Aku, kamu dan kita semua yakni rakya dan bangsa Indonesia sedang dihadapi sebuah musibah dengan adanya pandemi korona di seluruh penjuru dunia dan tidak terkecuali tanah air Indonesia. 

Musibah tersebut telah menggangu dan menjadi keresahan dan masalah bersama di negeri Nusantara ini sehingga perlu untuk menghadapi bersama dengan menanamkan rasa solidaritas dan gotong royong yang terpatri pada sila-sila Pancasila yakni ‘Persatuan Indonesia’.

Persatuan ini tidak boleh hancur hanya karena pendemi korona ini. Bangsa ini harus tetap berdiri kokoh dan harus tidak ada yang memanfaatkan keadaan ini untuk mengais keuntungan pribadi dengan melakukan cara-cara yang tidak baik.

Bagaimanapun musibah datang untuk dihadapi dan diselesaikan. Bangsa kita patut berbangga diri karena di masa pandemi korona seperti saat ini, bangsa kita yakni Indonesia masih mempunyai idiologi yang sangat kuat dan berwibawa yakni Pancasila sebagai dasar negara dan lembaran harian untuk berpedoman menjalankan hidup. 

Tidak hanya sekedar sebagai sebuah simbol dan lambang negara semata, Pancasila adalah sebuah nilai dan rasa yang sangat luas dan besar yang patut untuk kita jaga sampai kapanpun serta untuk selalu kita rawat dan yakini.

Sebab dengan nilai-nilai Pancasila inilah kita masih bisa mempertahankan kedaulan bangsa ini, dan sampai saat ini dengan segala permasalahan dan keadaan di masa pandemi korona saat ini. 

Kita masih bisa merasakan nilai-nilainya sehingga hidup dengan penuh rasa kesatuan dan tanggung jawab. Pandemi korona ini sedang menguji rasa solidaritas dan gotong-royong bangsa ini. Di sinilah bangsa ini harus mulai sadar dan merasakan itu semua, Pancasila telah memberikan dampak yang positif terhadap Nusantara ini. 

Hal tersebut bisa kita lihat di mana semua kalangan saling membantu satu sama lain untuk menghadapi bersama pandemi korona. Demikian bukti konkret, bahwasannya apa yang telah founder father kita bangun melalui nilai-nilai Pancasila bisa kita rasakan bersama saat ini.

Sudah saatnya bangsa ini saling mengingatkan satu sama lain, di mana telah kita ketahui bersama bahwasannya bangsa ini, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki budaya solidaritas dan gotong royong yang sangat tinggi. 

Hal tersebut, bermula karena bangsa ini sangat menghormati perbedaan dan rasa kesatuan yang ada, apa yang ada bisa kita lihat pada sejarah panjang berdirinya negeri ini yang tercermin pada masa penjajahan dahulu di mana semua macam suku, profesi, agama serta tua dan muda ikut bersatu untuk membangun bangsa ini bersama. 

Hasilnya sehingga menjadi sebuah cerminan yang memantulkan keadilan, kesejahteraan dan keperdulian pada seluruh rakyat di masa pandemi korona ini. Semuanya tidak terlepas dari nilai yang terkandung pada sila-sila Pancasila; yakni rasa kesatuan, solidaritas, dan budaya gotong-royong.

Sungguh sangat begitu indah, di mana-mana semua golongan mulai dari rakyat kecil, pejabat, pengusaha hingga para artis tanah air mengulurkan tanganya untuk membantu sesama, semua bersuara, semua bergotong-royong. 

Semua telah melihat bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang tidak bisa dikalahkan karena musibah pandemi korona seperti saat ini, bangsa ini telah bangun dari kamatian panjang surinya. 

Aku melihat itu semua di mana-mana, aku merasakannya sendiri, di kampus, lingkungan tempat tinggalku bahkan di rumah sekalipun.

Pancasila, Kampus dan Pandemi 

Sudah sekitar empat bulan yang lalu perkuliah dimulai secara virtual, aku dan beserta teman-teman kampusku mengikuti dan mendukung kegiatan tersebut dengan cara menyiapkan diri dan dan berantusias mengikutinya dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab, meskipun terkadang harus diakui kami merasakan bosan yang sangat. 

Namun, aku yakin semua regulasi, aturan tersebut dilakukan atas rasa solidaritas bersama, nilai gotong royong bersama. Dalam hal tersebut kami menyadari bahwa kami sedang mengamalkan nilai solidaritas pada sila-sila Pancasila sebagai sebuah rasa kesatuan dan persatuan.

Aku dan beserta teman-teman kampusku juga melakukan pedalangan dana melalui organisasi-organisasi yang berada di kampus, di mana hasil  dari pendalangan tersebut dikumpulkan dan diberikan pada masyarakat yang terkenak dampak pandemi korona.

Lagi-lagi kami menyadari lagi bahwa kami sedang menjalankan nilai persatuan dan kesatuan pada Pancasila yang telah mengajarkan kami tentang pentingnya rasa solidaritas sebagai rakyat bersama dan negara kesatuan Indonesia, Ibu Pertiwi.

Aku ingin menegaskan lagi, bahwa aku meyakini kalau hal tersebut adalah sebagai salah satu cara kami mengaplikasikan nilai-nilai yang ada pada Pancasila dan aku selalu mengamalkankan hal tersebut di masa pandemi ini.

Aku mengetahui bahwasannya nilai-nilai kebaikan yang terdapat pada sila-sila Pancasila semua adalah suatu hal yang perlu dijaga dan dirawat bersama untuk menjaga kearifan lokal nilai-nilai gotong royong yang terdapat pada tanah kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Nusantara.

Tidak hanya sampai sebatas itu semua, aku juga mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah yang ada misalnya mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan dampak pandemi terhadap kehidupan sosial masyarakat. 

Aku tahu banyak orang telah kehilangan pekerjaan karena pademi korona ini, Muhammad Azil misalnya adalah salah satu teman di kampungku di masa kecilku dulu, ia kehilangan pekerjaan karena pandemi korona ini, akhirnya selama empat bulan ini ia menganggur. 

Sunggung demikian, demi permasalahn tersebut aku ikut membantunya baik dengan ikut serta mencarikan info-info lowongan pekerjaan, membantu membuat CV, dan surat lamaran yang baik hingga ikut untuk mengirim semua lamaran ke beberapa perusahaan. 

Semua itu, aku menyadari rasa tolong menolong, rasa kesadaran dan kepekaan harus selalu ditanamkan pada setiap diri kita. Aristoteles pernah mengatakan bahwasannya kita “manusia sebagai mahluk sosial tidak akan pernah lepas dengan mahluk sesamanya dan akan saling membutuhkan sampai kapanpun dan dimanapun.

Terkait hal tersebut bangsa ini sebagai bangsa yang memiliki idiologi Pancasila mengajarkan kita untuk selalu berjiwa tolong menolong dan solidaritas. Kita menyadari karena dampat pandemi korona ini seseorang kehilangan pekerjaan dan mental, moral dan etikanya.

Hal tersebut bisa kita lihat banyak tindak kejahatan yang terjadi di mana-mana. Kita ketahui tindak kejahatan tersebut bermula karena adanya pandemi korona ini.

Namun, mereka tidak kehilangan harapan mereka untuk selalu berharap, berjuang dan saling bahu-membahu demi menjadi masyarakat yang madani, adil dan sejahterah. Semua bisa kita mulai dari lingkungan kecil seperti di rumah kita masing-masing.