Matahari baru memperlihatkan sinarnya dari celah-celah dedaunan, sudah sekitar 30 menit hujan mengguyur Desa Pusuk lestari Batulayar Lombok Barat.

Karena kondisi hujan deras saya berteduh di gubuk pinggir jalan, dalam pikiran saya teringat sebuah buku di jok motor. Buku dengan judul "API TAUHID,  Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid. Sebuah Novel Sejarah pembangunan jiwa yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy, lulusan Al-Azhar university Cairo. 

Penulis disebut sebagai Novelis No 1 yang dinobatkan oleh INSANI UNIVERSITAS DIPONEGORO Semarang pada tahun 2008. Penulis juga dikenal dengan Sastrawan Indonesia, oleh Harian Republika dinobatkan sebagai TOKOH PERUBAHAN INDONESIA pada tahun 2007

Penulis yang akrab disapa dengan "Kang Abik" selain dikenal sebagai novelis, juga dikenal sebagai sutradara, da'i, dan penyair. Karya-karyanya diminati tidak hanya di Indonesia, tapi juga mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan, dan Australia.

Beliau juga sebagai dosen Lembaga pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS Surakarta, 2004 hingga 2006.

Beberapa karya terjemahan yang beliau hasilkan Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Raihlah Ilallah (Era Intermedia, 2004).

Selain karya terjemahan beberapa karya populer yang telah terbit antara lain, Ketika Cinta Berbuah Surga, MQS Publishing, Tahun 2005. Pudarnya Pesona Cleopatra, Republika pada Tahun 2005, Ayat-ayat Cinta Republika-Basmala, 2004 telah di filmkan, Di atas Sajadah Cinta telah disinetronkan oleh Trans TV Tahun 2004. Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 Republika-Basmala, Tahun 2007 dan telah difilmkan. Bumi Cinta, diterbitkan oleh Author Publishing, pada Tahun 2010, dan Cinta Suci Zahrana dan banyak lagi karya fenomenal lainnya.

Penulis juga telah banyak mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat Nasional maupun Asia Tenggara, di antaranya: Penghargaan Sastra Nusantara 2008 sebagai sastrawan kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat membaca sastra oleh Pusat Bahasa dalam Sidang Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) 2008. Pena Award 2005, Novel Terpuji Nasional dari Forum Lingkar Pena. ADAB AWARD 2008 dalam bidang novel Islami diberikan oleh Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Anugerah Tokoh Persuratan Dan Kesenian Islam Nusantara diberikan oleh ketua Mentri Negeri Sabah, Malaysia pada Tahun 2012. Dan banyak lagi yang lainnya.

Novel ini berisi tentang sejarah dan Cinta. Tokohnya adalah seorang yang luar biasa mendapat julukan "Badiuzzaman" yang artinya " Sang Keajaiban Zaman" beliau adalah Al' Allamah Badiuzzaman Said Nursi. Karya Masterpiece-nya Rasaa'ilun Nur. Pemikirannya tentang tafsir Al-Qur'an, tentang kaidah memahami Hadits, tentang penyakit umat dan obatnya, tentang Fiqih Dakwah, dan bahkan tentang peradaban Qura'ani, menjadi pembahasan, bahan kajian para guru besar di Al-Azhar University.

Novel ini menghadirkan Semangat Perjuangan, pengabdian pada ilmu dan umat, persahabatan, serta pemahaman antar peradaban.

Peristiwa di balik tokoh berpengaruh dan penuh keajaiban Badiuzzaman Said Nursi seorang Mujaddid dari Turki dengan nilai perjuangan, keteguhan, ketabahan dan kejayaan, serta keikhlasan perjuangan beliau api-api perjuangan dakwah di Turki terus menyala dan pengaruhnya bisa dirasakan masyarakat Dunia. 

Melalui kesederhanaan beliau menawarkan perpaduan spiritual, ilmu agama, dan teknologi, sebagai media pembangkit umat Islam yang sedang terpuruk.

Said Nursi dibidang pendidikan, dari masa muda sudah memperlihatkan kehebatannya dengan menguasai berbagai macam Ilmu. Pada umur 15 sudah hafal puluhan kitab referensi penting dan banyak mengalahkan Ilmu yang di miliki ulama-ulama senior

Beliau gelisah melihat kondisi pendidikan waktu itu lebih mengandalkan ilmu-ilmu umum yang lebih sekuler. Diakibatkan kebijakan yang banyak merujuk pada budaya Eropa

Tahun 1910, Badiuzzamani  telah mengusulkan sistem pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum secara dikotomis, seharusnya Ilmu agama diajarkan di sekolah umum dan begitu sebaliknya. Tidak hanya itu, bahkan pendidikan juga harus menyentuh penyucian jiwa dan kehalusan Budi (sufisme).

