Sebelum membahas lebih lanjut, apa itu Ketempelan? 

Secara umum Ketempelan adalah kejadian dimana seseorang merasa tiba-tiba tubuhnya terasa pegal terutama dibagian pundak dan punggung, seperti sedang menggendong orang. Bukan hanya itu, seseorang yang mendadak berubah drastis dari tutur kata, sifat, dan tingkah laku bisa dibilang orang tersebut mengalami ketempelan.

Ketempelan berbeda dengan Kesurupan. Kesurupan membuat orang kehilangan kendali dan merasakan tubuhnya seperti diambil alih. Sedangkan ketempelan tidak sampai membuat orang kehilangan kendali.

Ada salah satu ilmuwan yang meneliti tentang kejdian ini  adalah Joe Nickell. Dia merupakan peneliti dari Komite Penyelidikan Skeptis. Ia berpendapat bahwa Ghost Attachments atau ketempelan adalah gabungan dari kelelahan, stress, banyak pikiran, murung dan kejadian ini tidak ada kaitannya dengan hal supranatural.

Menurut paranormal ketempelan itu nyata adanya, mereka menganggap orang yang mengalami ketempelan disebabkan karena orang tersebut memiliki dan menunjukkan aura atau energi negatif sehingga makhluk halus mendatangi lalu menyerap energi orang tersebut, itulah yang membuat orang merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Tetapi menurut sains ketempelan hanyalah kondisi fisiologis seseorang yang disebabkan oleh rasa lelah yang berlebih, selalu negatif thinking dan ilusi yang dihasilkan oleh otak sehingga tercipta seperti melihat hantu yang menempelkan diri pada orang yang mengalami hal tersebut.

Mengapa sebagian masyarakat masih beranggapan kalau kejadian-kejadian tidak umum seperti ketempelan selalu dikaitkan dengan hal-hal mistis? Bahkan, anda sendiri mungkin mempercayai bahwa kalau makan nasi harus dihabiskan karena kalau tidak dihabiskan akan ada ayam yang mati, kedatangan kupu-kupu di dalam rumah akan ada tamu yang datang, Anak-anak jangan main sampai maghrib nanti diculik wewe gombel dan sebagainya.

Ternyata, bukan cuma orang-orang Indonesia saja yang mempercayai mitos dan takhayul. Menurut survei , tiga perempat atau satu dari lima orang Amerika masih ada yang percaya pada mitos dan takhayul.

Para psikolog beranggapan bahwa hal ini terjadi karena manusia memang tidak bisa melepaskan diri dari mitos dan takhayul yang tersebar di lingkungan mereka maupun yang terdapat di cerita rakyat lama. Saat manusia mempercayai hal semacam itu, timbul perasaan diuntungkan dan seseorang memiliki cukup alasan untuk memahami suatu kejadian.

Dikarenakan otak manusia memang selalu berusaha mencari petunjuk, jawaban dan makna dibalik suatu peristiwa. Beberapa pengalaman paranormal pun sudah diperjelas berdasarkan penelitian aktivitas aneh di otak. Misal terkait fenomena ketempelan, kerasukan hantu atau benda yang bergerak sendiri. Ada respons yang ditunjukkan aktivitas otak sebelah kanan yang mengatur pengolahan visual.

Apa itu Gangguan Kejiwaan?

Gangguan Kejiwaan adalah suatu penyakit yang mengacu pada berbagai kondisi yang memengaruhi perasaan suasana hati,pemikiran dan perilaku seseorang. Kondisi ini bisa terjadi dalam jangka waktu yang singkat atau juga dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak diobati, orang yang mengalami ini akan sulit bersosialisasi, beraktivitas, bekerja, dan bahkan berinterkasi dengan orang lain.

Penyebab gangguan kejiwaan disebabkan beberapa faktor, yakni psikologis, biologis, dan lingkingan. Risiko gangguan kejiwaan juga bisa lebih tinggi jika memiliki faktor risiko tertentu. Beberapa gangguan jiwa yang paling umum adalah bipolar, depresi, gangguan kecemasan, Skizofrenia, perilaku adiktif, dan gangguan makan

Gejala dan tanda orang yang mengalami penyakit ini sangat bervariasi tergantung dari penyakit jiwa yang dialami dan tingkat keparahannya. Namun secara umum, gejala-gejala dan tanda-tanda gangguan jiwa adalah: Perubahan suasana hati, Perubahan Kepribadian, Gangguan pada fungsi otak, Gangguan tidur, Kesulitan berpikir, Melibatkan diri pada hal berbahaya, dan Memliki trauma berat akibat suatu peristiwa atau kejadian yang pernah dialami.

Kondisi ini membutuhkan perawatan yang cukup rumit. Meski begitu, Gangguan Kejiwaan tetap bisa diobati dan dikendalikan dengan perpaduan psikoterapi, psikolog, psikiater dan obat-obatan dari dokter.

Lalu, apakah Ketempelan sama dengan Gangguan Kejiwaan? 

Menurut saya pribadi, kedua hal tersebut tidak sama. Ketempelan bukanlah suatu penyakit karena itu hanya istilah dari masyarakat dan Gangguan Kejiwaan adalah suatu penyakit. Ketempelan terjadi bukan karna gangguan mental dan psikis dari orang tersebut. Tetapi, karena kondisi tubuh yang kurang bertenaga disebabkan kelelahan dalam melakukan aktivitas, banyak pikiran dan sebagainya. Sedangkan Gangguan Kejiwaan bisa terjadi karena menderita penyakit tertentu sampai mengalami stress akibat peristiwa traumatis, seperti kehilangan orang yang disayang, terisolasi untuk waktu yang lama, antisosial dan peristiwa-peristiwa menyedihkan lainnya.

Kita sebagai masyarakat yang berpendidikan, harus bisa memilah dan memilih informasi mana yang palsu dan mana yang akurat, terpercaya baik dari sosial media maupun dari lingkungan. Selain itu, kita sebagai manusia sosial juga jangan langsung beranggapan bahwa fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan dan negara tercinta ini selalu dikaitkan dengan hal-hal mistis. Lebih baik dicermati dan diteliti terlebih dahulu dalam menerima informasi sebelum berspekulasi yang tidak-tidak.