Rambut

Aku bersyukur, kamu dilahirkan menjadi hitam
Jika tidak, pasti aku sudah keluar dari list wanita idamannya
Aku beryukur, kamu itu penyumbang terbesar pendekatan dengan nya
Tanpamu, jelas aku di tolak
Mulai dari mu dia berani mencuri pandang dengan ku
Sekarang, aku akan merawat mu dengan sebaik-baiknya

Kening 

Kamu keren
Walau kamu lebar, tetap keren
Jangan malu
Hal yang paling termanis yang dia lakukan
Berani mendaratkan bibirnya dalam waktu yang cukup lama

Mata

Terimakasih engkau sudah menjadi alat penyalur
Sehingga aku bisa menikmati keindahan senyumannya
Tempat pertama dilalui sebelum tersimpan di memori diri
Saling menatap dan berbicara melalui tatapan
Walau kita sama-sama tidak tahu, apa yang sedang difikirkan

Kelenjar mata

Hai kamu
Jangan terlalu takut untuk bersedih
Kamu itu sudah hebat
Tidak perlu kamu tahan, jika itu berat
Lepaskan, lepaskan saja air yang ada didalamnya
Jangan pedulikan kata mereka
Jika itu membuatmu tenang
Jangan takut untuk mengeluarkan air mata

Pupil mata

Dari jauh aku sudah bisa mengira itu dia
Warna yang sudah kamu terima
Cahaya yang kamu terima
Dapat memastikan itu dia
Jelas, kamu benar
Pupil mataku tidak pernah salah mengenalinya
Seolah, kamu sudah hapal wujudnya
Memang kamu yang terbaik dalam mengenalinya

Hidung

Ya, ini aroma yang kamu suka
Benar-benar mencerminkan sosok yang kamu cari
Aromanya sulit dilupakan dan selalu teringat
Sungguh hebat kamu dalam mengenalinya
Dari jauh pun, kamu sudah bisa mencium kehangatan
Yang barasal dari aroma itu
Jelas, bulu-bulu itu membantu mu mencernanya

Telinga

Lihat, kamu yang paling berjasa untuk kisah ini
Tanpamu ini bukan hal yang bahagia untuk di dengar
Suara merdunya, sampai ke kamu dengan segenap hati
Ya jelas segenap hati, karna kamu menerimanya dengan lapang dada
Tempat pertama menyaring berita baik atau buruk
Sebelum itu bisa kupercaya

Pipi

Kamu itu yang paling disayang
Menggemaskan jika dipandang
Semua kecupan berakhir padamu
Semua cubitan berakhir padamu
Pasti itu sakit
Itu tandanya dia menyukaimu

Mulut

Dunia akan sepi jika tidak ada kamu
Tanpamu, umat ini hanya sebatas makhluk hidup
Keberadaanmu sangat berjasa untukku
Jika tidak, mungkin sore itu membisu
Dan aku akan menyesali
Sesal yang selamanya akan ku kenang

Bibir 

Kamu yang paling tidak suci
Bergonta-ganti sebelum mendapatkan yang pasti
Maafkan aku yang menjadikanmu bahan pelampiasan
Bukan maksud ku seperti itu
Hanya saja, ketika itu
Aku dibutakan oleh hawa nafsu yang kodratku sebagai manusia
Jika kamu lelah
Semua itu salahku
Kenikmatan yang aku dapatkan melalui perantara mu

Hati

Kamu tempat yang paling rapuh
Tempat yang harus dijaga sebaik-baiknya agar tidak terluka
Tempat yang mana didalamnya ada seseorang yang tinggal
Bernama “perasaan”
Menjagamu agar tetap tenang itu sulit
Apabila temanmu bernama “perasaan” keluar dari tidurnya
Maka ini masalah besar
Karna bisa saja kamu akan patah dan kecewa

Jantung

Aku tau, kamu itu yang paling tidak bisa diam
Walaupun itu kewajibanmu
Tapi, bisa tidak ? Kalau ada dia jangan terlalu keras
Jangan sekali-kali mengeluarkan suara yang sulit aku kontrol
Suara kamu itu jika bertemu dia, amat sangat keras
Aku mohon, kamu jangan terlalu beringsik
Biar aku saja yang menyelesaikan pertemuan itu

Tangan

Pemberi petunjuk agar aku sampai ke tujuan
Namun, kamu tetap tegar disampingku walau ini membosankan
Ya, pertemuan ini takdir bagiku
Aku percaya, kamu perantara takdir itu
Memang rancu, tapi aku percaya kamu sebagai
Penunjuk jalan agar sampai ke pelukannya

Telapak tangan

Kamu bersih, putih, kadang sedikit merah jambu
Kamu cantik, lembut dan menarik
Genggaman itu bisa kamu rasakan ke tulusannya
Semua terbekas dengan sendirinya
Hanya kamu, yang paling tau perasaan di kala itu
Walau semua mencoba ingin melupakan
Tapi, kamu mempertahankan

Jari Manis

Namamu si manis
Kamu terletak disamping si kelingking
Kamu anak termuda kedua setelah si kelingking
Sekarang, tugasmu hanya menunggu saja
Tunggu sampai ada yang berani mengenakan cincin kepadamu
Aku yakin, dia adalah yang terbaik dikirim Tuhan untukku
Sanggup kah kamu menunggu momen itu ?

Kaki 

Pasti kamu lelah, harus menopang beratku setiap hari
Pasti kamu lelah, harus mengikuti keinginanku setiap hari
Kebahagianku sesungguhnya kamu yang membawa
Dengan mu aku jadi tahu
Sore itu langkahmu berhenti disana
Jika tidak, jelas aku tidak menemukan kebahagian itu