Mahasiswa
1 bulan lalu · 69 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 96505_15039.jpg
Foto: guarrocasas.com

Sebuah Kehidupan Baru untuk Plastik dan Kertas

Dua bahan yang dapat ditemukan hampir di setiap rumah tangga di dunia. Dua bahan yang tak tertinggal dari kebutuhan sehari-hari. Dua bahan yang sering digunakan sebagai dasar dalam pembuatan produk lainnya.

Seputar plastik       

Plastik dapat bersifat alami, seperti karet pohon. Ada plastik organik yang mengandung karbon dan plastik anorganik yang tidak. Plastik dapat terasa keras dan tahan pecah atau lunak dan fleksibel. Mungkin banyak yang tidak menyadari – cat, pelapis atau pelindung, dan lem, semua tergolong sebagai plastik.

Kita sering menjumpai barang-barang yang terbuat dari plastik dalam kehidupan sehari-hari seperti kantong plastik, sendok, piring, kursi, dll. Mengapa kita cenderung lebih memilih plastik sebagai bahan dasar produk untuk keperluan sehari-hari? 

Plastik adalah bahan yang tahan lama dan mudah diperoleh. Harga produksi yang lebih murah dibanding bahan lainnya seperti kaca dan bambu, juga menjadi salah satu alasan mengapa warga lebih memilih untuk menggunakan bahan tersebut. 

Kertas di zaman sekarang

Sampai sekarang, hidup kita berputar di sekitar kertas. Walau teknologi terus berkembang, masih sering kita menganggap bahwa dokumen tertulis lebih resmi daripada file yang tersimpan dalam komputer. Kontrak, akta nikah, dan buku-buku lebih “dihargai” dan “dianggap serius” ketika diterima atau dipegang secara nyata.

Jenis kertas yang saya maksud dalam contoh di atas adalah lembaran tipis datar yang biasanya digunakan untuk menulis atau mencetak. Kertas memiliki berbagai bentuk tetapi sebenarnya dibuat dari bahan yang sama misalnya, kardus dan karton. 

Eksistensi mereka merupakan bukti dari banyaknya penggunaan kertas. Mereka digunakan untuk menyimpan dan mengemas barang seperti TV dan kulkas. Segala macam hal dapat ditempatkan di dalamnya, tanpa memedulikan apa ukuran, bentuk, dan seberapa rapuhnya benda-benda itu. 


Mungkin banyak tidak memperhatikan tetapi kotak pizza yang mampu menahan panas untuk waktu yang lebih lama adalah terbuat dari kertas. Inilah contoh penggunaan kertas yang biasanya kita abaikan tetapi sering kita temui.

“The Truth”

Banyak yang percaya bahwa kantong kertas lebih ramah lingkungan daripada kantong plastik karena terbuat dari sumber daya terbarukan, dapat diurai, dan dapat didaur ulang. Klaim bahwa kantong kertas lebih baik daripada plastik tidak didasarkan pada sains atau fakta tetapi didasarkan pada kesalahpahaman tentang bagaimana kantong plastik dibuat, bagaimana kondisi tempat pembuangan sampah bekerja, kejadian sampah plastik, dan bahwa produk non-biodegradasi adalah buruk bagi planet ini. 

Namun yang sebenarnya adalah, kantong plastik mengungguli kantong kertas yang ramah lingkungan pada proses pembuatan, penggunaan kembali, dan hasil limbah padat.

Jika berbicara mengenai penggunaan sumber daya, kantong plastik memainkan peran penting dalam konservasi sumber daya gas alam. Proses pembuatan kantong kertas menggunakan jauh lebih banyak sumber daya. Setiap tahunnya, 3.5 triliun sampai 7 triliun pohon ditebang untuk membuat kertas. 

Disamping itu, sulit untuk menggunakan kembali kantong kertas karena cenderung untuk robek. Berhubungan dengan limbah padat, kantong kertas memiliki massa yang 5-7 kali lebih banyak dari kantong plastik sehingga menambah 5-7 kali lebih banyak tonase ke aliran limbah untuk dikelola.

