Setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing, entah itu impian yang besar ataupun impian yang kecil. Impian bisa kita ibaratkan sebagai target diri. Dimana, untuk mencapai target-target itu kita memerlukan tekad dan kemauan yang besar untuk mewujudkannya. Tekad dan kemauan yang besar tentu harus diimbangi dengan ambisi yang besar pula.

Ada satu pertanyaan yang mungkin masih dipertanyakan oleh beberapa orang. Apakah memiliki ambisi dan menjadi orang yang ambisius itu salah?

Seperti yang kita tahu, ambisi sebenarnya adalah keinginan atau hasrat besar yang dimiliki seseorang untuk memperoleh apa yang diinginkan dalam kehidupan. Tidak bisa dimungkiri, ambisi sering kali dipandang sama maknanya dengan obsesi. Padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Mayoritas masyarakat masih memandang jika ambisi adalah suatu hal yang negatif. Mereka seakan-akan menjudge bahwa orang yang memiliki ambisi adalah orang yang egois, sombong, tidak peduli dengan orang lain dan menghalalkan segala cara untuk mencapai impian mereka.

Ironisnya, banyak anak muda yang merasa tersindir ketika dijuluki ambisius oleh teman-temannya. Kita pasti sudah tidak asing lagi kalau mendengar kalimat seperti ini, “Jangan terlalu ambis dong!”, “Jadi mahasiswa kok ambis?” dan sebagainya. Perkataan yang seperti itu justru semakin menurunkan mental dan semangat seseorang untuk terus maju.

Kita bisa mengambil contoh dari kisah hidupnya Jack Ma. Jack Ma adalah pendiri Alibaba Group, sebuah perusahaan e-commerce terbesar yang ada di Tiongkok. Terlahir dari keluarga dengan ekonomi lemah membuatnya bekerja keras untuk membantu meringankan beban keluarga.

Ambisi Jack Ma muncul pada saat ia mengunjungi suatu tempat di Amerika yang bernama Silicon Valley. Disana ia melihat banyak mobil dan gedung-gedung mewah tersaji didepan matanya. Dari situlah muncul tekad dalam dirinya dan berjanji bahwa suatu saat ia akan menjadi orang yang sukses.

Diawal berdirinya, Alibaba Group mengalami berbagai kendala yang disebabkan oleh keterbatasan internet di Tiongkok pada saat itu. Namun, semua itu dapat terlewati sebab kegigihan dan keuletan Jack Ma. Hingga kini, Alibaba Group dapat menjadi salah satu perusahaan raksasa dunia yang mendulang kesuksesan.

Siapa sangka bahwa ternyata Jack Ma bisa mewujudkan impiannya dan menjadi salah satu miliarder dunia berkat ambisi yang ia miliki. Mungkin jika dulu ia mengabaikan ambisinya untuk menjadi orang yang sukses, orang-orang tidak akan mengenalnya sebagai Founder Alibaba Group dan ia tidak akan berada dipuncak kesuksesan seperti sekarang ini.

Ada kutipan dari Jack Ma yang bisa dijadikan motivasi yaitu, “Anda akan tetap miskin kalau anda tidak memiliki ambisi”. Jack Ma berpendapat jika ambisi merupakan dasar bagi seseorang untuk menentukan tujuan hidup dan meraih hal-hal yang besar. Tanpa ambisi, seseorang seolah-olah seperti air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah atau tergenang.

Ambisi dapat mendorong seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih maju dari orang lain. Ambisi juga dapat menjadi pelecut semangat ketika kita berada dititik terendah dalam hidup. Sehingga, sangat penting bagi setiap orang untuk memiliki ambisi, terutama bagi anak muda yang ingin mencapai goals didalam hidupnya.

Yang menjadi masalah yaitu apabila ambisi yang dimiliki terlalu berlebihan dan berujung obsesi. Jika kita sudah terjebak dalam obsesi maka tidak menutup kemungkinan kita akan menghalalkan segala cara agar keinginan dapat terwujud. Hal tersebut tentu saja akan menimbulkan dampak yang negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Lalu, bagaimana caranya agar ambisi yang dimiliki tidak berlebihan dan berujung obsesi?

Kenali diri kita sendiri

Orang yang obsesif biasanya tidak mengetahui seberapa besar kemampuan yang mereka miliki hingga melakukan berbagai cara agar keinginan dapat terwujud. Agar terhindar dari sifat obsesif maka sangat penting bagi kita untuk mengenali diri sendiri. Dengan demikian, kita akan mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki untuk meraih impian itu.

Mulailah memberikan kritik pada diri sendiri

Terkadang saat ambisi itu muncul maka yang ada didalam pikiran kita hanya menjadi yang terbaik tanpa memikirkan apakah langkah yang diambil berpengaruh bagi orang lain atau tidak. Sehingga, perlu bagi kita untuk memberikan kritik terhadap diri sendiri dan mencoba bersikap terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain.

Selain itu, cobalah untuk mengevaluasi diri sendiri. Apakah langkah yang diambil sudah benar, apakah langkah itu dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain dan apakah ada kekurangan pada diri kita yang dapat menjadi penghambat untuk meraih impian tersebut.

Tetapkan tujuan, rencana dan nikmati setiap prosesnya

Orang yang obsesif sering kali tidak menetapkan tujuan dan belum membuat rencana sedari awal, sehingga ketika dia gagal maka dia akan melakukan berbagai cara agar keinginannya dapat terwujud. Padahal, dalam mencapai semua impian pasti jalan yang dilewati tentu tidaklah selalu mudah. Ada kalanya kita jatuh dan gagal.

Namun, dari kegagalan inilah kita bisa mendapatkan pelajaran yang berharga dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Jadi untuk menghindari sikap obsesif maka tentukan tujuan yang jelas dan tetapkan rencana yang matang sejak awal. Setelah itu, nikmatilah setiap proses dan lika-liku perjalanan serta cobalah berdamai dengan kegagalan.

Jadilah orang yang menyenangkan

Orang ambisius saja sering kali tidak disukai, apalagi orang yang obsesif. Memiliki ambisi dan fokus dalam mencapai impian itu memang penting, namun ingatlah untuk tetap menjadi sosok yang menyenangkan sehingga disukai oleh orang lain.

Katakan kepada diri sendiri bahwa kita sudah melakukan yang terbaik

Terkadang, ada saat dimana kita selalu merasa tidak puas terhadap hasil yang diperoleh dan menyebabkan kita untuk melakukan berbagai cara agar hasil yang didapatkan bisa lebih maksimal. Dalam keadaan seperti ini, cobalah untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita sudah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki dan mulailah untuk berpikir positif.

Nah itu tadi adalah tips yang dapat kita lakukan agar ambisi kita tidak berubah jadi obsesi. Jadi, sebenarnya menjadi orang yang ambisius tidak salah kok. Namun tetaplah membatasi ambisi agar jangan berlebihan dan ingatlah untuk tidak terlalu memaksakan diri menjadi yang terbaik karena ambisi harus diusahakan bukan dipaksakan.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Jack Ma bahwa kesuksesan yang besar hanya datang dari ambisi yang besar. Dalam konteks ini, ambisi yang dimaksud bukanlah ambisi yang berlebihan ya. Namun, ambisi yang masih dalam batas wajar dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Jadi buat kalian yang sedang berjuang untuk meraih impian, asah dan tingkatkan terus kemampuan kalian agar keberhasilan dapat diraih. Teruslah bermimpi dan jangan takut untuk berambisi, realisasikan impianmu dengan ambisi tanpa harus terobsesi.