Diskursus tentang lulusan perguruan tinggi di Indonesia dan relevansinya dengan dunia kerja tak pernah berhenti. Munculnya berbagai persoalan khususnya penganggur terdidik dari perguruan tinggi, baik pada jenjang diploma ataupun sarjana yang masih tinggi menjadi masalah serius bangsa ini. Masalah mendasar pengangguran di Indonesia terjadi karena banyaknya jumlah lulusan baik dari sekolah menengah maupun perguruan tinggi tidak sebanding dengan banyaknya jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Dengan kondisi pandemic covid19 sekarang ini makin memperparah keadaan, khususnya bidang usaha, dan bisnis yang banyak tutup sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.

Kini lowongan PNS buka lagi. Biasanya para lulusan sarjana yang masih belum bekerja ataupun sudah bekerja berduyun-duyun melamar posisi PNS. Tahun ini pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali membuka Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Rincian jadwal CPNS dan PPPK 2021 tertuang dalam Surat Edaran (SE) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5587/B-KS.04.01/SD/K/2021 yang diterbitkan di Jakarta, tertanggal 28 Juni 2021. Adapun total kebutuhan ASN 2021 adalah sebanyak 676.733 formasi yang terdiri dari 128.016 formasi CPNS 2021 dan 548.717 PPK.

Kabar baik datang bagi mereka yang berkualifikasi pendidikan sarjana. Pasalnya, rekrutmen kali ini banyak ditujukkan untuk lulusan Sarjana atau Diploma. Lulusan sarjana yang berniat jadi PNS memiliki banyak peluang. Hal tersebut tak terlepas dari kebutuhan sejumlah instansi yang memang memerlukan tenaga kerja lulusan sarjana dan diploma. Hal ini pula yang mendorong lulusan perguruan tinggi untuk mendaftar menjadi pegawai negeri sipil. Mata, tak dipungkiri pula data pendaftaran CPNS dari tahun ke tahun, pesertanya masih didominasi lulusan perguruan tinggi.

Tingginya animo lulusan sarjana untuk menjadi PNS bukan semata mata karena terbukanya peluang Lulusan sarjana yang berniat jadi PNS tapi hal ini terkait pula mental dan paradigma mereka tentang kehidupan sejahtera sebagai PNS. Bahwa menjadi PNS adalah pekerjaan mudah dengan jaminan kehidupan sejahtera sampai hari tua. Akibatnya, pola pikir itu membentuk mental mereka saat lulus, tujuan utamanya adalah menjadi pegawai. Pensiunan, anggapan mereka adalah ganjalan untuk mereka bisa hidup sampai tua. Hingga kini, hampir 80 persen lulusan perguruan tinggi masih memilih bekerja sebagai PNS, dari pada menjadi wirausaha.

Para sarjana di Indonesia lebih suka antre mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sementara untuk lowongan PNS jumlah terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun di seluruh Indonesia. Fenomena semakin tinggi jenjangpendidikan semakin tinggi ketergantungan pada lapangan kerja. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu memilih-milih pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensinya, sehingga angka pengangguran terdidik menjadi tinggi. Kebanyakan dari mereka berorientasi mencari pekerjaan terutama sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta bukan sebagai pencipta lapangan pekerjaan.

Pengembangan Enterpreneurship

Melihat rendahnya minat wirausaha dikalangan lulusan sarjana, salah satu penyebab adalah karena selama di kampus tidak pernah merencanakan untuk memulai usaha ketika lulus menjadi sarjana. Sistem pendidikan yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia saat ini lebih terfokus pada penyiapan mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan lulus siap menciptakan lapangan pekerjaan. Model kurikulum di perguruan tinggi lebih mengedepankan mahasiswa menjadi seorang pekerja atau karyawan ketimbang menjadi pengusaha.

Perguruan tinggi, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa sebagai keahlian hidup setelah selesai kuliah, sehingga nantinya dapat menciptakan lapangan kerja. Harapannya tentunya harus ada cita-cita yang sama antara pihak perguruan tinggi dengan mahasiswa, yaitu tentunya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hidupnya setelah selesai kuliah.

Para lulusan perguruan tinggi sudah diupayakan untuk mandiri dalam memenuhi kehidupan baik untuk masyarakat maupun diri sendiri. Para sarjana tentunya telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan ketika masih kuliah, maka seharusnya sarjana dapat mengemplementasikannya dilapangan. Kehidupan mandiri dilakukan dengan menciptakan lapangan usaha seperti berwirausaha, sehingga tidak hanya menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri melainkan juga bagi masyarakat luas. Upaya itu perlu dilakukan agar para lulusan perguruan tinggi tidak bergantung pada ketersediaan penerimaan calon PNS yang jumlahnya terbatas.

