Hal yang terlintas di benak saya jika orang tua saya sedang bercekcok mulut, "Kenapa mereka memutuskan untuk menikah?" Saya tidak menyukai apabila orang tua saya beradu mulut karena masalah yang sepele. 

Keegoisan satu sama lain membuat saya benci tinggal dalam keluarga ini. Bukan karena saya benci dengan ibu saya, tapi saya sangat membenci ayah saya, yang notabene adalah ayah kandung saya.

Kembali lagi dengan pembicaraan awal, kenapa mereka memutuskan untuk menikah jika hal seperti ini sering terjadi? Terkadang, saya tidak menyukai keputusan ibu saya yang berani mengambil keputusan besar untuk menikahi ayah.

Sebagian orang mungkin menyukai ayahnya dan ingin memiliki pasangan seperti sosok ayahnya. Hal ini tidak berlaku dengan saya. Tidak akan pernah berlaku! 

Saya paling benci sosok ayah saya yang tidak pernah bertanggung jawab terhadap keluarganya, tidak pernah menafkahi, selalu merasa menang sendiri, memukuli ibu, membentak, dan pernah dia ingin membunuh ibu. Kekerasan seperti ini sering terjadi dalam keluarga saya.

Apa yang kalian lakukan jika itu terjadi terhadap keluargamu? Saya saja yang dari kecil sudah dipertontonkan hal seperti ini membuat hubungan saya dengan ayah rusak. Makin saya tumbuh dewasa, saya menjauhi ayah seolah dia tidak pernah ada di dalam keluarga. Saya merasa apa yang dilakukan ayah adalah perbuatan yang salah, tanpa saya tahu apa penyebab dia seperti sekarang ini.

Baca Juga: Keluarga Lara

Hal ini membuat saya iri dengan teman-teman saya yang keluarganya selalu bahagia. Hubungan antara anak dan ayah serta hubungan suami istri di dalam keluarga itu sungguh enak dilihat dan dibagi keseruannya.

Yang saya butuhkan sebagai anak hanya satu: saya tidak ingin hubungan dengan ayah seperti orang asing. Terkadang saya ingin ayah saya selingkuh dan pergi meninggalkan ibu saya. Karena saya merasa bahwa ibu saya bisa hidup tanpa ayah. Memang tidak terdengar seperti biasanya, di mana anak lain tidak ingin orang tuanya bercerai. Tapi, sudah saya katakan bahwa ini berbeda!

Keputusan untuk memulai hidup selamanya dengan seseorang atau pernikahan bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Apalagi ini menyatukan dua pikiran yang sangat berbeda. Jika salah mengambil keputusan, maka keluarganya akan seperti keluarga saya. Dalam keluarga tidak pernah ada kata bahagia. Yang ada hanya kebencian dengan anggota keluarga.

Di luar sana pasti banyak yang seperti saya. Untuk itu saya berharap kamu jangan mengikuti jejak orang tuamu. Kamu harus bekerja keras agar tidak menerima nasib seperti orang tuamu. Dalam kasus saya ini, yang paling merasa dirugikan adalah ibu saya. Karena pilihannya yang salah membuat hidupnya selama menikah tidak pernah bahagia.

Untuk para ibu di luar sana sehebat ibu saya, hanya satu yang dapat saya sampaikan, “Terima kasih.” Kata itu yang dapat menggambarkan semuanya. Semoga sosok pahlawan super dalam keluarga seperti mereka diberikan kesehatan dan panjang umur.

Hal yang terpenting dalam membangun sebuah keluarga, dibutuhkan kerja sama antar-pasangan. Bukan hanya istri, tetapi suami pun harus terlibat perannya dalam keluarga. Bukan tugas suami hanya mencari nafkah dan istri hanya mengurus rumah tangga, tetapi kerja sama antar-merekalah yang bisa membuat rumah tangga harmonis.

Jika timbul permasalahan, baiknya jika mereka bercerita dengan kepala dingin untuk memecahkan permasalahannya. Bukan saling adu emosi untuk memilih yang mana yang benar. Di antara mereka harus ada yang mengalah dan mendengarkan. Agar permasalahan itu dapat teratasi.

Memutuskan untuk berkeluarga bukan hal yang sepele. Keluargalah tempat pertama dan terakhir jika kita merasa lelah dengan urusan dunia. Dijaga sebaik mungkin dan selalu dipererat dengan kasih sayang agar keluargamu menjadi tempat paling nyaman.

Bukan salah anak jika mereka menjadi pembangkang dan nakal. Yang pertama salah di kasus ini adalah keluarga. Bagaimana cara orang tua dan keluarganya mendidik. Rata-rata anak yang nakal adalah anak yang hubungan keluarganya tidak seperti keluarga yang harmonis. Sehingga mereka melampiaskan kemarahan yang mereka pendam dengan pergaulannya. Agar mereka diakui dan banyak menerima perhatian. 

Yang jelas mereka menggunakan cara yang salah. Cara yang jika tidak dipikirkan lagi malah membawa dampak buruk kepada orang yang di sayang.

Jika ini terjadi dengan anggota keluargamu, sebaiknya perhatikan mereka. Beri mereka tempat untuk membuka diri mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Yang mereka alami sangat sulit. Permasalahan dalam keluarga adalah permasalahan yang paling berat dalam hidup.

Tidak semua orang bisa berpikir terbuka dan berlapang dada dengan keadaan ini. Penulis bisa berargumen seperti ini karena saya merasa inilah yang saya alami seperti yang saya ungkapkan di tulisan ini. Semoga Anda semua yang bernasib sama dengan saya selalu mencintai diri sendiri. Love yourself.