Dalam quotes Imam Al-Gazali seorang ulama termasyhur islam mengatakan bahwa “kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. Membaca quotes tersebut membuat saya sangat termotivasi untuk menulis, meskipun saya tidak tahu pasti kenapa rekomendasi yang dilontarkan oleh Imam Al-Gazali ini kepada orang yang bukan anak raja atau kelas masyarakat yang tergolong bawah adalah dengan menjadi seorang penulis. Apakah dengan menjadi penulis, kita sebagai rakyat biasa dapat bersaing dengan para keturunan raja atau tidak?.

Meskipun qoutes tersebut belum memberikan sepenuhnya jawaban untuk saya, dan saya menyadari kalau saya bukanlah anak keturunan raja apalagi anak ulama, tetapi hal itu membuat saya bertekad untuk menulis. Entah bagaimana pun jadinya nanti, saya hanya percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali itu mengandung arti yang luar biasa dan mengandung nilai dalam kehidupan masyarakat.

Ketika memulai dan menjadi seorang penulis itu telah menjadi tantangan yang luar biasa bagi diri saya pribadi. Saya terlahir dari keluarga yang tidak berada, bahkan orangtua saya pun termasuk golongan masyarakat yang buta huruf. Nah, untuk itulah menjadi tanggungjawab kepada saya agar dapat memutus rantai tersebut dengan cara mengejar pendidikan yang setinggi-tingginya dan salah satunya dengan menjadi seorang penulis.

Menekuni dunia penulisan telah menjadi hobi bagi saya sendiri. Dalam keluarga, hanya saya yang memang menekuni dunia kepenulisan dan saya tidak tahu pasti kenapa seperti itu. Tetapi, saya sangat bersyukur dengan adanya minat itu sampai dapat benar-benar menekuninya dengan baik. Saya sadar bahwa menjadi seorang penulis tentu membutuhkan kerja keras yang tinggi, konsistensi dan ketekunan harus menjadi komitmen untuk terus menerus berlatih.

Mungkin dengan melalui tulisan, itu dapat mengangkat martabat diri sendiri maupun keluarga. Dengan tulisan tentu dapat membuat kita menjadi orang terkenal, dengan kualitas tulisan yang tajam dan mampu menjawab persoalan. Mengingat isi pemikiran kita dalam tulisan dapat dibaca dan dikonsumsi oleh publik. Selain itu, tulisan kita juga dapat menjadi senjata untuk dapat mempengaruhi kebijakan dan pendidikan, meskipun status sosial kita hanyalah sebatas masyarakat biasa.

Walaupun menjadi seorang penulis mungkin itu tidak dapat menjanjikan nantinya kita akan memiliki harta benda. Yang memandang segala sesuatu dengan materialistis sebagai satu-satunya jalan orang sukses. Tetapi, bagi saya menjadi seorang penulis tujuannya bukan hanya untuk mengejar sesuatu yang materialistis, melainkan bagaimana pengaruhnya terhadap orang banyak. Bahkan, tidak sedikit orang yang memang menginginkan agar dapat menjadi seorang penulis, namun kadang kala terkendala dalam hal ketekunan dan kedisiplinan untuk menulis secara terus menerus.

Dengan melalui tulisan, saya rasa nama kita akan tercatat dalam sejarah dan itu dapat menjadi pengingat kepada anak cucu kita nanti. Kita yang sekarang ini banyak mengenal orang-orang hebat terdahulu, itu dapat dikenal dengan tulisan yang tercantum dalam buku dan media-media. Dan salah satu jalannya adalah dengan menulis.

Seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer sebagai novelis Indonesia yang tersohor bahwa “menulis adalah bekerja untuk keabadian, orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”. Itu terbukti, orang-orang yang hidup sebelum masehi saja, sampai saat ini masih kita kenal atas pemikirannya yang dapat dijumpai dengan tulisan-tulisannya.

Seiring dengan berjalannya waktu, maka semakin banyak pula bermunculan penulis-penulis hebat. Dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda sehingga hampir semua masalah dapat ditulis dengan caranya masing-masing, dan ini jelas menjadi tantangan bagi saya sebagai penulis pemula.

Akan tetapi, saya tidaklah boleh terlena dengan banyaknya penulis. Saya sebagai penulis pemula tentu memiliki cara tersendiri untuk menuangkan fikiran dalam bentuk tulisan. Walaupun hampir semua tema sudah ada yang menulisnya, tetapi tidak ada hal baru di kolom langit, maka marilah menulis dengan tema yang sama dan pandangan yang berbeda berdasarkan perspektif kita. Karena sejatinya menjadi penulis haruslah merdeka dengan tulisannya, agar dapat menjadi pembanding dari tulisan-tulisan yang pernah ada. Satu prinsip bahwa sehebat apapun penulis, tentu mereka tidak akan mampu menjangkau semuanya.

Tulisan yang hebat adalah tulisan yang terfokus dan mampu menjawab persoalan dengan masalahnya itu. Karena jika sudah terfokus maka itu dapat menguatkan suatu tulisan dan tidak gampang tergoyahkan dengan tulisan-tulisan yang berbeda.

Meskipun saya bukanlah penulis hebat atau penulis yang sudah terkenal dimana-mana. Tetapi, hal inilah yang menjadi pendorong bagi diri saya pribadi untuk berkeinginan menjadi seorang penulis, dengan semangat dan ketekunan untuk dapat menjadi penulis yang terkenal. Saya menyadari bahwa saya bukanlah anak raja dan bukan keturunan ulama, untuk itulah sehingga saya sangat termotivasi dari quetes Imam Al-Gazali itu dengan menjadi penulis.

Sebagai masyarakat golongan bawah, tentu bukan perkarah mudah untuk menjadi orang yang terkenal. Tetapi, bagi saya bukan itu satu-satunya tujuan, melainkan ketika menjadi penulis maka dapat menjadi kebanggaan tersendiri. Dengan komitmen untuk terus mengembangkan dan mengasah secara tekun agar dapat menjadi tulisan yang berkualiatas dengan menerbarkan kebermanfaatan secara meluas.