Gadis kecil berusia tiga belas tahun itu benar-benar tak menyangka bila lomba foto mirip aktor laga yang diikutinya itu, akhirnya membawa kemenangan, meskipun semua berawal dari perkataan iseng ibunya, bila ia bisa bergaya mirip sang aktor laga tersebut. 

Dan semesta pun seolah mendukung dengan sempurna, karena tiba-tiba saja sang kakak angkatnya datang membawakan kamera dan semangat kemenangan untuknya. Siapa sangka, malam itu menjadi momen pengambilan gambar dadakan yang tak terlupakan.

Sahabat setianya pun juga datang, dan dengan sangat sigap membantunya sebagai tim kreatif dalam pemilihan busana, yang dikenakannya dalam pemotretan. Dan dalam waktu tidak sampai sepuluh menit, semua proses ganti kostum kedua pun dilakukan dengan begitu cepat.

Malam begitu dingin, namun hangatnya kebersamaan saat pengambilan gambar itu, seolah tak sanggup menembus kulit tipis gadis kecil itu. Senyum dan tawa kegembiraan begitu meluap-luap setiap kali ada pengulangan pengambilan gambar, karena beberapa kesalahan teknis yang muncul tiba-tiba.

Gadis berusia tiga belas tahun itu memang sempat berlatih beladiri Taekwondo. Baginya, berlatih beladiri sangat membantunya mendapatkan badan yang bugar. Beladiri Taekwondo yang diikutinya itu, memang membawa perubahan yang besar baginya. Ia menjadi bisa menendang dengan kuat, bila sebelumnya mengangkat kaki ke atas saja terasa susah dan berat.

Senyum sumringah tak dapat ia sembunyikan melihat kegembiraan seluruh anggota keluarganya malam itu, termasuk kucing-kucing peliharaannya, yang malam itu seolah tak mau melewatkan proses pengambilan gambarnya. Mereka tampak begitu euforia dan terus berlarian di area  pendopo, hingga beberapa kali pengulangan pengambilan gambar harus dilakukan, karena ulah mereka.

Taekwondo adalah seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong, berasal dari Korea. Taekwondo tak hanya mengajarkan aspek fisik semata, tapi juga menekankan aspek disiplin mental. Taekwondo memang dapat membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik, bagi yang benar-benar mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Gadis kecil itu sangat bersyukur sekali, mendapatkan pelatih yang tak hanya baik, tapi juga memiliki integritas yang tinggi. Teladan yang diperoleh dari pelatihnya itu pun, telah membentuk karakter yang positif pada dirinya. 

Beladiri Taekwondo memiliki filosofi yang dalam. Maka pada saat gadis kecil itu mendalami dan mempelajari Taekwondo, pikiran, jiwa dan raganya pun secara menyeluruh terus ditumbuh dan dikembangkan, serta diselaraskan, mulai dari dengan menggunakan teknik, sampai dapat menghasilkan seni atau indahnya sebuah gerakan.

Materi penting dalam Taekwondo ada  tiga yakni Taegeuk, Kyukpa dan Kyorugi. Namun gadis itu memilih hanya mempelajari Taegeuk dan Kyukpa saja. Taegeuk adalah jurus dalam beladiri itu sendiri. Kyukpa adalah teknik pemecahan benda keras dan Kyorugi adalah pertarungan dalam beladiri Taekwondo.

Tidak hanya teknik ketrampilan beladiri saja yang didalami gadis kecil itu, aspek fisik, mental dan spiritual juga dipelajarinya untuk menyelaraskan keindahan sebuah gerakan dalam Taekwondo. Maka dalam pemotretan malam itu, yang terpotret adalah sebuah gerakan yang spontan, tanpa perpikir, alami dan indah, yang menyiratkan kedalaman rasa.

Malam itu, kemenangan telah diperoleh gadis kecil itu, bahkan sebelum foto itu diikutsertakan ke dalam lomba. Gadis kecil itu sebenarnya memang tak pernah memiliki hasrat menunjukkan diri atau ikut perlombaan semacam itu, meskipun ia memiliki bakat alam dalam bidang seni peran. Namun kali ini, dia melakukannya dengan sukacita demi menghargai orang-orang di sekitarnya, yang telah memiliki harapan besar padanya.

Dan gadis kecil itu pun hanya bisa terdiam dan tersenyum setelah foto itu diikutsertakan dalam lomba. Jurilah yang menentukan pemenangnya. Bila penilaian berdasarkan banyaknya hasil like, sudah tentu foto itu tak akan menang, karena ia (gadis itu) tak pernah meminta like pada siapa pun. 

Maka dengan sebuah kata indah tentang beladiri, gadis kecil itu pun akhirnya menyisipkan sebuah pesan di bawah fotonya, bahwa beladiri itu adalah gerakan alam yang spontan dan tanpa berpikir, sebagai perlindungan alami dari Tuhan Yang Maha Esa, dari sesuatu yang menyerang milikNYA. 

Seperti lagu favoritnya, The Winner Takes It All nya Abba, maka gadis kecil itu akhirnya telah mendapatkan semuanya. Foto itu akhirnya berada dalam tiga besar dari sepuluh yang terpilih oleh Juri. Ia pun juga mendapatkan kesempatan besar memutuskan semua hasil kemenangannya, untuk dibagikan. 

Hadiah member gratis berlatih beladiri  selama sebulan di Bekasi atas kemenangannya itu pun, ia berikan dengan sukacita kepada yang membutuhkannya, melalui panitia, karena ia bertempat tinggal jauh dari tempat itu dan tak mungkin mengambilnya. Dan voucher belanja yang diterimanya pun, dengan sukacita pula ia bagikan kepada semua, yang telah berperan dalam membantunya ikut serta dalam perlombaan itu.

Pemenangnya memang yang mendapatkan semuanya. Dan hari itu, pemenangnya tampak tersenyum bahagia dengan sarat makna. Kebahagiaan yang tersirat jelas padanya adalah saat matanya menangkap kebahagiaan orang-orang di sekitarnya, yang bahagia atas kemenangannya. Maka, gadis itu pun memang telah benar-benar menjadi pemenang sejati, tatkala ia duduk bersimpuh bermeditasi menyerahkan kemenangannya kepada Sang Pencipta, dengan rasa syukurnya yang tak terkira.