Bagi remaja, sekolah tentu menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan sebagian besar waktu. Segala pernak-pernik cerita sering terjadi ketika berada di fase sekolah. Entah mulai dari perihal asmara, persahabatan, penemuan jati diri, masalah moralitas, bahkan tumbuhnya idealisme diri.

Dari berbagai intrik tersebut, remaja sering kali mencari medium pengekspresian diri guna menyalurkan hal-hal yang mereka rasakan. Musik tentu menjadi salah satu entitas favorit yang banyak dipilih remaja guna mengeskpresikan diri.

Salah satu jenis musik yang banyak digandrungi para remaja adalah musik rock. Karakter yang keras dengan irama yang kencang, ditambah lirik yang emosional dan observatif, menjadi alasan kuat kenapa banyak remaja menyukai jenis musik tersebut.

Para musisi rock sendiri juga sering dikenal oleh masyarakat sebagai seniman yang identik dengan problematika masa remaja – yang pada akhirnya digunakan sebagai fundamental berkarya sehingga menghasilkan bentuk musik rock dengan karakter yang demikian liarnya.

Nah, karena suasana awal semester di tahun 2022 masih hangat terasa, coba deh dengerin lima lagu rock ini. Dengan mengangkat kelindan cerita kehidupan remaja di sekolah, mungkin lagu-lagu ini sangat cocok buat nemenin waktu kalian di awal-awal semester ini.

1. Descendents – On Paper (2016)

Siapa sih yang enggak kenal dengan band punk rock satu ini. Lahir dari latar belakang personil yang sangat dekat dengan dunia akademis, Descendents sering kali menciptakan lagu yang mengangkat keluh kesah kehidupan dunia remaja di dalam kampus.

Dengan gaya bermusik mereka yang sangat punk rock, Descendents berhasil melebarkan cakupan musik punk ke ranah yang lebih formal, yakni dunia pendidikan. Salah satu lagu mereka berjudul “On Paper” merupakan salah satu bukti nyata bahwa mereka memainkan musik punk rock dengan gaya bercerita keluh kesah ala mahasiswa.

Sang penulis lirik sekaligus frontman Descendents, Milo Aukerman, berhasil menuliskan sepenggal kisah tentang bagaimana mahasiswa secara tidak langsung mendapatkan tekanan kultur dari lingkungan akademis untuk memperoleh kredit nilai yang baik pada setiap mata kuliah yang diambil.

Sepenggal lirik dari lagu “On Paper” berbunyi: “Statistically i’m far above the rest. I do my homework, never have to guess. My social life’s an empty wreck. Romance is an alien labor”. Dari lirik tersebut, Milo menarasikan bahwa kehidupan sempurna secara akademis sering kali mengorbankan hal-hal menyenangkan yang seharusnya dirasakan oleh para remaja. Hmmm, menarik untuk didengar, bukan?

2. Wet Leg – Chaise Longue (2021)

Kali ini kita melancong ke negeri Ratu Elizabeth, Inggris. Band pop rock yang belum lama terbentuk ini memiliki karakter musik dengan dinamika ala indie rock dengan perpaduan lirik yang sedikit nakal dan menyentil. Harmoni musik yang mereka suguhkan mungkin akan mengingatkan kita pada gelombang musik alternative rock di dekade 90-an.

Salah satu lagu mereka yang bercerita tentang kehidupan sekolah adalah “Chaise Longue”. Mengisahkan seorang siswa yang memiliki tanggung jawab kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar yang diimpikan. Namun, tanggung jawab yang dijanjikan kepada orang tuanya ternyata tidak semudah mengedipkan kelopak mata.

Rasa penat dan bosan lambat laun akan mengusai diri. Oleh sebab itu, Wet Leg menciptakan sebuah opsi kepada para pendengar untuk tidak terlalu pusing terhadap tanggung jawab yang membosankan seperti itu.

Wet Leg mencoba menawarkan sebuah “kenyamanan” yang dimunculkan pada diksi “Chaise Longue” yang secara harfiah dapat diartikan sebagai sofa berbentuk kursi berlapis kain yang cukup panjang untuk menopang kaki – merujuk pada kebebasan tanpa paksaan. Sedap nih freng, buruan coba dengerin, pasti bikin nagih.

