2 tahun lalu · 12272 view · 3 menit baca · Politik 2016-08-27_11.03.38.png

Sandiaga Uno dan Tonjolannya

Sandiaga Uno layak masuk catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai calon gubernur yang repot-repot klarifikasi memakai celana dalam. Sepanjang pengetahuan saya, belum ada Cagub di Republik ini yang harus "tabayun" (klarifikasi dalam bahasa orang-orang Pesantren) soal pemakaian segi tiga pengaman yang juga sering disebut cd itu. Pastilah juga sejak era Majapahit (karena celana dalam memang belum ditemukan saat itu).

Konon pembuat celana olah raga yang menjadi "nenek moyang" celana dalam saat ini adalah orang 'bule' bernama CF Bennett tahun 1874. Tapi apa ada calon gubernur di luar negeri yang juga perlu klarifikasi memakai celana dalam? Saya belum mendengar. Jangan-jangan rekor klarifikasi Sandiaga ini tidak hanya MURI tapi sudah dunia, bisa dicatat oleh The Guinness World Records!

Pangkal persoalan ini berujung pada soal tonjolan. Media sosial bising mengirimkan foto Sandiaga Uno setelah acara Jakarta Berlari yang tak sadar dengan tonjolan yang nongol di celananya. Ada media online yang iseng memuatnya, yang lebih iseng lagi ada yang bertanya, "kok bisa menonjol, apa tidak pakai celana dalam?"

Merespon hal yang remeh ini, Sandiaga "baper". Ia pun melakukan klarifikasi. Dengan memunggungi sang istri (yang jarang kita lihat bersamanya di acara-acara umum) yang memakai mukena. Pengakuan Sandiaga Uno yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal, "Saya mohon maaf dari lubuk hati yang terdalam, saya pakai celana dalam kok, masa tidak pakai celana dalam." Mengapa Sandiaga Uno yang menjadi Calon Gubernur DKI harus membuat klarifikasi yang remeh soal celana dalam? Mengapa harus minta maaf? Apa tidak pakai celana dalam juga kesalahan sehingga harus minta maaf?

Tapi kemudian saya berubah serius, saat Sandiaga Uno melakukan klarifikasi dengan memunggungi sang istri. Saya coba berpikir positif, "Oh mungkin mereka habis shalat jamaah, istrinya kan pakai mukena," tapi kemudian saya berpikir "Kenapa posisi tidak berubah ya? Ini kan mau klarifikasi, bukan lagi shalat jamaah, kenapa posisi istri tidak bergeser ke sampingnya? Saya lihat istrinya hanya mengangguk-angguk. Dan--maaf--terlihat bingung, paling tidak saat sang suami menyebut celana 'yoga pants' sebagai hadiah ulang tahun darinya, ia bisa rileks dan tersenyum."

Kemudian Sandiaga Uno mengalihkan ke soal umroh, yang katanya celana itu dia pakai saat thawaf umroh. Setahu saya thawaf dalam umroh tidak boleh pakai celana dan pakaian-pakaian yang berjahit bagi laki-laki, hanya 2 lembar kain putih ihrom. Saya tidak tahu, thawaf umroh dengan memakai celana yoga ini aliran Islam mana? Yang saya lihat muslim dari India pun pakai kain ihrom, tidak ada yang pakai celana yoga.

Saya dengar komentar dari kawan-kawan soal klarifikasi Sandigana ini campur baur antara geli, kasian sekaligus kesal. Geli, karena Sandiaga klarifikasi hal yang tidak penting, soal celana dalam dan tonjolan. Kasian pada istrinya yang dibawa-bawa untuk klarifikasi dengan memunggunginya. Kesalnya adalah Sandiaga seperti meremehkan publik Jakarta, harusnya ia berbicara program-program yang mau ia tawarkan untuk kemajuan Jakarta. Siapa pun tahu, Sandiaga Uno adalah pengusaha yang sukses. Dia punya kelebihan dengan program-program ekonominya. Kalau ia punya program-program ekonomi yang baik, tepat dan bisa dilaksanakan demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di Jakarta, meskipun ia nanti kalah, Gubernur terpilih tetap bisa mengadopsi program-programnya. Nama Sandiaga akan terkenang.

Tapi sepanjang yang saya lihat, Sandiaga Uno belum membeberkan program-program nya yang menonjol untuk Jakarta. Ia masih sibuk melakukan pencitraan dengan foto di Metromini (angkutan yang segera dihapus di Jakarta karena supirnya yang ugal-ugalan dan armadanya yang terus membusuk) atau Jakarta Berlari yang fotonya menyebabkan tonjolannya nongol. Tapi saat Sandiaga Uno berkomentar soal Ahok yang tidak mau ambil cuti dan kampanye, karena mau menyusun APBD 2017, Sandiaga menyebutkan APBD itu untuk Gubernur setelah Ahok. Padahal meski Ahok tak terpilih pada Pilkada Februari 2017, ia tetap Gubernur Jakarta sampai Oktober 2017.

Publik Jakarta yang cerdas yang tidak peduli pada hal-hal yang remeh (kecuali sebagai hiburan saja) menunggu program-program Sandiaga Uno sebagai Cagub. Sandiaga Uno adalah pengusaha yang menonjol (ini kelebihan dia dari Ahok) tapi memperkaya dan menguntungan diri sendiri dan perusahaan sendiri lebih mudah daripada memberikan kesejahteraan bagi masyarakat umum tanpa perhitungan keuntungan. Inilah tantangan Sandiaga Uno meskipun ia pengusaha yang menonjol.

Sandiaga Uno akan menjadi menarik untuk dipilih publik Jakarta bila tawarkan program-program yang lebih menonjol dari kandidat yang lain (bukan cuma modal ‘ganteng’ seperti kampanye fans nya di media sosial).

Akhirul kalam, Sandiaga Uno sebagai Cagub harus serius membahas tonjolan-tonjolan dalam bidang sosial, ekonomi dan tonjolan-tonjolan lainnya yang menjadi perhatian dan kepentingan publik bukan mengurusi tonjolannya.

Akun twitter @GunRomli

Video klarifikasi Sandiaga Uno