK yang dilaksanakan di tahun 2021 tentu merupakan kesempatan emas yang lama ditunggu, apabila pada seleksi pertama tidak lolos maka bisa mengikuti tes kembali dua kali kesempatan.

PPPK Kado GTT Tahun 2021

Harapan baru bagi GTT sejak PP Nomor 49 Tahun 2018 diterbitkan, dalam peraturan tersebut dijelaskan tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam peraturan tersebut selain PNS, profesi PPPK juga sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana telah diatur dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 pasal 1 bab 1 Ketentuan Umum.

Hak dan dan kewajiban antara PNS dan PPPK adalah sama sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yang membedakan adalah tunjangan pensiun bagi PPPK tidak memperoleh di hari tua.

Bagi Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer standar gaji selama ini masih tergolong rendah di bawah UMR nasional dan daerah, tetapi hal tersebut bukan menjadi halangan untuk berjuang turut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, tugas berat ini tetap dilaksanakan dengan istiqamah dan penuh tanggungjawab.

Motivasi dan keyakinan untuk melakukan pengabdian dengan penuh keikhlasan pasti suatu saat akan membuahkan hasil yang baik bagi kehidupan dirinya, peserta didik, masyarakat dan bangsa.

PPPK merupakan salah satu kado istimewa dari pengabdian yang telah dilakukan oleh GTT selama ini, tentu menjadi PPPK bukan bukan tujuan utama, tetapi imbas dari apa yang sudah diperbuat oleh GTT. Setidaknya setelah diangkat menjadi PPPK dalam bekerja lebih fokus dan menjadi guru yang professional.

Proses seleksi PPPK tahun 2021 tinggal menghitung hari tetapi bagi GTT penantian merupakan waktu yang cukup lama karena sejatinya telah bertahun-tahun menunggu panggilan yang belum menentu.

Pengumuman lowongan seleksi PPPK akan dilakukan secara terbuka yang diketahui oleh masyarakat, baik melalui media cetak maupun online dengan jumlah formasi sesuai dengan kebutuhan pemerintah kota/kabupaten.

Patut dicatat kualifikasi pendidikan dan linierisasi tugas mengajar menjadi syarat utama yang harus dipenuuhi bagi pelamar, hal ini terlihat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara online setiap guru wajib untuk melakukan verval ijazah memalui infomasi GTK.

Seleksi PPPK secara formasi dan Analisa kebutuhan memang belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah pusat dan daerah, tetapi saat ini GTT telah menyiapkan data administrasi sesuai dengan berita yang beredar di media cetak dan online. Pada saat pelaksanaan tinggal kosentrasi seleksi kompetensi sesuai dengan kemampuan dan modal literasi yang telah dikuasai.

Maka GTT tinggal menyiapkan kompetensi sesuai dengan profesi yang dilamar, setidaknya empat kompetensi yang wajib dikuasai oleh guru di antaranya: komptensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. 

dalam hal ini GTT siap-siap kecewa apabila pemerintah kota/kabupaten dalam mengumumkan formasi analisis kebutuhan tidak ada ada yang sesuai linier ijazahnya, maka harap bersabar menunggu formasi tahun berikutnya.

PPPK dan Harapan Untuk Sejahtera

Hidup sejahtera merupakan harapan bagi seluruh lapisan masyarakat, tetapi sejahtera masih merupakan impian bagi sebagian besar masyarakat. Kesempatan untuk menuju sejahtera bagi GTT terbuka di tahun 2021 dengan mengikuti seleksi PPPK.

Kesempatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk merubah nasib menuju hidup sejahtera, maka dengan bekal pengalaman dan kemampuan literasi yang dikuasai GTT siap berkompetisi dengan sehat.

Harapan menjadi PPPK merupakan keinginan untuk sejahtera, selain gaji yang layak PPPK bisa mendapatkan tunjangan yang sesuai dengan tunjangan PNS, seperti tunjangan jabatan fungsional, jabatan struktural, keluarga, pangan, dan tunjungan lainnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Status menjadi PPPK sebagimana dijelaskan PP Nomor 49 Tahun 2018  Pasal 32-33 wajib menandatangani Perjanjian Kerja yang memuat; tugas, target kinerja, masa perjanjian kerja, hak dan kewajiban, larangan dan sanksi. Aturan ini menambah semangat bagi GTT untuk ikut ambil bagian dalam momentum tersebut.

Seleksi PPPK Tahun 2021 akan dicatat dalam sejarah sebagai tahun PPPK karena di tahun tersebut jutaan orang mendaftar untuk mengikuti seleksi penerimaan PPPK. Pemerintah membutuhkan satu juta tenaga PPPK yang akan ditempatkan di sektor kendidikan, kesehatan dan pertanian.

 PPPK bagi GTT merupakan salah satu alternatif pemerintah dalam menyelesaikan menyelesaikan status GTT dengan harapan menuju hidup sejahtera. Semoga dalam proses seleksi PPPK tidak ada muatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).