Terlepas dari uraian di atas, hal ini tidak membuat saya berpihak pada penggunaan plastik. Saat ini, hanya 9% dari total plastik sampah di dunia yang didaur ulang. Masalah terbesar yang kita hadapi dengan sampah plastik ini adalah, sebagian besar plastik tidak dapat terurai dan biasanya membutuhkan waktu ratusan tahu. 

Lebih buruknya lagi, sampah plastik terpecah menjadi potongan atau partikel yang lebih kecil, yang akhirnya ditelan atau tertelan oleh hewan.  

Hal yang sebenarnya perlu dipertimbangkan


Kita tidak bisa menuduh keberadaan plastik, kertas, dan sampah lainnya di lingkungan saja, tetapi manusia yang membuangnya sembarangan dan pengelolaan sampah yang tidak efektif. Yang harus dipertimbangkan untuk menyelesaikan masalah lingkungan adalah diperlukan perbaikan pengelolaan sampah, harus lebih efektif dan efisien.

Populasi dunia akan terus meningkat. Bagaimanapun juga kita sebagai manusia tetap akan membutuhkan barang-barang seperti plastik dan kertas untuk keperluan hidup kita saat ini. 

Memang telah ada beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan beberapa organsasi untuk mengatasi masalah lingkungan, seperti program tanggung jawab sosial, kebijakan baru untuk melestarikan lingkungan, dll. Namun itu saja tidak cukup jika setiap individu masih meremekan tindakan mereka terhadap lingkungan.

Plastik dan kertas, sulit untuk digantikan tapi mungkin dapat diubah. 

Melihat sub-judul ini, mungkin anda bertanya-tanya. Digantikan dan diubah, apa perbedaannya? Menurut hemat saya, “mengganti” artinya lebih ke "replacing something", mengubah lebih ke “changing something without replacing it with a new one”.

Maka dari itu, saya ingin sampaikan bahwa eksistensi plastik dan kertas ini memang sulit untuk digantikan dengan material yang lain, mengingat kemanfaatan dan kebergunaan yang telah saya uraikan. Mengubah berarti menjadi lain dari semula. 

Plastik dan kertas ini mungkin saja bisa kita ubah sifat materialnya, diubah proses pengelolaannya. Bagaimana jika kita mengubah plastik menjadi kertas? Plastik yang memiliki sifat material mirip dengan kertas? 

Dengan begitu, kita menciptakan sesuatu yang tidak menggunakan banyak sumber daya alam untuk membuatnya dan mengurangi limbah di lingkungan.

Sekelompok peneliti Meksiko berhasil menemukan cara untuk membuat kertas yang terbuat dari botol plastik bekas. Teknik yang dikembangkan untuk membuat kertas membutuhkan biaya yang lebih murah dibanding proses konvensional pembuatan kertas. Zat klorin juga tidak digunakan seperti industri kertas saat ini.


Proses itu sendiri memecah plastik menjadi pelet kecil dan mencampurnya dengan kalsium dan batu. Campuran yang dihasilkan kemudian dipanaskan hingga lebih dari 100 derajat Celcius dan digulung menjadi lembaran kertas besar menggunakan mesin. Prosesnya mirip dengan pembuatan tortilla. Penemuan ini juga memastikan bahwa sampah plastik tidak dibuang ke suatu tempat melainkan di daur ulang.

Kertas yang dihasilkan disebut “kertas mineral”. Hasilnya lebih kuat dari standar, tidak dapat dirobek dengan tangan, tahan air, dan memiliki kualitas photodegradable. Dengan tidak menebang pohon, atau menggunakan air, biaya produksi menjadi lebih murah dan ramah lingkungan.

Bayangkan, kertas dengan kualitas lebih tinggi, proses pembuatannya lebih murah, tidak menggunakan sumber daya yang banyak serta ramah lingkungan. Bukankan kombo ini sangat luar biasa?

It starts with you and me

Terlepas dari semua hal di atas, segala sesuatu dimulai dari kita sendiri. Semua tindakan kita terhadap lingkungan akan kembali lagi kepada kita sendiri. Untuk masa depan yang lebih baik, kita harus berbuat lebih banyak untuk melewan masalah lingkungan. 

Bumi adalah tempat kita tinggal, rumah kita. Lakukan apa yang kita bisa membantu kecil untuk rumah ini karena planet ini adalah satu-satunya rumah yang kita miliki sekarang.

Referensi:

Artikel Terkait