Kita awali dengan satu pertanyaan sederhana.

Apakah yang paling penting diajarkan di sekolah?

Kalau saya mengatakan bahwa, pelajaran yang paling penting itu adalah pelajaran ekonomi, alasannya akan kita ulas di bawah melalui filsafat dan fakta sejarah berikut.

Mungkin akan ada banyak orang yang bertanya-tanya, protes, dan tidak setuju, jika saya mengatakan bahwa, sampai sejauh ini pelajaran “Ilmu Ekonomi” sebenarnya belum diajarkan disekolah.

Meskipun saya sadar akan banyak sekali yang akan membantah, tapi ijinkan saya mengajukan sebuah argumentasi dan penjelasan bahwa, apa yang saya sampaikan di bawah bukan sekedar omong kosong, tetapi ada sesuatu yang sangat penting dibaliknya.


Falsafah Ekonomi

Mengapa falsafah ekonomi begitu penting untuk pelajaran di sekolah?

Banyak orang yang mengatakan bahwa, filsafat itu adalah induk dari seluruh ilmu pengetahuan. Saya pikir para pembaca setuju dengan pernyataan tersebut, dan itu tentu saja sebuah pernyataan yang logis dan konsensus diterima oleh masyarakat.

Tetapi pernyataan itu, saya pikir harus dilengkapi oleh satu hal yang lain, bahwa walaupun filsafat adalah induk dari seluruh ilmu pengetahuan,  motif dari seluruh ilmu pengetahuan adalah ekonomi.

Mengapa bisa seperti itu?

Karena seluruh ilmu pengetahuan dan tanpa terkecuali muncul karena satu alasan yang sama yaitu; untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Ada gap antara dua hal”. Pertama adalah kebutuhan manusia yang tidak pernah terbatas dan tidak pernah bisa dipuaskan, dan alat pemuas kebutuhan manusia yang justru jumlahnya sangat terbatas. Maka ilmu ekonomi digunakan manusia bisa mengakomodasi satu hal tertentu, agar bisa memuaskan kebutuhannya walaupun hanya sementara.

Kenapa ekonomi menjadi ilmu yang paling penting?

Ada 1 (satu) rahasia yang mungkin tidak mungkin disadari di kalangan kita. Ternyata selama ini, ilmu ekonomi itu tidak pernah disampaikan; yaitu mengena kebutuhan manusia untuk hidup sebenarnya adalah keniscayaan kematian bagi pihak yang lain.

Misalnya ketika kita berburu ke hutan. Tentu saja yang kita berpikiran bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita pasti mematikan pihak yang lain yaitu binatang buruan tersebut.

Itu adalah hukum alam atau hukum kehidupan. Contoh lain; ketika ada pohon mati, di situlah tumbuh jamur. Jadi jamur bisa hidup setelah ada pohon yang mati tadi.

Dari contoh di atas, jika kita hubungkan dengan realitas manusia saat ini. Artinya kita hanya bisa hidup, ketika bisa mematikan pihak yang lain. Kita bisa makan nasi. Itu semua sebelumnya juga pernah hidup. Lauk dari nasi itu pun sama, misalkan ayam-ayam sebelumnya juga pernah hidup, dimatikan dahulu supaya bisa dimakan. Karena hukum alam tersebut, sehingga bisa melanjutkan kehidupan.

Pada faktanya, sampai sejauh ini seluruh makanan yang beragam akan itu semuanya pernah hidup, kecuali dua hal. Pertama adalah air dan yang kedua itu adalah garam. Hanya dua itu saja yang sebelumnya tidak pernah hidup.

Ingin hidup bahagia, harus mematikan pihak yang lain. Karena itu, di sini ilmu ekonomi terkait dengan alat pemuas kebutuhan.  Sebenarnya juga adalah ilmu tentang mengalokasikan, atau menentukan siapa yang harus dikorbankan. Untuk memutuskan siapa diantaranya yang dihidupkan.

Jadi, ilmu ekonomi dalam konteks ini tampak sangat-sangat kejam. Karena saya harap para pembaca paham maksud arahnya. Misalkan kita masuk ke dalam contoh-contoh kecil di belahan dunia. Kita menemukan sekarang ada konflik antara Ukraina dan Rusia. Siapa yang sebenarnya salah.

Dalam hal yang paling mendasar seperti ini, kita akan menemukan bahwa mereka tidak ada satupun yang salah, kedua belah pihak itu sama-sama berjuang untuk bisa bertahan hidup. Yaitu bagaimana cara untuk bertahan hidup, bagaimana mereka harus mematikan pihak yang lain.

Coba kita lihat sejarah. Seperti Turki, mereka melakukan penjelajahan samudra. Sehingga mereka menemukan sumber daya yang benar-benar diluar batas kemampuan mereka. Bahkan untuk sekedar menampung saja, mereka datang ke mana pun demi  dapat mengambil sumber daya alam yang mereka inginkan. Dan akhirnya menjadi sangat-sangat kaya.

Nah kekayaan inilah pada akhirnya yang membuat mereka bisa melanjutkan kehidupan mendatang.

Di Eropa sendiri, semenjak reformasi gereja kemudian ke zaman aufklarung, kemudian beralih ke zaman revolusi industri, zaman revolusi Perancis dan seterusnya sampai zaman modern sekarang.