Entrepreneurship development (pengembangan kewirausahaan) merupakan konsep yang sudah sejak lama digodok dan terus digalakan untuk mencoba menekan jumlah pengangguran terdidik dan malah mendorong lulusan pendidikan tinggi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi mutlak terus dikembangkan di tengah kondisi perekonomian yang belum menjanjikan pertumbuhan yang tinggi dan penyerapan lapangan kerja untuk kaum terdidik yang masih rendah.

Tidak adanya motivasi atau keinginan lulusan sarjana untuk menjadi wirausaha lalu berdampak pada menumpuknya tenaga kerja terdidik yang rela antre untuk menjadi PNS. Hal ini bahkan menjadi lebih miris lagi jika proses menjadi PNS harus melewati jalan yang panjang, bertahan menjadi honorer dengan gaji dan fasilitas yang kecil tanpa memikirkan cara lain dalam hal ini berwirausaha.

Seharusnya ketika kuliah jangan hanya termotifasi untuk menjadi PNS, tetapi harus bisa mandiri dengan cita-cita yang tinggi. Para sarjana yang baru tamat ataupun yang belum bekerja seharusnya bisa menciptakan lapangan pekerjaaan sendiri. Segala macam ilmu untuk mereka sudah dibekali, seharusnya mereka bukan mencari kerja lagi, tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja sendiri. Membuka usaha merupakan hal yang bisa dilakukan. 

Untuk memulai suatu usaha dan berbisnis tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan banyak orang. Tetapi dengan langkah-langkah dan prinsip yang diterapkan dalam berusaha akan membuat usaha yang dijalani berbuah kesuksesan. Banyak contoh orang yang sukses dalam usahanya, itu bisa dijadikan pedoman dan semangat dalam memulai langkah. Yang perlu dilakukan adalah membangun networking, dan berani mengambil resiko lalu kerjakan apa yang akan dimulai dari sekarang.

Peluang berwirausaha di sektor pertanian, peternakan, dan industri keratif tentu masih besar. Namun, kecenderungan untuk menjadi PNS entah karena berbagai alasan, menutup pintu berwirausaha. 

Sementara tanpa kita sadari, dalam hitungan bulan, calon tenaga kerja baru yang juga mengantre dalam barisan calon PNS terus bertambah. Bisa saja nantinya kita terjepit, lowongan yang tak sebanding dengan jumlah pelamar, ancaman moratorium pengangkatan PNS, munculnya lulusan baru yang lebih berkualitas, kalah bersaing dalam hal kemampuan dan keterampilan. Sementara kita terus berusaha berada di antara barisan itu, kita lupa melihat dan mencoba peluang baru, yakni mengembangkan usaha sendiri.

Semestinya lulusan sarjana harus bisa kreatif, jangan selalu berharap untuk bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sudah seharusnya saat ini para alumni berpikir untuk menciptakan lapangan kerja, bukan hanya berpikir untuk kerja tanpa tahu arah dan tujuannya. Sebab, saat ini banyak lulusan perguruan tinggi yang bekerja menjadi PNS tidak mengalami perkembangan dalam karirnya. Akibatnya kurang peluang untuk berkembang. Bahkan, bagi PNS yang masuk bukan pada bidang keahliannya menjadikan ilmu yang dikuasainya selama kuliah di perguruan tinggi menjadi kurang bermanfaat.

Menjadi PNS bukan suatu larangan, namun lebih baik kreatif membuka usaha kecil-kecilan, namun bermanfaat bagi berbagai aspek, di samping itu dengan berwirausaha ini lulusan sarjana dapat lebih mengembangkan kreativitasnya, sehingga dapat menciptakan berbagai inovasi. Saat ini persoalan modal bukan lagi alasan untuk tidak berusaha. Sebab, banyak lembaga, baik milik pemerintah maupun swasta, yang siap membantu untuk dapat membuka usaha dengan pemberian dana atau pinjaman dengan bunga ringan. Sepanjang ide usaha yang ingin dilakukan memiliki potensi yang baik.

Menurut penulis, mahasiswa ketika lulus jangan bermimpi jadi PNS, tetapi harus menggali potensi diri untuk dapat menciptakan usaha sendiri. Untuk itu, mahasiswa untuk dapat menguasai bidang ilmu yang menjadi tempatnya belajar secara tekun. Mahasiswa diharuskan untuk menjadi Update terhadap perkembang era digital yang pesat, inovasi-inovasi baru dalam industri teknologi serta keilmuan seperti artificial intelligence, robot, modifikasi genetic, super computer, perubahan social dan sebagainya membawa perubahan yang sangat berbeda dari dunia sebelumnya.

#SemogaBermanfaat