Tulisan ini saya dedikasikan untuk Bapak Juliari. Sebelumnya saya turut prihatin atas penderitaan yang dirasakan oleh Bapak. Kira-kira itulah yang Bapak ungkapkan dalam nota pembelaan dipersidangan tanggal 9 Agustus lalu. 

Mungkin Bapak adalah satu dari sekian juta masyarakat Indonesia yang menderita ditengah kondisi pandemi. 

Tentu, banyak orang menderita ditengah pandemi ini. Hanya mungkin jenis penderitaannya saja yang berbeda. 

Ada yang menderita tidak punya uang karena di PHK, sudah gitu tidak dapat Bansos pula; Ada yang menderita karna usaha warung kopinya ditutup paksa akibat PPKM; sampai, ada juga yang menderita karna tidak punya pasangan, ehh teman-temannya justru malah banyak yang menikah ditengah WFH. Pokonya banyak deh. 

Menurut KBBI, men·de·ri·ta diartikan menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Pastilah orang yang menderita, hidupnya akan terasa sukar, hatinya lelah, dan bisa saja psikisnya terganggu.

Oleh karena itu, sebagai bentuk empati saya kepada penderitaan yang Bapak rasakan, Saya ingin merekomendasikan kepada Bapak untuk menggunakan layanan pekerja sosial. 

Jadi, kalo yang belum tahu (tapi khusus bapak pastinya tahu lah, Bapak kan mantan menteri sosial yang merupakan institusi tempat bernaungnya profesi Peksos ini), pekerja sosial ini adalah seseorang yang profesional dalam melakukan praktik pekerjaan sosial.

Nah, praktik pekerjaan sosial adalah kegiatan pertolongan yang terencana dan berkelanjutan untuk mencegah disfungsi sosial, serta memulihkan dan meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. (Lihat Pasal 1 poin 1&2, UU No.14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial). 

Jadi gampangnya, dalam konteks penderitaan yang dialami bapak sebagai individu, Peksos akan membantu dalam memulihkan masalah yang membuat Bapak sampai menderita itu. 

Bahkan selain itu, dalam proses penanganan masalah, ada tahap dimana Peksos akan memfasilitasi klien untuk menggali potensi yang mereka miliki. 

Sehingga bukan hanya pulih dari penderitaan, PM akan mendapatkan pengembangan diri berupa keterampilan. 

Dengan begitu kedepannya PM akan memiliki kepercayaan diri untuk kembali kemasyarakat dengan keterampilan yang dimilikinya. Itulah yang dimaksud kembalinya keberfungsian sosial. 

Segala hal yang berkaitan dengan proses penanganan, akan dilakukan dengan prinsip partisipatif. 

Artinya, nanti sebagai PM Bapak akan diikutsertakan dalam mencari dan memutuskan solusi terbaik untuk penanganan masalah yang diderita Bapak.

Lihat, betapa layanan Peksos itu bersifat fleksibel dan non-dikriminatif, bukan? 

Kalo tahu begini, pastinya Bapak bangga kan pernah memimpin institusi tempat bernaungnya profesi Peksos ini? Hehe

Walaupun sudah terlihat bagus, sebetulnya sistem pelayanan Peksos di Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga macam singapura atau malaysia lho pak. 

Coba saja dijaman Bapak, anggaran 35 M nya itu digunakan untuk pengembangan yang lebih intensif bagi sistem layanan Peksos. Pasti bakalan tambah hebat lagi pak, hehehe. 

Kembali ke laptop. 

Ngomong-ngomong soal curahan hati Bapak yang katanya merasa menderita, memang tidak bisa diabaikan begitu saja. 

Saya apresiasi keberanian Bapak mengatakan hal itu ditengah sidang, atas kasus yang sedang menjerat Bapak. Hehe

Karena ketika psikis kita terganggu, maka akan berdampak pada relasi sosial kita dan juga sebaliknya. Begitu sih kata dosen saya. Itulah manusia disebut sebagai mahluk psikososial. 

Makanya, jangan sampai bapak sebagai eks Menteri Sosial yang berarti secara otomatis sebagai tokoh publik, mengalami disfungsi sosial. Itulah perlunya secara dini menjalani layanan Peksos. 

Tapi saya masih bingung, Bapak menderita karena apa? Atau Bapak sendiri sebenarnya juga bingung? 

Karena kan biasanya jika kita diminta untuk menjelaskan kegundahan yang kita rasakan, tiba-tiba masalah itu menjadi absurd. Jadinya, kita juga bingung sendiri buat menjelaskan kegundahan itu. 

Eitss, JANGAN KHAWATIR PAK!!! Melalui metode casework, Peksos akan melakukan tahap penyadaran akan masalah yang tengah melanda kehidupan Bapak. Ya mungkin aja kan Bapak 'BELUM SADAR' akan masalah Bapak.

Pokonya masih banyak lagi referensi yang dimiliki para pekerja sosial untuk menangani masalah klien nya pak. Semua Itu dilakukan dengan metode yang terstruktur, terukur dan yang pasti profesional.

Itu sedikit gambaran dari saya, tentang betapa hebat dan berguna nya profesi Peksos untuk menangani masalah sosial dimasa pandemi ini. 

Selanjutnya saya serahkan semuanya kepada keputusan Bapak, yang jelas rekomendasi yang saya berikan ini sebagai bentuk kepedulian saya kepada Bapak serta kebanggaan saya akan profesi Pekerja sosial ini. 

Untuk lebih jelasnya, silahkan Bapak langsung pergi ke Peksos. Pasti gampang lah untuk Bapak mendapat akses pelayanan Peksos, apalagi kan Peksos itu tenaga fungsional di Kementerian yang pernah Bapak pimpin itu. 'Kementerian Sosial'. Hehe.

Sekian dari saya, seorang mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial yang perduli terhadap eksistensi Profesi Peksos serta Isu-Isu sosial yang terjadi di Negeri ini. 

Terakhir, saya berdoa untuk Bapak semoga diberikan kesehatan baik jasmani maupun rohani, Supaya bisa menjalani hari-hari kedepannya dengan tegar dan ksatrian. 

Terima kasih