Beliau mendirikan  Madresetuz Zahra yang menggabungkan tiga sistem yaitu sekolah modern mengajarkan ilmu-ilmu modern, madrasah yang mengajarkan ilmu syariah, dan Zawiyah para sufi yang membina penyucian jiwa dan kehalusan adab. Karena ide ini, beliau sering berhadapan dengan penguasa dan mulai dikucilkan.

Dalam filsafat, Said Nursi menegaskan pentingnya ontologi, epitimologi dan aksiologi. Model pendidikan yang demikian yang telah terbukti mengantarkan umat Islam pada kejayaannya, itu mesti dihidupkan kembali. Bila salah satu aspek yang tiga hilang, maka karakteristik pendidikan Islam itu luntur dengan sendirinya

Pada perang dunia ke l tepatnya 14 November 1914, setelah musyawarah digelar, Sultan Mehmet Resad mengumumkan Jihad fisabilillah. Badiuzzaman Said Nursi meskipun tidak menyetujui Turki Usmani terlibat perang, namun ketika seruan jihad dikumandangkan dan nyata-nyata tentara Rusia mengarahkan moncong senjatanya kepada rakyat Turki Utsmani di Laut Hitam dan Anatolia, maka beliau pun angkat senjat

Setelah mendaftar Said Nursi ditempatkan di resimen sukarelawan, divisi 33 Van dan dikirim ke garis paling depan di Erzurum.

Pada Tahun 1915, Dalam kondisi salju turun suhu menjadi mines 30 derajat Celcius, bau mesiu menguap, peluru berdesingan, granat dan monitor dilempar, darah segar mengalir mengubah warna putih salju pasukan Utsmani dihujani serangan yang dahsyat oleh Rusia. Pada kondisi seperti ini, Said Nursi mengobarkan semangat juang. Ia mengendarai Kuda dengan gagah berani, tanpa rasa takut dia mendatangi parit demi parit di tengah terjangan peluru dan granat

Tanggal 17 April 1915, pasukan Armenia menyerang kota Van, perang sengitpun terjadi. Cavdet Bey, Gubernur Van, meminta bantuan pasukan Ekspedisi Pertama yang dipimpin Halil Pasya. Dan Said Nursi dengan pasukannya dalam perjalanan dari garis depan di Pasinler, ketika itu pasukan Armenia mengganas. Begitu sampai di Van Said Nursi langsung ke Madrasah mengajak murid-muridnya untuk melindungi dan menyelamatkan kaum wanita, anak-anak, dan orang yang tidak berdaya. Sehingga ketika pasukan Rusia datang bergabung dengan pasukan Armenia penduduk kota sudah mengungsi

Ketika mendengar kabar pasukan Armenia bergerak menyerang Desa Isparit. Said Nursi memimpin pasukannya bergerak cepat melintas pegunungan. Di kawasan Hizan Beliau bertempur selama tiga bulan, dengan pasukannya bergerilya, tiba-tiba muncul menyerang pasukan Rusia dan Armenia. Beliau tetap menjadi tameng para penduduk yang nyaris di bantai pasukan Armenia.

Tokoh yang kesabarannya bisa menjadi tauladan bagi para pejuang kebenaran. 25 tahun hidup dari penjara ke penjara dan pengasingan, namun tetap menulis dan tetap berada di garda terdepan menegakkan kalimat tauhid. Dengan risalah Nurn-nya Said Nursi terus mengumandangkan adzan di seantero penjuru Turki, ketika para Mu'adzin dibungkam tidak boleh adzan

Tokoh yang sangat penyayang kepada makhluk Allah, bahkan kepada semut, kecoa dan tikus sekalipun. Tokoh yang sangat kokoh memegang, dan memperjuangkan agamanya dengan cara yang sangat indah, penuh cinta, dan damai. Yaitu jalan cahaya yang tidak memberikan paksaan dan kekerasan sama sekali. Tetapi cahaya sekecil apapun akan tetap mampu menyibak kegelapan

Seudah sepatutnya kita generasi muslim Indonesia hari ini, mencontoh gaya berjuang Said Nursi yang penuh cinta, damai, tidak melawan kepada pemerintah namun tetap mengeritik melalui jalan cahaya, yaitu tulisan.