Mahasiswa
1 tahun lalu · 755 view · 3 min baca · Gaya Hidup 52734_13297.jpg
triivia.id

Secreto Site: Simulakra dan Hiperrealitas

Linimasa media sosial, khususnya platform Instagram akhir-akhir ini dipenuhi oleh orang-orang yang menunjukan kanal secreto site pribadinya. Kanal ini dapat menghimpun teks yang ditujukan pada pemilik secara anonim. Secreto site biasanya dicantumkan pada bio akun instagram dan didengungkan dengan menggunakan fitur insta-story. Orang yang menawarkan secreto site bermaksud untuk menerima kritik dan saran dari para pengikutnya.

Dikotomi baru: Pengguna Secreto Site vs Warganet yang Jengah

Penggunaan secreto site tidak begitu saja diterima oleh warganet. Tren ini membuat dikotomi antara pengguna secreto site dan warganet yang jengah. Warganet yang jengah beberapa berpendapat bahwa penggunaan secreto site adalah sebuah hal yang konyol, alih-alih memberikan kritik dan saran secara rahasia (secret), kritik dan saran tersebut dipamerkan melalui fitur insta-story. 

Tak jarang pula kritik dan saran yang secara tegas menunjukkan kekurangan si pemilik secreto site justru ditanggapi secara defensif. Walaupun begitu, kedua alasan tersebut tidak bisa dijadikan alasan sebagai penghakiman bagi pengguna secreto site. Penggunaan secreto site sah-sah saja, tidak ada hoaks, isu SARA ataupun ujaran kebencian.

Simulacra

Filsuf asal Perancis, Jean Baudrillard menggambarkan dunia postmodern dengan simulasi. Proses simulasi ini mengarah pada reproduksi obyek atau peristiwa. Dalam kebudayaan simulasi, fakta dan citra saling menumpuk membentuk satu kesatuan. Semuanya menjadi bagian realitas yang dijalani. Kesatuan inilah yang disebut Baudrillard sebagai simulacra, sebuah dunia yang terbangun dari sengkarut nilai, fakta, tanda, citra dan kode. Realitas menjadi tidak penting dibandingkan simulacra.

Seseorang bisa saja memberikan kritik dan saran kepada orang yang bersangkutan. Apa yang terjadi? Kemungkinan pertama adalah pesan yang diberi akan benar-benar tersampaikan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang menjadi sungkan dengan menyampaikan secara langsung. 

Keberadaan secreto site mereproduksi realitas yang ada. Secreto site, sebagai media awalnya berperan untuk menjembatani saran dan kritik. Namun, pesan atas realitas yang ada tidak dapat diilhami oleh sang penerima. Pesan-pesan yang tertuang justru tidak lagi penting. \

Seperti yang disinggung oleh Baudrillard, realitas tidak lagi penting. Pesan (kritik dan saran) bukan lagi dipandang sebagai acuan intropeksi diri. Pengguna secreto site memaknai pesan yang diterima hanya sebagai ajang menujukan citra positif dan eksistensi diri. Maka, tidak sedikit ditemui pula orang yang tidak terima atas kritik yang disampaikan.

Hiperrealitas

Citra dan simbol lebih penting daripada realitas. Realitas sesungguhnya justru terdistorsi. Secreto site tidak lagi sebatas sebagai perpanjangan diri individu (saran dan kritik), namun sekaligus merupakan ruang untuk membentuk identitas dirinya. Citra lebih meyakinkan ketimbang fakta. Inilah dunia hiperrealitas: realitas yang lebih nyata dari yang nyata, semu dan meledak-ledak. Hal ini bisa kita lihat bagaimana setiap orang mempromosikan alamat secreto sitenya dan mereview secara berkala.

Dalam dunia hiperrealitas, objek-objek asli yang merupakan hasil produksi (dalam hal ini perilaku seseorang) dapat bersanding dengan objek-objek yang hiperreal yang merupakan hasil reproduksi (komentar/pesan dalam secreto site). Dalam konteks yang lebih luas, realitas yang hiper seperti Instagram, Twitter, Facebook nampak lebih real dari kenyataan, dimana model, citra-citra dan kode hiperrealitas bermetamorfosa sebagai pengontrol pikiran dan citra diri seseorang.

Konsep Hiperrealitas Jean Baudrillard rupanya sangat dinikmati oleh pengguna secreto site. Cukup menanggapi ringan atas pesan yang masuk ke kanalnya, namun ditanggapi secara mewah dan eksesif dalam fitur insta-story. Hal tersebut berkenaan dengan citra diri yang diupayakan terlihat sempurna tanpa cacat.       

Tinjauan Budaya Populer

Dalam tinjauan budaya populer, secreto site dipandang sebagai tren yang diproduksi secara massal dan komersial, serta praktek pemaknaan terkait, yang berupaya menjangkau sebanyak mungkin konsumen, terutama sebagai hiburan. Secreto site merupakan proses memasok komoditas satu arah dari atas ke bawah untuk masyarakat sebagai konsumen.

Konsumsi secreto site oleh anak muda ini merupakan tindakan latah yang berusaha agar tidak tertinggal dari tren. Jika tidak mengikuti tren, maka ada perasaaan yang kurang dan tertinggal. Belum lama, kita melihat tren sarahah.com yang hampir mirip dengan secreto site, yakni dengan mewadahi saran dan kritik secara anonim. Pengguna secreto site dan sarahah adalah sebuah cerminan bahwa warganet butuh panggung dalam menunjukkan eksistensi dan citra diri. Instagram yang dominan mewadahi gambar tidak cukup memberikan ruang.

Memilih untuk tidak menggunakan secreto site guna bertahan dari gelombang tren merupakan pilihan yang elegan. Namun begitu, menggunakan secreto site juga bukanlah pilihan yang salah dan dilarang. Setiap orang memiliki otoritas dalam menyikapi tren. Tren akan terus berjalan mengikuti selera pasar, mulai dari tren Instagram in my hand yang tertuang dalam tagar #instagraminmyhand, Tik-Tok dan Musically, template kekinian ya-tidak yang beberapa diproduksi oleh public figur, hingga tren secreto site.

Artikel Terkait