3. Nirvana – School (1989)

Grup band legendaris asal Seattle ini memang tidak perlu ditanyakan lagi kualitasnya. Entah dari segi musik ataupun lirik, Nirvana memiliki karakter kuat yang sangat melekat di telinga pendengar. Kemarahan, agresivitas, depresi, pemberontakan, menjadi bahan bakar utama bagi Kurt Cobain dalam menulis lagu. Karakter tersebut sudah mencuat semenjak album perdana mereka bertajuk “Bleach” dirilis pada tahun 1989.

Dalam album tersebut terdapat satu lagu berjudul “School” yang menggambarkan rasa kekecewaan Kurt terhadap sistem sekolah yang menyamaratakan kemampuan siswa satu dengan siswa yang lain.

Di dalam lagu tersebut Kurt menghadirkan ungkapan “It's just my luck. No recess” yang merujuk pada keberuntungan seorang siswa yang berhasil bertahan sekaligus adaptif di lingkungan yang diskriminatif. Lirik yang sangat lugas ditambah dengan dinamika musik rock yang agresif ala punk rock membuat “School” berhasil menjadi lagu dengan karakter emosi kuat yang melekat di telinga para pendengar.

4. The Ramones – Rock ‘n’ Roll High School (1980)

Kali ini kita beralih ke dedengkot band punk rock dari kota New York. Siapa sih yang enggak pernah dengerin lagu “Blitzkrieg Bop” dengan teriakan khasnya “Hey ho, let’s go”? Atau paling tidak pernah mendengar lagunya berjudul “Spiderman” yang menjadi salah satu soundtrack di film Spiderman.

Yes, please welcome “The Ramones”. Grup band klasik punk dengan karakter unik yang berhasil menjadi salah satu band tersohor yang memberikan pengaruh cukup besar di wilayah skena musik punk.

Salah satu lagu mereka berjudul “Rock ‘n’ Roll High School” menggambarkan bagaimana ideologi musik punk yang penuh pemberontakan menginvansi dunia formal sekolah yang penuh dengan kejenuhan. Ramones berhasil membentuk lajur budaya tandingan dari mapannya dunia pendidikan di wilayah sekolah.

5. The Beatles – Getting Better (1967)

Lagu rock yang mengangkat kehidupan sekolah selanjutnya hadir dari grub band legendaris dari kota Liverpool, Inggris. Yapps, siapa lagi kalau bukan “the one and only”, The Beatles.

Band legendaris yang banyak sekali kisah dan polemiknya ini tentu sudah tidak bisa diragukan lagi aspek musikalitasnya. Kepiawaian John, Paul, George, dan Ringo dalam meramu musik memang tidak bisa diganggu gugat. Karakter musik yang harmonis, manis, easy listening, namun tetap berlandaskan asas rock 'n' roll menjadi daya tarik utama Beatles dalam menarik daya pikat para pendengar.

Lagu mereka berjudul “Getting Better” merupakan salah satu lagu yang hadir di dalam album “Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band” (1967). Cukup berbeda dengan karakter lirik lagu rock yang sarat akan perlawanan dan kemarahan, “Getting Better” memilih untuk lebih kompromi dengan kenyataan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Lagu tersebut dengan lugas mendeskripsikan tentang manfaat baik yang diperoleh dari lingkungan sekolah. Diungkapkan dalam lirik bahwa sebelumnya, sifat buruk yang menguasai diri, namun pada akhirnya keputusan untuk menjadi pribadi yang lebih baik muncul sejak bertemu dengan seseorang.

Seseorang dalam lirik tersebut bisa merujuk pada “guru”, bisa pula merujuk pada “teman wanita”. Dari tanda tersebut, pendengar bisa memperoleh suasana sekolah yang terbangun dari lirik lagu “Getting Better”. Hal tersebut diperkuat pula dengan diksi “school” yang muncul pada bagian awal lirik lagu.


Itulah lima lagu rock yang mengangkat kelindan kehidupan remaja di lingkungan sekolah. Tentu masih banyak sekali grup band rock yang menciptakan lagu berdasarkan pandangannya terhadap kehidupan sekolah.

Lima lagu di atas hanyalah sebagian karya yang dapat diulas oleh penulis dari banyaknya karya yang sudah tercipta oleh musisi-musisi hebat. Jika kalian punya rekomendasi lagu rock terkait kehidupan remaja di sekolah, kalian bisa langsung tuliskan di kolom komentar. Sekian dan terima kasih. Keep on Rock n Roll Ways.