Yogyakarta merupakan kota yang dikenal dengan berbagai budaya yang dimilikinya. Berbagai budaya yang ada di kota pelajar ini terus ada dan menjadi bagian dari jati diri Kota Yogyakarta. Salah satu dari budaya Kota Yogyakarta yang dapat kita temui setiap tahunnya adalah Pasar Malam Sekaten.

Pasar Malam Sekaten merupakan nama dari festival tahunan yang dilakukan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian dari acara sekaten ini dilakukan selama sekitar satu bulan dari tanggal 5 dan akan berakhir pada tanggal 12 Mulud yang dihitung dengan penanggalan Jawa.

Masyarakat Jogja yang bertempat tinggal disekitar alun-alun maupun yang jauh dari alun-alun Yogyakarta biasa menyempatkan diri untuk menghadiri sekaten ini. Banyak juga wisatawan yang tertarik dan ikut menikmati suasana festival ala Yogyakarta ini.

Sekaten sendiri merupakan festival yang diisi dengan berbagai  jenis permainan layaknya pasar malam serta ada pula berbagai jenis barang dagangan dengan harga terjangkau.

Pada saat kita memasuki pintu utama Sekaten, kita akan disuguhi berbagai macam panganan baik panganan modern maupun tradisional. Panganan yang tengah viral pun dapat dengan mudah kita jumpai disini.

Setelah berjalan masuk dan mengikuti deretan lapak-lapak makanan, kita akan menemui lapak pedagang yang menjual berbagai mancam sandang seperti baju, jaket, bermacam model celana, sepatu serta sandal. Selain itu kita juga akan menjumpai pedagang mainan dan alat rumah tangga dengan mudah.

Saat kita telah masuk lebih jauh ke dalam pasar malam, dan sampai pada bagian tengah lapangan alun-alun, kita akan menjumpai berbagai jenis permainan dan wahana-wahana yang mengundang serta menarik untuk kita naiki. Wahana yang paling banyak diminati oleh remaja yang mengunjungi sekaten adalah kora-kora. 

Bentuknya yang seperti kapal besar yang digantungkan dengan besi yang kemudian diayunkan semakin lama akan semakin kencang membuat adrenalin para penumpang kora-kora semakin teruji. Ramainya teriakan dari penumpang wahana kora-kora membuat pengunjung lain penasaran untuk mencobanya.

Selain kora-kora, di bagian sisi yang lain kita dapat menjumpai 2 sampai 3 bianglala besar yang dapat kita naiki untuk melihat suasana dan pemandangn Sekaten dari ketinggian.

Bagi para pengunjung yang pergi bersama adik atau buah hati yang masih anak-anak, kita dapat menemani mereka untuk bermain komedi putar dan juga bom-bom car.

Selain itu, untuk pengunjung anak-anak, Sekaten juga memiliki wahana yang disebut istana balon. Walaupun permainan itu diperuntukkan untuk anak-anak dan aman bagi mereka, wahana tersebut tetap memerlukan pengawasan dari orang dewasa.

Jam operasional dari Sekaten sendiri dimulai pada sore hari hingga tengah malam. Dianjurkan untuk datang ke Sekaten saat suasananya tidak terlalu ramai dan berdesakan, pengunjung bisa datang mulai pukul 17.30 WIB atau pada hari-hari biasa.

Hal tersebut dikarekan pada saat malam Minggu suasana Sekaten akan sangat sesak dan ramai sehingga untuk beberapa orang mungkin akan membuat tidak nyaman. Akhirnya dapat membuat mereka tidak bisa menikmati suasana Sekaten dengan nyaman.

Biaya untuk pergi ke Sekaten pun tidak mahal. Kita hanya perlu membayar tiket parkir bila membawa sepeda motor sebesar Rp3000,00 dan mobil sebesar Rp5.000,00. Untuk memasuki Sekaten sendiri, tidak ada pungutan biaya sama sekali. 

Namun pengeluaran kita saat ada di dalam area Sekaten akan berbeda. Makanan yang dijual di sekaten pun cukup murah meriah. Makanan berat dibandrol dengan kisaran harga Rp10.000,00 hingga Rp15.000,00.

Sedangkan untuk harga minuman yang dijual rata-rata dibandrol sebesar Rp3.000,00 hingga Rp5.000,00 saja. Permaianan yang ada di sekaten sendiri dihargai sebesar Rp10.000,00 sampai Rp15.000,00 per tiketnya tergantung pada permainan yang dipilih.

Bagi para pengunjung yang merindukan suasana tradisional dan makanan-makanan jaman dahulu, Sekaten adalah tempat yang sangat direkomendasikan. Berbagai jenis makanan tradisional akan mudah dijumpai disini tentu saja dengan harga yang ramah dengan kantong kita.

Namun di sisi lain, kegiatan dari Pasar Malam Sekaten ini membawa dampak bagi lingkungan terutama di lapangan Alun-Alun Utara Yogyakarta. 

Setelah adanya Pasar Malam Sekaten, keadaan lapangan menjadi kotor bahkan rumput-rumput menjadi tidak karuan hingga gundul. Hal ini disebabkan karena banyaknya aktivitas pengunjung Pasar Malam Sekaten selama satu bulan penuh.

Namun demikian, kegiatan Pasar Malam Sekaten masih tetap dipertahankan kerena Sekaten sendiri merupakan sebuah ikon dari Kota Yogyakarta dan pasar malam sendiri dapat menjadi sebuah atraksi wisata yang tentunya dapat menarik banyak wisatawan.

Selain itu, Pasar Malam Sekaten menjadi sebuah keunikan yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta dalam memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW.

Jadi oleh karena itu, agar kondisi lingkungan dapat terjaga dan kegiatan Pasar Malam Sekaten tetap dapat dilestarikan, sejak tahun 2019 Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama pemerintah Kota Yogyakarta menyepakati bahwa perayaan Pasar Malam Sekaten hanya akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Hal ini bertujuan untuk mempertahankan agar kondisi dari Alun-Alun Utara sebagai lokasi biasa diadakannya Sekaten dapat pulih dan lebih baik. Hal ini juga bertujuan agar makna dan semangat dari tradisi Sekaten dapat kembali karena Sekaten sendiri merupakan kegiatan keagamaan yang dibarengi dengan seni budaya.