Sekolah adalah tempat dimana diadakannya kegiatan belajar seperti membaca, menghitung, menggambar, dan kegiatan belajar yang lainnya. Pada anak-anak sekolah dapat pula diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan diluar kegiatan utama mereka sebagai anak-anak yaitu bermain. 

Sekolah sendiri merupakan hal yang penting untuk diberikan terutama kepada anak-anak. Karena sekolah sebagai sarana pendidikan yang dapat mengasah kemampuan berpikir pada anak. 

Dengan diberikannya pendidikan juga mengajarkan anak-anak untuk belajar bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya

Pada umumnya sekolah dilaksanakan di dalam ruangan seperti kelas dan aula atau sekolah dapat pula dilakukan di luar ruangan dengan sistem outdoor seperti di halaman sekolah misalnya.

Namun pernahkah mendengar istilah sekolah di dalam kandungan? Akhir-akhir ini istilah tersebut sangat ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu baru. Banyak yang mempertanyakan apakah hal tersebut bisa dilakukan.

Kandungan di dalam konteks ini sama dengan kehamilan yaitu adanya janin yang hidup di dalam rahim seorang wanita. 

Lamanya kehamilan normalnya berlangsung selama 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir atau HPHT. Masa kehamilan terbagi menjadi tiga tahap atau biasa disebut trimester kehamilan. 

Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, trimester kedua berlangsung 15 minggu yakni dimulai dari minggu ke-13 sampai minggu ke-27, dan trimester ketiga berlangsung selama 13 minggu mulai dari minggu ke-28 sampai minggu ke-40. 

Namun tidak lepas kemungkinan janin akan lahir kurang atau lebih dari waktu yang telah ditetapkan. Janin lahir umur 40 minggu disebut matur atau cukup bulan, janin lahir lebih dari 43 minggu disebut postmatur, dan janin yang lahir antara 28 sampai 36 minggu disebut premature.

Pada saat usia kehamilan memasuki 4 bulan, orang-orang percaya bahwa janin sudah dapat mendengar suara yang berasal dari luar perut ibu. Hal ini menjadikan banyak orang yang ingin memberikan pendidikan pada janinnya sejak di dalam kandungan. 

Seperti yang dilakukan oleh beberapa artis Indonesia, yakni Aurel Hermansyah dan Ria Ricis yang ingin memberikan pendidikan pada janinnya sejak dalam kandungan dengan menggunakan alat Baby Plus. 

Alat yang berbentuk kantong kecil yang diikatkan ke pinggang sang ibu dan dapat mengeluarkan suara debaran berirama yang dapat membantu bayi belajar dan merespon lingkungan di dalam rahim. 

Hal ini dikarenakan janin sebelumnya hanya dapat mendengar dua suara, yakni suara yang berasal dari jantungnya sendiri dan suara yang berasal dari jantung sang ibu.

Saat ini penggunaan Baby Plus banyak diperbincangkan oleh netizen di Indonesia. Pasalnya banyak yang beranggapan penggunaan alat Baby Plus ini tidak berdampak pada janin. 

Memang, sulit untuk mengukur keberhasilan dari penggunaan alat ini dikarenakan belum dapat dipastikan apakah penggunaan alat ini berdampak pada kecerdasan bayi. 

Walau demikian, mayoritas orangtua yang telah menggunakan alat Baby Plus mengatakan senang dengan hasil yang didapatnya. Mereka mengatakan ketika bayinya lahir, bayi hanya menangis sebentar dan bayi lebih tenang serta tidak rewel. 

Bayi juga dapat menyusu lebih mudah bahkan sejak Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dilakukan meskipun belum sempurna. 

Mereka juga mengatakan ketika waktu tidur, bayi dapat mudah tidur dengan sendirinya saat berada di ranjang sehingga orangtua tidak perlu repot untuk menidurkan bayinya. 

Dengan situasi tersebut, pola tidur bayi dapat terjaga dan orangtua tidak perlu begadang setiap hari. 

Orangtua juga mengatakan bayi lebih aktif dari bayi pada umumnya. Seperti pandangan mata bayi yang dapat mengikuti benda yang bergerak dan ketika mendengar bunyi dia dapat mencari sumber suaranya.

Dari pernyataan yang diberikan oleh para orangtua yang menggunakan Baby Plus untuk sang janin memang terlihat sangat membantu. Sehingga banyak pula orangtua lain yang juga ingin menggunakan alat Baby Plus

Namun ada saja hal yang menghalangi keinginan penggunaan alat tersebut seperti biaya yang tidak murah. Tetapi, untuk mengusahakan agar janin tetap mendapatkan pendidikan dalam kandungan ada beberapa cara lain. 

Cara yang dapat dilakukan seperti mendengarkan musik klasik melalui handphone atau dapat pula dengan rutin mengajak janin berbicara. Cara tersebut juga dapat meningkatkan perkembangan motorik sang bayi dan dapat melatih daya fokus bayi.

Dari hal yang telah dibahas di atas, pendidikan yang diberikan kepada janin sejak dalam kandungan tidak kalah penting untuk diberikan. Pendidikan bukan hanya melalui pembelajaran tatap muka tetapi dapat juga melalui suara agar janin cepat beradaptasi. 

Pendidikan tersebut tidak harus menggunakan alat yang mahal, namun pendidikan tersebut juga dapat diberikan dengan cara yang sederhana dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. 

Mengajak berbicara janin sudah termasuk pendidikan dalam kandungan terutama yang dilakukan oleh orangtua karena hal tersebut dapat menjalin kedekatan orangtua dengan calon bayi.