“Mereka ibarat seorang sales yang ingin menawarkan produk secara door to door ke depan pintu rumah warga. Tampilan mereka dipercantik, berbaju rapi nan wangi, serta tak lupa mulut mereka dibumbui dengan janji-janji surga agar orang lain mau membeli produknya. Oh, sales surga.”

Masuk surga seperti masuk keanggotaan MLM. Semakin dapat banyak member, maka semakin dapat bonus yang kelak akan didapatkan.

Get one person, you will get double rewards. Itulah kalimat ajaib yang sering diumbarkan oleh para sales surga kepada orang-orang yang dilihatnya. They will try to show their best effort to get new member. No matter how.

Kini para sales surga semakin banyak. Mereka seperti jamur yang tumbuh di kala musim hujan sedang turun. Mereka menyerbu masing-masing kepala untuk bisa dipengaruhi agar bisa mengikuti bendera yang sedang mereka junjung. Dengan semangat agar kelak bisa masuk surga, jalan panjang dengan keringat yang bercucuran di dahi tak masalah.

And all of them just for the heaven, the abstract place that you just see and feel from your imagination. Simply, high imagination you have, more beautiful place that you get. And the poor thing is, when you have low level imagination, you will only get a low-level place. You won’t sleep in hotel, but in a shit dormitory or shanty. 

Mereka tak hanya berjumlah satu ataupun dua. Kini jumlah mereka sudah semakin banyak.

Mereka tak sungkan-sungkan untuk bergerilya ke masing-masing rumah dengan cara berkelompok. Memberikan ceramah yang tak lupa dibumbui dengan kata-kata manis yang tentunya agar bisa masuk surga, menikmati kenikmatan yang tak terhingga rasanya. And of course, to taste something that your never eat along the journey of your life. 

Mereka dengan begitu lihai mempromosikan produk-produk surga. Produk yang sebenarnya masih begitu abstract.

Namun, demi bonus surga di akhirat nanti, mereka tetap menggebu-gebu memasarkan produk-produk tersebut. Berceramah tanpa henti, dengan semangat membara meminta orang lain untuk mengikuti jalannya. Mengabdi di jalan tuhan, dan kembali menuju jalan yang benar. With a pretty sure, they always believe that they will go to the heaven because of their act. 

Mereka bertindak seolah-oleh sebagai tim marketing dari surga yang ditugaskan oleh tuhan untuk turun ke bumi untuk mencari customer yang sebanyak-banyaknya. The simply is; god created them to be a hero to save the human around the world like a power rangers.

Berceramah di sana-sini serta mengajak setiap orang yang ditemui untuk berjihad. Setelah berjihad, tentunya melawan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak tuhannya yang sudah tertuang dalam kitab sucinya yang dianggap paling benar.

Mereka menganggap diri sebagai orang yang paling suci. Mereka bahkan berani menganggap diri mereka akan pasti masuk surga.

Actually, that decision is still abstract. Karena merasa menjadi orang yang paling suci, jadi mereka merasa memiliki hak untuk menggonggongi orang lain dengan mengatakan kafir. Dan seorang kafir tentunya tidak akan pernah masuk surga. Semua serba dilebih-lebihkan agar sang kafir segera tobat.

Surga mereka jadikan sebagai tameng untuk menambah banyak followers. Surga yang tak pernah dilihat dengan mata telanjang, mereka lebih-lebihkan dengan bahasa yang begitu metafor.

Surga sudah tak menjadi yang semestinya. Namun surga sudah seperti diskotek dan club malam untuk melakukan berbagai macam kesenangan dan kemaksiatan yang halal.

Semua itu tentunya mereka katakan telah dilegalkan tuhan. Karena kelak, barang siapa yang masuk surga akan disuguhkan bidari-bidari perawan yang bisa dicumbui tanpa henti. Because in that place, you can do everything with all women that had been provided by God.

Tuhan tak akan memberikan larangan apa pun. Semua akan bebas dilakukan sebagai bentuk balasan dari kesabaran mereka menantikan surga. Sungguh luar biasa hasil imajinasi mereka, sang pengumbar discount surga.

Hingga kini, sang pengumbar surga terus berjuang berkeliling setiap kampung untuk menambah jumlah followers yang kata lainnya adalah mangsa. Namun dalam bahasa mereka akan disebut sebagai pahlawan surga. Calon suami sang bidadari surga. Mereka terus berjuang tanpa menyerah, seperti seorang sales marketing yang sedang mengejar target gaji dan bonus.

Surga telah membutakan hati mereka. Mereka telah berubah menjadi hamba yang materialistis. Melakukan ibadah semasa hidup demi mendapat diskotek halal setelah meninggal nanti. Nikmat yang tak terbatas dan tak akan tertandingi oleh nikmat apa pun. Sungguh luar biasa.

Di tengah panasnya deraian matahari yang menyengat kulit, mereka terus membabi-buta memberikan an adorable advertisement yang melelehkan iman. Tak jarang, agar orang lain bisa segera terpikat dengan apa yang mereka ucapkan, discount surga akan diberikan kepada mereka apabila mereka segera menjadi sang followers.

Setelah menjadi sales, mereka tiba-tiba menjelma menjadi tuhan. Sang penentu orang lain masuk surga atau neraka. Don’t ever try to ignore or even reject them, because they will directly call you Kafir. And being Kafir is not pleasant in this country.