Menurut penelitian yang baru saja terbit, jika umat manusia tidak segera bertindak, maka permukaan bumi mencakup laut dan darat, akan diselimuti 1,3 miliar ton limbah plastik pada 2040. 

Tim tersebut menciptakan permodelan matematika untuk memprediksi kapasitas produksi plastik di seluruh dunia dari 2016 hingga 2040. Lalu, apa dampaknya bagi manusia dan bumi? Bagaimana cara mencegah hal tersebut terjadi? Simak lanjutan artikel berikut ini.

Seperti yang kita ketahui, sampah plastik sedang menjadi permasalahan global. Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk mengatasi masalah ini. Mirisnya lagi Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak menyumbangkan sampah plastik di dunia.

Dampak sampah plastik:

1. Merusak rantai makanan

Pencemaran plastik memengaruhi plankton sebagai organisme terkecil di dunia. Ketika organisme terkecil terganggu, maka akan menyebabkan ketidakseimbangan untuk organisme lainnya. Hewan yang lebih besar teracuni dan manusia kemungkinan mengonsumsi ikan yang tercemar polutan.

2. Membunuh hewan

Data dari National Oceanographic and Atmospheric Administration menyebutkan bahwa jutaan burung dan ikan serta 100.000 mamalia mati akibat sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik juga merusak sistem hutan bakau yang penting bagi manusia dan merupakan habitat bagi ribuan spesies.

3. Mencemari tanah dan air tanah

Ketika sampah plastik menggunung di tempat pembuangan sampah dan berinteraksi dengan air, akan terbentuk bahan kimia berbahaya yang bisa meresap ke bawah tanah. Keadaan ini akan menurunkan kualitas air. Kemudian air tanah dan waduk menjadi rentan terhadap kebocoran racun dan aliran sampah plastik.

4. Menyebabkan polusi udara

Pembakaran sampah pastik di udara terbuka menyebabkan udara tercemar karena pelepasan bahan kimia beracun ke udara. Udara yang tercemar ini memengaruhi kesehatan manusia dan hewan.

5. Menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia

Penggunaan zat adiktif kimia selama proses produksi plastik dapat menyebabkan gangguan endokrin. Tak hanya itu, proses penyimpanan dan pembuangan plastik dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang memengaruhi orang-orang di seluruh dunia.

6. Menguras biaya

Setiap tahun, jutaan dolar dihabiskan untuk mengatasi dampak sampah plastik. Puluhan hektar lahan dan biaya terkuras untuk membuat banyak tempat pembuangan sampah yang sebagian besar adalah sampah plastik.

Di sisi lain, pemasukan negara menurun karena dibarengi dengan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi wisata alam yang penuh dengan sampah plastik.

Cara mengatasi:

1. Membawa tas belanja

Agar tas belanja tidak tertinggal, apalagi jika Anda mendadak harus belanja, sebaiknya siapkan sebuah tas belanja lipat di tas. Anda juga bisa menyediakan berbagai ukuran tas belanja untuk kantong buah, sayur, dan keperluan rumah tangga lainnya.

2. Memakai kemasan plastik yang dapat digunakan kembali

Sediakan pula tempat minum untuk membeli minuman kopi atau es teh boba. Ganti penggunaan sedotan plastik dengan sedotan stainless. Sebisa mungkin, gunakan wadah plastik yang dapat digunakan kembali ketika Anda harus membeli gorengan atau camilan kesukaan lainnya.

Untuk wadah plastik yang Anda gunakan, perhatikan nomor kode jenis plastik yang biasanya tertera pada bagian bawah wadah atau botol. Pilihlah kemasan yang aman untuk Anda gunakan kembali.

Jika kemasan plastik Anda berlabel food grade atau BPA free, artinya wadah Anda aman untuk menyimpan makanan dan minuman. Walaupun ada label microwave safe, hindari memanaskan makanan menggunakan wadah plastik agar tidak terjadi kontaminasi kimia.

3. Memilah sampah plastik       

Sedikitnya, Anda bisa menyediakan 2 macam tempat sampah. Satu tempat sampah organik untuk kulit buah, sisa smakanan, serta sampah kertas dan satu lagi tempat sampah anorganik untuk sampah plastik. Hal ini juga akan mempermudah petugas sampah dalam mengumpulkan dan memilah sampah rumah tangga. 

Selain itu, Anda bisa langsung menyetorkan sampah plastik ke bank sampah terdekat dari rumah Anda. Tak perlu repot keluar rumah, Anda tetap di rumah saja karena ojek online kini bekerja sama dengan beberapa perusahaan air mineral dalam menyediakan layanan pengiriman sampah plastik ke bank sampah.

4. Mendaur ulang sampah plastik

Untuk sampah plastik yang telah dikumpulkan, Anda bisa menyetorkannya ke tempat daur ulang di kota Anda. Pilihan lainnya, Anda bisa melakukan daur ulang sendiri di rumah dengan membuat kerajinan tangan dari plastik. 

Contohnya membuat rumah lampu gantung, pot tanaman dengan, tempat pensil, hingga tempat penyimpanan dari botol plastik. Anda juga bisa membuat tas belanja dari bekas bungkus kopi instan atau kemasan deterjen yang dikumpulkan.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sampah plastik mempunyai dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia maupun bumi ini. Aksi kecil seperti membawa tas belanja non-plastik, memakai kemasan plastik yang dapat digunakan kembali dan memilah sampah plastik dapat menimbulkan pengaruh yang besar.