Semuanya lagi-lagi adalah urusan ekonomi.

Lalu pertanyaan yang kedua adalah; ilmu ekonomi selama ini tidak diajarkan di sekolah?

Apakah kurikulumnya lupa? Atau saya yang lupa.

Jadi, ekonomi yang diajarkan disekolah itu bukanlah ilmu ekonomi. Tetapi parsial-parsial tentang ilmu ekonomi. Atau bahasan-bahasan tentang ilmu ekonomi yang kemudian disampaikan kepada siswa. Padahal itu sebenarnya adalah sesuatu yang unfaedah.

Kita ambil contoh. Misalkan kita ingin belajar ekonomi. Tidak jauh-jauh, sebenarnya pelajaran ekonomi itu kembali kepada yang paling dasar, yaitu bagaimana caranya supaya kita bisa memanfaatkan sesuatu demi keinginan tidak terbatas itu. Atau kebutuhan barang yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang sangat terbatas. Nah itulah dasar ilmu ekonomi tersebut.

Pelajaran ekonomi yang paling dasar itu adalah pelajaran bagaimana ketika kita memiliki uang, kita bisa memenej atau mengelolanya. Tetapi kenyataanya yang diajarkan disekolah itu adalah tema-tema yang sangat bombastis. Tema-tema yang membahas sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, dan sebagainya.

Itu semua adalah kajian-kajian akademik. Kajian-kajian yang seharusnya disampaikan di Universitas, untuk  mahasiswa tertentu yang mau belajar ekonomi secara keilmuan, secara akademik.

Sedangkan ilmu ekonomi yang harus kita butuhkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa menyesuaikan antara kebutuhan dengan keinginan kita, atau dengan alat pemuas kebutuhan.

Contoh lain, misalkan mau hidup enak. Maka cara terbaiknya itu adalah dengan membunuh pihak lain, atau menghilangkan nyawa pihak lain, mengurangi jatah pihak yang lain.

Ilmu ekonomi sebenarnya adalah ilmu tentang pertukaran bagaimana caranya agar kita bisa menukarkan sesuatu. Dimana kebutuhan kita ternyata bisa terpuaskan dengan pertukaran itu. Maka salah satu yang paling sering disebutkan dalam ilmu ekonomi itu adalah kegiatan perdagangan. Karena disitu ada distribusi, ada konsumsi, dan ada reproduksi.


Solusinya

Maka, sejak dini kegiatan ekonomi harus diajarkan dalam sekolah-sekolah, adalah bagimana caranya supaya bertahan hidup dalam kondisi yang dimiliki. Mengetahui properti masing-masing: punya motor sekian, punya rumah sekian, dan modalnya apa. Kemudian Bagaimana caranya agar itu semua bisa dilipat gandakan.

Pelajaran ekonomi yang paling penting sebenarnya bukan bagaimana cara membelanjakan uang. Tetapi bagaimana cara mengelola uang itu sekarang.

Misalkan anda punya uang satu triliun. Mau dipakai untuk apa? Kebanyakan diantara kita pasti bingung. Contoh selama ini, kita membeli barang tidak punya visi. Jadi seumur hidupnya hanya mengharapkan pemberian Tuhan saja.

Pelajaran ekonomi itu seharusnya mengajarkan dalam pikiran tentang apa yang harus dilakukan untuk membagi sekian persennya. Misal untuk anak jalanan sekian persen, untuk amal sekian persen, untuk konsumsi sekian persen dan sebagainya.

Tetapi karena belajar ekonominya adalah belajar sesuatu yang halu dari luar sana, konsep-konsep, tentang akuntansi, menulis jurnal jual-beli, perusahaan dan sebagainya. Seharusnya tentang ekonomi yang paling dasar, tentang bagaimana cara mendapatkan uang, dan bagaimana cara mengelola uang, dan bagaimana cara membelanjakan uang itu luput sama sekali.

Pada akhirnya, saya sebut bahwa pelajaran-pelajaran atau kurikulum disekolah itu tidak mengajarkan ekonomi. Karna yang diajarkan itu adalah semua hal yang sangat halu dan komentar-komentar tentang ilmu ekonomi. Seharusnya mengajarkan tentang bagaimana caranya supaya kita bisa hidup dengan sebaik-baiknya, dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting kita.

Ingatlah, ilmu ekonomi itu yang paling dasarnya bukanlah ilmu tentang uang. Tetapi ilmu tentang cara untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Kita ulang sekali lagi, “apapun kepentingannya dan motif dari seluruh ilmu pengetahuan motifnya selalu sama yaitu; motif ekonomi. Karena seluruh ilmu pengetahuan dan tanpa terkecuali muncul karena satu alasan yang sama yaitu; untuk memenuhi kebutuhan manusia”. Oleh karena itu ilmu ekonomi itu adalah pelajaran yang sangat penting diajarkan sejak dini (sekolah).

Demikianlah argumentasi dan alasan saya. Mengapa ekonomi itu benar-benar harus diajarkan disekolah? Sudahkah guru kita mengajarkan ilmu selama ini? 

Sampai kapan kita menjadi konsumen terus menerus? Terima kasih karena sudah membaca.