Sejarah Kertas

Kertas atau salah satu alat tulis pada zaman dahulu menggunakan batu, kain, kulit hewan dan lain-lain, dulu untuk membuat alat tulis agar pesan dapat disampaikan lewat perantara kertas sangatlah mahal.  Sekarang kertas menjadi alat tulis yang sangat mudah didapatkan pada masa sekarang.

Meski penggunaan kertas mulai berkurang di era digital ini diakibatkan adanya pengiriman pesan melalui digital yang sangat efisein dalam segi waktu dan dana, tetapi kertas telah berjasa mengantarkan manusia memasuki zaman digital seperti saat ini.

Sebelum kertas ditemukan, manusia kuno mulai menulis di atas batu dan tulang belulang. Konon menurut sejarah Menulis di atas batu telah dilakukan bangsa Sumeria sejak 3.000 tahun SM. Orang-orang Chaldea dari Babylonia Kuno menulis di tanah liat dan masih banyak lagi cara-cara menulis pada zaman dahulu. 

Dan Bangsa Romawi tidak kalah dalam peradaban dari segi menulis, mereka biasanya menggunakan perunggu untuk mencatat. Menurut perhitungan sejarah bertepatan pada abad ke-9 SM, buku-buku besar tersusun dari lembaran-lembaran kayu telah dipakai sebelum masa Homer. Dan juga Masyarakat Mesir kuno telah menulis dengan menggunakan papyrus untuk menulis dan menggambar. Papyrus sudah hampir menyerupai kertas, dari kata itu pula orang Barat mengenal paper (kertas).

China, Kertas, dan Kebangkitan Peradaban Dunia

Ts’ai Lun  seorang  yang tercatat salah satu tokoh yang berpengaruh dalam sejarah pada buku “100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah” (The 100, a Rangking of The Most Influential Persons in History), yang ditulis Michael H. Hart. Mempresentasikan penemuannya pada abad ke-2 pada tahun 105 dan ada juga yang mengatakan pada tahun 101 Masehi.

Penggunaan kertas meluas di seluruh Negeri China, bahkan pada abad yang sama China berhasil mengekspor produk kertas yang mereka produksi dengan sangat rahasia cara pembuatannya ke Negara-Negara Asia. Hingga tahun 750-an Masehi (Abad ke-8) tak satupun bangsa di dunia mengetahui bagaimana cara membuat kertas kecuali China.

Ini menunjukkan bahwa pepatah yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China karena peradaban China adalah yang sangat cepat dalam peradaban dunia, sampai sekarang produk-produk China semakin banyak dipasarkan dipasar-pasar Indonesia baik dari segi elektronik maupun non-elektronik.

Sebelum kertas ditemukan oleh Ts’ai Lun sebelum abad ke-2 Masehi masa itu, peradaban China masih kalah dibandingkan Eropa, namun sejak abad ke-2, peradaban China berkembang pesat sehingga melampaui Eropa, hingga pada abad ke-7 dan ke-8 Masehi, Peradaban China dalam banyak segi adalah yang paling maju di muka bumi.

Apakah sobat masih ingat tentang “100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah” dengan judul asli The 100 a Rangking of The Most Influential Persons in History, dalam tulisan Michael H. Hart? Sepuluh besarnya diduduki oleh 5 orang penyebar agama/filsuf, dan 5 orang lainnya diisi ilmuwan/penemu. Satu orang yang berkaitan dengan kertas yaitu rangking ke-7, sang penemu kertas dari Negeri China.

Ts’ai Lun hanya seorang pegawai negeri di pengadilan kerajaan pada masa Kaisar Ho Ti. Berkat penemuan Ts'ai Lun itu, Kaisar menaikkan pangkatnya di kerajaan dan memberinya gelar bangsawan. Ini bisa kita ambil sebagai pelajaran, karena setiap orang yang bekerja keras akan mendapatkan hasil yang baik, sehingga ada pepatah mengatakan "usaha tidak mengkhianati hasil"

Sejarah yang sangat menarik perhatian dunia, bahwa peran kertas sangat kentara bagi kebangkitan 3 peradaban besar modern di muka bumi. Sejak ditemukannya kertas itulah sejarah peradaban modern manusia bumi terbangun dan tersambung hingga hari ini dengan kemajuan sangat pesat.

Berikutnya pada abad ke-12 (10 abad setelah China menggunakan kertas dan 4 abad setelah Arab menggunakannya), Eropa pun berhasil mendapatkan teknik pembuatan kertas tersebut, buah interaksinya dengan peradaban Islam Arab. 

Peran Kertas

Kertas berperan dalam berbagai bidang kehidupan, pendidikan, kesehatan, hiburan dan proses pengabadian moment penting dan sakral. Seperti pencatatan AKTA kelahiran, pembuatan KTP, Kartu Keluarga dan membuat berbagai dokumentasi penting lainnya.

Para Ilmuwan akan kesulitan menyampaikan karyanya jika tidak ada media kertas sebagai penyebar karya tersebut. Naskah Proklamasi tak akan abadi jika tidak dituliskan. Bahkan karya-karya sastra tak akan hidup dan berkembang tanpa peranan kertas sebagai media untuk menuangkan imajinasi dan karya-karya, bahkan membuat Uang sebagian menggunakan kertas.

Tak bisa dibayangkan apabila dijaman modern sekarang dimana membayar produk atau jasa  ada yang tidak menggunakan kertas sebagai alat tukar, melainkan menggunakan pembayaran elektronik yang dikenal sekarang. Memang peran kertas sedikit tergantikan akibat ditemukannya elektronik, tetapi kertas masih belum bisa secara keseluruhan tidak digunakan sebagai alat tukar produk atau jasa karena dapat mengakibatkan turunnya ekonomi dunia serta wirausaha kecil tidak mungkin menggunakan yang namanya kartu debit disetiap transaksi.

Kertas juga telah memberi pertumbuhan yang besar terhadap ekonomi Indonesia, industri pulp dan kertas merupakan penyumbang devisa terbesar ke-7 dari sektor non-migas di Indonesia dan juga tercatat membantu jutaan orang dalam menafkahi keluarga serta mengurangi pengangguran tercatat pada tahun 2017 Industri pulp dan kertas menyerap sebanyak 260 ribu tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung.

Penutup tulisan yang telah kita bahas diatas Saya akan menuliskan sebuah puisi tentang Kertas yang saya kutip dari Permadi Budi.

Kertas...
Kau adalah sahabatku yang paling penyabar.
Kau selalu ada untukku disaat aku ingin mencurahkan isi hatiku.
Disaat aku sedang marah
Disaat aku sedang sedih.
Disaat aku sedang senang
Kau slalu ada..

Kau tak pernah lelah.
Kau tak pernah marah.
Saat aku hanya mencorat-coret saja.
Untuk mengungkapkan kemarahanku..

Kertas...
Terima Kasih..
Karena kau telah ingin menjadi sahabat setiaku..

Terima Kasih telah membaca, terima kasih Qureta.com

#semogabermanfaat.