Perang saudara Rusia merupakan perang yang sudah terjadi sejak tahun 1918-1922, di mana perang tersebut diisi oleh beberapa kelompok dan negara Rusia sendiri, perang tersebut bermula dengan pertempuran tentara merah dan tentara putih.

Tentara merah merupakan kelompok besar atau pemerintah Uni Soviet yang baru, sedangkan tentara putih merupakan kelompok Nasionalis Rusia.

Dapat kita ketahui bahwa tentara merah merupakan cabang dari Angkatan bersenjata Uni Soviet, yang pada saat itu telah dibentuk pada Oktober 1917, yang mengikuti revolusi pada saat pembentukannya.

Kelompok Nasionalis Rusia merupakan kelompok anti-komunis, perang saudara ini melibatkan banyak pihak yang ikut serta, yang diketahui bahwa kekuatan internasional juga ikut serta pada perang saudara ini.

Hal itu yang menjadi penyebab Rusia sebagai medan pertempuran bagi beberapa kalangan kepentingan dan juga perebutan kekuasaan.

Terdapat beberapa peristiwa yang menunjang terjadinya perang saudara Rusia, adanya operasi Faust Schlag, berdirinya Rezim Bloody White Baron, terjadinya pemberontakan Legiun Cekoslowakia, berdirinya Republik Sosialis Ukraina, ekspedisi beruang kutub, insiden Nikolaevsk, dan Dekazakisasi.

Terjadinya perang saudara tersebut menyebabkan Rusia dilanda krisis ekonomi politik, krisis ini terjadi sekitar awal abad 20, revolusi Rusia tersebut juga memiliki dampak yang sangat besar bagi dunia pada saat itu.

Sebenarnya perang saudara atau dapat dikenal dengan Revolusi Rusia disebabkan oleh banyak faktor sebagai pemicunya, mulai dari krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial antara kamu elite dan rakyat biasa.

Di mana pada waktu itu kamu elite yang memiliki kehidupan yang sangat mewah, sedangkan rakyat biasa memiliki kehidupan yang serba kekurangan, sehingga dari situ terjadilah protes yang dilakukan oleh rakyat biasa karena mereka menilai bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang tidak adil.

Karena Rusia merupakan negara Agraris yang mayoritas masyarakatnya merupakan petani miskin, yang mengharuskan mereka tunduk pada perintah dari tuan mereka, hingga mengharuskan mereka untuk menjadi pembantu (budak) dari tuan tanah.

Akibat dari adanya perang saudara tersebut, timbulnya banyak dampak yang dirasakan oleh negara-negara lainnya, hal tersebut juga berdampak pada lahirnya paham komunis ke banyak negara, yang juga dirasakan oleh negara berkembang maupun negara maju (Cina dan Indonesia).

Perang saudara ini terjadi dalam dua fase namun pada tahun yang sama, fase pertama terjadi pada bulan Februari tahun 1917 dan fase kedua terjadi pada Oktober tahun 1917 pula.

Pada saat itu, sebelum terjadinya revolusi Rusia masih di bawah kekaisaran Tsar Nicholas, kemudian munculnya keinginan untuk melakukan revolusi di kalangan rakyat Rusia, yang pada saat itu diawali dari pemikiran politik dari dua kelompok.

Kelompok yang memikirkan politik tersebut yakni kelompok intelektual besar yang berisikan partai sosialis revolusioner, sedangkan kelompok kedua yakni partai sosialis demokrat. Kedua pihak tersebut sangat berperan dalam perang saudara Rusia pada saat itu.

Revolusi yang terjadi di Rusia tersebut mampu membuat Tsar tumbang, setelah Tsar mengundurkan diri dari kekuasaannya membuat revolusi ini menghasilkan sebuah pemerintahan sementara, pemerintahan sementara ini dipimpin oleh Aleksander Kerensky namun pemerintahan ini tidak terbentuk lama.

Revolusi Rusia ini dikenal dengan revolusi Bolshevik karena pada saat itu dia adalah pemimpin dari Revolusi ini, namun rakyat Rusia justru tidak menerima pemerintahan dari Bolshevik sehingga banyak terjadi perlawanan antara dua golongan tersebut. 

Akibat dari perlawanan dari rakyat Rusia tersebut memicu terjadinya perang saudara Rusia. Perang saudara ini tidak semata-mata terjadi tanpa tujuan, perang ini memiliki tujuan yang pasti ingin menguasai Rusia setelah kemunduran Tsar Nicholas.

Pada saat itu, Tsar Nicholas merupakan pemimpin dinasti Romanov, kemudian kepentingan tersebut diperebutkan oleh dua pihak yang tengah berkonflik pada saat itu, yakni pihak tentara merah dan tentara putih.

Pertentangan yang terjadi antara dua golongan tersebut merupakan sebuah pertentangan karena perbedaan cara pandang, yang menjadi salah satu faktor utamanya.

Terjadinya perang saudara tersebut juga dikarenakan masyarakat Rusia menganggap pemerintahan pada masa kepemimpinan Bolshevik merupakan kepemimpinan yang berbentuk monarki, sehingga Rakyat tidak puas dengan cara kepemimpinannya.

Munculnya akibat revolusi yang dilakukan oleh para Bolshevik, dihapuskannya pemerintahan Tsar untuk selamanya, karena pemerintahan Tsar merupakan pemerintahan yang cukup lama, pemerintahan yang dipimpin oleh Tsar sudah 200 tahun lamanya.

Lalu, timbulnya demokrasi Soviet sebagai lawan dari demokrasi Liberal, Modernisasi Rusia maju dengan pesat, majunya modernisasi Membuat Rakyat Rusia terbebas dari bencana kelaparan dan kesulitan, kemajuan tersebut dapat dilihat dalam bidang industri dan pertanian.

Meluasnya komunisme di seluruh dunia, komunisme merupakan suatu faktor yang sangat perlu diperhatikan oleh semua kalangan internasional karena komunisme merupakan sebuah kekuatan politik dunia.

Perang saudara Rusia akhirnya berakhir dan dimenangkan oleh Bolshevik, dalam kemenangannya, dia menyingkirkan Lenin ke atas pucuk (tertinggi) pimpinan dari Uni Soviet.

Dari situ kemudian akan menyebabkan paham baru, Marxisme-Leninisme, yang nantinya akan sangat memengaruhi pendirian partai Komunis dari Indonesia, hal tersebut merupakan ancaman tersendiri Indonesia.

Tokoh-tokoh yang terlibat dalam perang saudara Rusia yakni: George Plekhanov, lenan (Vladimir Ulyanov), Tsar Nicholas ll, Joseph Stalin, dan Nikita Khruschev.