Kata "santri" sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi masyarakat yang tinggal di lingkungan pesantren. Santri sangat identik dengan mengaji, memakai sarung, dan juga peci.

Pengertian Santri

Dalam pengertian sempit, santri adalah orang yang belajar agama Islam di pondok pesantren. Santri tidak lepas dari bimbingan Ustadz maupun Kiai. Selama di pesantren, santri belajar ilmu agama dan diberi nasihat oleh Kiai untuk mempermudah kehidupan dunia serta akhirat.

Menurut filosofis, santri adalah :

سنتري

س : سالك إلى الأخرة

“Santri harus menuju jalan akhirat”

ن : ناىٔب عن المشايخ/العلماء

“Santri adalah pengganti para Guru/Ulama”

ت : تارك عن المعاصى

“Santri harus menjauh dari kemaksiatan”

ر : راغب في الخيرات

“Santri harus senang dalam hal kebaikan”

ي : يرجو السلامة في الدنيا و الأخرة

“Santri harus selalu berharap keselamatan di dunia dan akhirat”

Menurut K.H. Musthofa Bisri (Gus Mus), “santri bukan yang mondok saja, tetapi yang berakhlak seperti santri, adalah santri.”

Akhlak Santri

Santri juga dikenal dengan akhlaknya yang baik. Seorang santri harus memiliki akhlak yang sesuai dengan syariat Islam. Karena akhlak dapat menjadikan seseorang lebih sadar lagi akan tingkah lakunya.

Sebelum lebih jauh lagi dalam membahas akhlak, lebih baik mengenal pengertian dari akhlak itu sendiri. Secara terminolgi akhlak mempunyai beberapa pengertian, antara lain dalam kitab Ihya’ Ulum al-Din juz 3, Imam Al-Ghazali, berpendapat bahwa yang dimaksud dengan akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (lebih dahulu)”.

Jadi, pengertian di atas bisa disimpulkan bahwa pengertian akhlak adalah perilaku yang baik kepada sesama manusia yang selain dirinya sendiri. Maka dari pada itu, cakupan dari akhlak tidaklah terbatas hanya kepada dirinya sendiri, melainkan kepada sesama manusia, alam, maupun hewan, pun kepada yang ghoib-ghoib harus juga, bila ingin melakukan interaksi diperlukan akhlak.

Seperti contoh akhlak kepada sesama manusia yaitu: tidak menyalakan musik secara keras agar tidak mengganggu tetangga. Akhlak kepada alam misalnya "Tidak membuang sampah sembarangan atau tidak merusak tumbuhan secara membabi-buta. 

Sebab, ditakutkan timbal balik yang akan dirasakan manusia bila merusak alam adalah bencara banjir, longsor, kebakaran, dan lain-lain." Akhlak kepada hewan seperti, "Tidak menyiksa hewan yang memang tidak membahayakan nyawa manusia atau memburu hewan yang dilindungi. Karena, bila hal itu dilakukan akan menyebabkan hewan tersebut punah."

Tujuan yang terpenting bagi pendidikan akhlak dalam Islam selain membimbing umat manusia dengan prinsip kebenaran dan jalan yang lurus itu adalah untuk terwujudnya kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Menurut ajaran Islam, kedudukan akhlak adalah mutlak bagi seluruh umat manusia. Akhlak adalah upaya seseorang untuk menjaga keluarga dan hidupnya, dan akhlak pula yang dapat membedakan antara manusia dengan hewan.


Budaya Santri

Budaya pesantren sudah ada sejak lama. Indonesia memperoleh kemerdekaannya dan santri telah memberikan banyak peran kepada Indonesia, seperti yang paling terkenal adalah resolusi jihad.

Budaya, santri, pesantren dan Indonesia tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena semuanya saling terkait. Kita tahu bahwa negara Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk muslim terbesar.

Penduduk muslim di Indonesia adalah sekitar 85 persen dari total 257,9 juta penduduk Indonesia. Jumlah yang sangat besar ini seharusnya mampu membuat negara ini menjadi negara Islam yang besar. Tapi sayangnya kita bisa melihat apa yang sedang terjadi sekarang.

Perampokan terjadi dimana-mana dan kebanyakan perampok adalah muslim. Banyak gadis yang tidak bersalah diperkosa dan sebagian besar pelaku adalah muslim.

Indonesia butuh seseorang yang dapat mengubah situasi mengerikan yang terjadi di era global ini. Kita butuh seseorang yang bisa mengangkat nama baik Islam di mata dunia. Kita membutuhkan seseorang yang bisa menjadi panutan bagi semua muslim agar orang tahu betapa baiknya Islam.

Dan pertanyaannya adalah apa yang bisa kita persiapkan sebagai santri untuk millinealzaman? Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan

Pertama, kita harus belajar lebih banyak tentang Islam dengan mempelajari kandungan al-Qur’an dan Hadis lebih banyak karena al-Qur’an dan Hadis adalah tuntunan bagi setiap muslim.

Kedua, melaksanakan semua ajaran yang telah kita pelajari di pesantren dalam setiap aspek kehidupan, mengamalkan di lingkungan masyarakat tentang Islam dan mengajarkan kepada mereka sikap Rasulullah saw. karena dia adalah manusia terbaik yang pernah ada. Melalui cara ini orang dapat mengerti bahwa Islam membawa kebahagiaan, kedamaian, dan belas kasihan bukan kekerasan atau perang.

Terakhir adalah kita sebagai santri harus beradaptasi dengan era globalisasi. Di era milenial ini, santri tidak cukup hanya duduk dan mengaji tetapi juga harus melakukan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di era milenial ini.

Santri harus kreatif, percaya diri dan terhubung dengan garis teknologi. Kreativitas santri milenial tidak dibatasi oleh pesantren, mereka juga harus percaya diri dengan kemampuan pribadi mereka dalam berbagai pengetahuan, ilmu pengetahuan dan antar bahasa.